BANDUNG, Desapenari.id – Seorang mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) dilaporkan hilang kontak di kawasan Gunung Puntang. Kampus pun bergerak cepat memberi klarifikasi mengejutkan: aktivitas pendakian itu SAMA SEKALI bukan program resmi kampus! Simak fakta-fakta lengkapnya berikut ini.
Siapa sosok mahasiswa yang malang itu? Namanya Arief Wibisono, mahasiswa Program Magister Teknik Lingkungan Angkatan 2024. Pihak kampus dengan tegas memastikan bahwa dirinya tidak sedang menjalankan tugas atau agenda dari ITB saat mendaki Gunung Puntang yang berada di Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Direktur Komunikasi dan Hubungan Masyarakat ITB, N. Nurlaela Arief, langsung angkat bicara. Menurut penjelasannya, pihak kampus baru menerima informasi awal soal hilangnya Arief ketika sang mahasiswa sedang dalam perjalanan turun dari gunung tersebut. Kejadian itu berlangsung pada Sabtu (9/5/2026) petang, waktu yang cukup mencemaskan karena gelap mulai menyelimuti jalur pendakian.
“Sekali lagi kami tegaskan, ini bukan merupakan kegiatan kemahasiswaan resmi,” tegas Nurlaela saat awak media mengonfirmasi pernyataannya di Bandung, Senin (11/5/2026). Dengan penegasan ini, ITB berusaha meluruskan informasi simpang siur yang beredar luas di masyarakat.
Seram! Apa yang Sebenarnya Terjadi Saat Pendakian?
Nah, menyimak dari keterangan resmi yang pihak kampus terima, kronologi kejadiannya cukup mencekam. Arief mendaki Gunung Puntang bersama dua orang rekannya. Mereka bertiga kompak melakukan perjalanan menuju puncak sebelum akhirnya memutuskan untuk segera turun kembali. Namun, drama justru terjadi saat perjalanan turun dimulai.
Arief memisahkan diri! Ia berjalan lebih dahulu meninggalkan kedua rekannya tanpa aba-aba yang jelas. Kedua rekannya yang masih berada di belakang menganggap Arief sudah berada di depan dengan selamat. Setibanya kedua rekannya di basecamp yang bernama Pasir Kuda, mereka syok berat! Arief tak kunjung menyusul dan semua upaya menghubungi nomornya gagal total. Tak ada sinyal, tak ada kabar.
Karena kondisi darurat ini, kekhawatiran pun memuncak. Kedua rekannya segera melaporkan situasi ini kepada pihak berwenang. Tim SAR pun langsung menggerakkan operasi pencarian. Menariknya, meskipun ITB sudah menegaskan bahwa kegiatan ini bukan bagian dari agenda resmi kampus, pihak kampus tetap menunjukkan kepedulian luar biasa. Mereka memberikan perhatian penuh terhadap keselamatan mahasiswanya tanpa terkecuali.
“Pihak Basarnas juga menambahkan bahwa informasi terbaru terkait perkembangan pencarian nantinya akan kami sampaikan secara berkala kepada publik,” ucap Nurlaela mewakili pihak kampus. Transparansi seperti ini patut diapresiasi.
Update Pencarian: Apa Saja yang Tim SAR Lakukan?
Mari kita lihat aksi heroik Tim SAR! Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, kepolisian, dan para relawan langsung dikerahkan ke lokasi sejak laporan pertama kali mereka terima. Operasi pencarian terus berlangsung tanpa henti, bahkan mereka dengan sigap memperluas area penyisiran untuk menjangkau titik-titik yang sebelumnya belum tersentuh.
Dalam keterangan resmi yang kami himpun, Basarnas menyampaikan bahwa tim terus mengumpulkan informasi penting dari rekan-rekan korban. Langkah ini mereka lakukan untuk mempersempit lokasi pencarian sekaligus memahami pola pergerakan Arief sebelum akhirnya hilang kontak.
“Kami terus menghimpun informasi dari rekan korban dan saat ini sudah bergerak menyisir jalur-jalur lain di luar jalur utama pendakian,” tulis keterangan resmi Basarnas yang dirilis hari ini. Tim tak mau tinggal diam, mereka terus berinovasi dalam strategi penyisiran.
Tak berhenti di situ, koordinasi dengan berbagai relawan di wilayah Bandung Raya pun mereka lakukan secara intens. Langkah ini berhasil memperluas jangkauan pencarian sejak hari pertama operasi dimulai. Saat ini, tim gabungan memfokuskan pencarian pada area-area yang sebelumnya belum terjangkau dalam pencarian awal. Jalur alternatif yang mungkin korban lalui menjadi prioritas utama penyisiran.
Dukungan Mengalir Deras dari Fakultas!
Sementara itu, suasana haru menyelimuti Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) ITB. Dekan FTSL ITB, Nita Yuanita, menyampaikan bahwa pihak fakultas turut aktif mendukung proses pencarian dengan sepenuh hati. Tak cukup hanya di belakang meja, mereka langsung turun ke lapangan!
Nita menjelaskan bahwa sejumlah perwakilan kampus kini sudah berada di lokasi kejadian. Mereka tidak datang sendiri, melainkan untuk mendampingi keluarga korban yang tentu sedang dilanda cemas luar biasa. Bentuk dukungan moril ini sangat berarti di saat-saat sulit seperti sekarang.
Yang lebih mengharukan lagi, Ketua Program Studi Magister Teknik Lingkungan, Anindrya Nastiti, bersama Andri Gumilar serta sejumlah staf ITB saat ini sudah berada tepat di lokasi kejadian. Mereka siaga membantu apa pun yang keluarga dan tim SAR perlukan.
“Kami mohon doanya sebesar-besarnya ya dari seluruh masyarakat, agar Arief segera ditemukan dalam keadaan sehat dan selamat,” ujar Nita dengan suara bergetar penuh harap.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

