MEDAN, Desapenari.id – Sebuah peristiwa mencekam mengguncang Kota Medan. Bayangkan, seorang pekerja pangkas rambut bernama Viky mendadak mengaku mendapat perlakuan sangat tidak menyenangkan. Bukan hanya makian kasar yang dia terima, namun nyawanya pun terancam ketika sekelompok orang yang mengaku-ngaku polisi dengan berani menodongkan pistol tepat ke kepalanya!
Kronologi Mengerikan yang Dialami Viky
Dengan suara masih bergetar, Viky menceritakan pengalaman traumatisnya kepada awak media pada Rabu (15/4/2026). “Mereka terus memaki-maki kami tanpa henti. Bahkan, mereka sempat menonjok kami dengan keras, lalu menodongkan pistol dingin itu ke kepala teman saya,” ungkap Viky, menggambarkan betapa mencekamnya situasi saat itu.
Berawal dari Perjalanan Pulang yang Tenang
Coba simak baik-baik bagaimana rangkaian peristiwa ini bermula. Semuanya berawal saat Viky bersama sahabatnya, Rofy, baru saja pulang mengunjungi rumah saudaranya. Waktu menunjukkan pukul 02.00 WIB dini hari pada Senin (6/4/2026). Mereka melaju dengan santai seperti biasa di atas kendaraan menuju tempat kerja mereka yang berada di Jalan Mustafa, Kelurahan Glugur Darat I, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan.
Tiba-tiba Diikuti dan Dipanggil Kasar
Sesaat setelah mereka melintasi lampu merah Glugur dan berbelok menuju Jalan Bambu, firasat buruk mulai menghampiri. Viky dengan cemas menyadari adanya sekelompok orang misterius yang terus mengikuti dari belakang. Tanpa basa-basi, kelompok tersebut langsung memanggil-manggil mereka sambil melontarkan kata-kata kasar dan memerintahkan mereka untuk berhenti.
“Kawan saya sempat bertanya, ‘siapa itu?’ Lalu saya bilang, lanjut aja lah kita. Namun, sesampainya di Jalan Alfalah, mereka dengan berani memalang jalan kami. Dari situlah mereka mengeluarkan senjata api, pistol,” tutur Viky dengan nada masih ketakutan.
Sempat Dikira Aksi Begal Biasa
Mata Viky langsung membelalak saat melihat kilau pistol di tangan kelompok tersebut. Spontan, dia mengira bahwa mereka adalah pelaku begal motor yang tengah berburu korban. Tanpa pikir panjang, Viky pun meminta rekannya untuk tetap melaju kencang. Dia sangat khawatir jika berhenti, mereka akan menjadi korban kejahatan jalanan yang sadis.
Setelah berhasil lolos dari kejaran di jalan, mereka langsung tiba di tempat pangkas dengan napas tersengal-sengal. Namun, alangkah terkejutnya mereka karena kelompok misterius itu terus membuntuti hingga ke lokasi. Akhirnya, terjadilah cekcok seru di tempat usaha pangkas tersebut.
“Terjadilah seperti yang terlihat di video itu, cekcok panas. Mereka ada empat orang,” ujar Viky menggambarkan suasana yang semakin memanas.
Teman Ditarik Paksa Keluar
Dalam keributan yang hampir tak terkendali itu, situasi semakin kacau. Salah satu teman Viky dengan paksa dibawa keluar oleh kelompok tersebut. “Udah-udah bawa dia, ikut, ikut,” kata Viky menirukan ucapan salah satu pelaku yang terdengar sangat arogan dan memerintah.
Mengaku Polisi Tapi Tak Bisa Buktikan!
Inilah bagian yang paling membuat geram. Kelompok tersebut dengan lantang mengaku sebagai anggota polisi. Namun, ketika Viky meminta mereka menunjukkan kartu tanda anggota (KTA) sebagai bukti identitas, mereka sama sekali tidak bisa membuktikannya! Mereka malah semakin menjadi-jadi.
“Karena mereka ngaku-ngaku polisi, saya langsung tanyakan, ‘Ada KTA bapak?’ Tapi mereka gak mau tunjukkan. Mereka malah terus memaki-maki kami, lalu menonjok dan menodongkan pistol dingin itu ke kepala kawan saya,” ucap Viky dengan nada kesal dan takut bercampur aduk.
Viky mengaku benar-benar bingung dan tidak mengerti alasan dirinya serta teman-teman diperlakukan seperti kriminal berbahaya.
Damai Ditunggu, Namun Tak Kunjung Datang
Setelah tiga hari penuh kecemasan berlalu, Viky memilih bersabar. Dia menunggu dengan harapan adanya itikad baik dari kelompok tersebut untuk berdamai. Sayangnya, hingga waktu terus berlalu, tidak ada niat baik sama sekali yang datang dari pihak mereka.
“Tiga hari kami tunggu dengan sabar, niat baik dari orang itu. Namun ternyata tidak ada niat baik mereka sama sekali. Karena itu, kami memutuskan untuk buat laporan polisi,” ujar Viky dengan tegas.
Viral di Media Sosial!
Peristiwa mengerikan ini segera menyebar bak api di padang rumput kering. Unggahan akun Instagram @medancrime pada Senin (13/4/2026) langsung membuat publik heboh. Dalam unggahan tersebut, disebutkan dengan jelas bahwa diduga empat orang oknum telah membuat keributan di salah satu tempat usaha pangkas.
Yang lebih mencekam lagi, rekaman kamera pengawas (CCTV) yang beredar luas memperlihatkan secara gamblang salah satu pria dengan arogannya menodongkan senjata api ke kepala seorang warga tak berdosa. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait identitas keempat pria yang mengaku polisi tersebut.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

