JAKARTA, Desapenari.id – Presiden RI Prabowo Subianto baru saja menyampaikan permohonan maaf yang mengharukan sekaligus pengumuman mengejutkan. Beliau dengan tegas menyatakan tidak akan melanjutkan posisi strategisnya sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI). Keputusan besar ini langsung menjadi buah bibir hangat di kalangan pegiat bela diri dan pengamat politik Tanah Air.
Lalu, apa alasan utama di balik langkah dramatis ini? Ternyata, Prabowo menjelaskan bahwa pundaknya kini memanggul amanat luar biasa sebagai Kepala Negara. Oleh karena itu, beliau merasa sudah tidak mungkin bekerja efektif lagi jika masih memimpin organisasi pencak silat terbesar di Indonesia. “Kesibukan sebagai presiden sangat menyita waktu dan energi saya,” begitu kira-kira inti kegelisahan hati beliau.
Prabowo Blak-blakan: Tiga Tahun Terakhir Saya Kurang Gerak di IPSI
Dengan nada rendah hati, Prabowo kemudian melontarkan permintaan maaf kedua yang tidak kalah menggetarkan. Beliau mengakui bahwa selama tiga tahun terakhir, partisipasinya di lingkungan PB IPSI memang nyaris tidak terlihat. “Saya merasa bersalah karena vakum cukup lama dari aktivitas organisasi,” ucap beliau di hadapan para pendekar dan sahabat seperjuangan.
Selanjutnya, pernyataan mantan Danjen Kopassus ini justru berubah menjadi suntikan semangat yang dahsyat. Meskipun secara resmi melepas jabatan, Prabowo dengan lantang berjanji akan tetap menjadi garda terdepan dukungan untuk PB IPSI. “Sekarang saya presiden, saya pastikan IPSI akan semakin ganas dan jaya!” seru beliau penuh keyakinan, seolah membakar semangat seluruh anggota yang hadir.
34 Tahun Berbakti, Sang Pendekar Nasional Pamit dengan Gaya Ksatria
Menarik untuk disimak, dalam orasinya yang panjang lebar, Prabowo kemudian membuka lembaran kenangan manis perjalanan kariernya. Beliau menjelaskan bahwa dirinya sudah terlibat aktif dalam organisasi pencak silat ini selama 34 tahun lamanya. Bayangkan, lebih dari tiga dekade! Dari masa muda penuh gejolak hingga kini duduk sebagai orang nomor satu di republik ini.
Dengan gerak tubuh yang tegas, Prabowo lalu memohon izin untuk resmi pamit. Bahkan, beliau sampai menyatakan ketidaksediaannya untuk dicalonkan kembali dalam Musyawarah Nasional (Munas) XVI PB IPSI yang berlangsung hari itu juga. “Jangan pilih saya lagi, ya. Saya sudah mantap mundur,” tegas beliau mengulangi penegasannya, disambut decak kagum dan tepuk tangan meriah dari seluruh peserta munas.
“Saya Yakin Ada Penerus Lebih Hebat!” – Prabowo Serahkan Estafet Kepemimpinan
Lebih lanjut, Prabowo mengungkapkan keyakinan luar biasa bahwa organisasi sebesar IPSI tidak akan pernah kehabisan kader terbaik. Beliau meyakini seratus persen bahwa sudah banyak anak-anak penerus generasi emas yang pantas dan layak meneruskan tongkat kepemimpinan di IPSI. “Saya mohon diri. Sebagai ketua umum sebelumnya, dan bahkan sebagai wakil ketua umum dulu, sudah 34 tahun saya berkecimpung,” kenang beliau dengan penuh haru.
Prabowo juga menambahkan komitmennya untuk tetap setia mendampingi, baik dengan menyandang jabatan formal maupun tanpa jabatan sama sekali. “Pendekar sejati tetaplah pendekar, apapun posisinya,” ujar beliau, seolah ingin mengatakan bahwa jiwa ksatria tidak pernah pudar hanya karena berhenti dari sebuah struktur organisasi. Kalimat ini sontak menggetarkan hati ribuan anggota IPSI yang hadir.
Target Olimpiade Belum Tercapai, Prabowo Titipkan Mimpi Besar ke Generasi Baru
Di penghujung pidato perpisahannya, Prabowo sempat menyelipkan satu penyesalan kecil yang justru menunjukkan sisi humanisnya. Beliau dengan rendah hati meminta maaf karena selama masa kepemimpinannya, pencak silat belum juga berhasil menjejakkan kaki di ajang multicabang olahraga paling prestisius sedunia, yaitu Olimpiade. “Saya gagal membawa pencak silat ke Olimpiade,” akunya tanpa tedeng aling-aling.
Namun, alih-alih larut dalam kesedihan, Prabowo langsung menyulut api optimisme yang membara. Beliau menegaskan bahwa perjuangan tidak akan pernah berhenti di sini. “Kita terus berusaha, saya yakin seratus persen pengganti saya nanti akan berhasil menembus Olimpiade!” tutup Prabowo dengan suara lantang yang menggelora. Seruan ini pun disambut orasi yel-yel dukungan dari ribuan pendekar yang bertekad melanjutkan mimpi besar tersebut.
Dengan berakhirnya pidato Presiden sekaligus Ketua Umum terkasih ini, Munas XVI PB IPSI pun memasuki babak baru yang penuh tantangan dan harapan. Kini, seluruh mata tertuju pada proses suksesi kepemimpinan, di mana seorang pendekar baru akan lahir untuk membawa Pencak Silat Indonesia menuju panggung kejayaan dunia.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

