Desapenari.id – Wah, tegang lagi nih antara Iran sama Amerika Serikat! Dua negara besar ini kembali adu pernyataan panas-panasan setelah insiden penyitaan sebuah kapal kargo milik Iran di perairan Laut Oman. Seru, kan?
Iran Mencak-mencak: “Itu Perompakan Laut!”
Pihak militer Iran, melalui markas besar Hazrat Khatam al-Anbiya yang dikutip sama media Tasnim pada Senin (20/4/2026), secara gamblang mengonfirmasi kalau kapal mereka memang jadi sasaran operasi militer AS. Dalam pernyataannya, Iran dengan lantang menyebut tindakan Amerika sebagai “perompakan laut” dan pelanggaran berat terhadap gencatan senjata yang sudah disepakati.
Teheran dengan tegas menjelaskan, “Amerika yang suka bertindak agresif itu, dengan seenaknya melanggar gencatan senjata dan melakukan pembajakan di laut, menyerang salah satu kapal dagang kami di perairan Laut Oman. Mereka tidak tanggung-tanggung, menembaki kapal, melumpuhkan sistem navigasinya, lalu mengerahkan marinir untuk naik dan menguasai kapal.” Wah, serem banget kan ceritanya?
Tidak berhenti di situ, Iran juga menegaskan kalau kapal mereka sudah resmi disita. Peringatan keras pun dilontarkan: akan ada balasan setimpal! Pemerintah Iran dengan penuh percaya diri menyatakan, “Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan segera merespons dan membalas habis-habisan tindakan perompakan bersenjata yang dilakukan militer AS ini.” Siap-siap aja, dunia!
Versi AS: “Kami Cuma Tegakkan Aturan, Bro!”
Nah, di lain pihak, Komando Pusat AS (CENTCOM) pun buka suara melalui platform X. Mereka dengan jelas menjelaskan kalau pasukan AS melakukan operasi interdiksi terhadap kapal kargo berbendera Iran karena dianggap melanggar blokade laut. Menurut AS, kapal itu nekat mencoba menuju pelabuhan di Iran. Gila ya, berani-beraninya!
CENTCOM mengungkapkan, mereka sudah memberikan peringatan berkali-kali selama kurang lebih enam jam lamanya. Namun sayang, tidak ada respons sama sekali dari kru kapal. Akhirnya, dengan terpaksa, kapal perusak Spruance melepaskan tembakan ke ruang mesin untuk melumpuhkan kapal tersebut. “Pasukan kami sudah memberikan banyak peringatan dan menginformasikan bahwa kapal ini melanggar blokade AS. Karena kru-nya bandel dan tidak mematuhi perintah, kami terpaksa menembak,” tulis CENTCOM seperti yang dilansir Al Jazeera.
Setelah kapal berhasil dilumpuhkan, barulah Marinir AS dari 31st Marine Expeditionary Unit dengan sigap naik ke kapal tersebut. Kini, kapal kargo itu sudah sepenuhnya berada dalam penguasaan Amerika Serikat. Wuih, kayak film action aja!
Pengamat Berbicara: “Ini Bisa Jadi Deklarasi Perang, Lho!”
Sementara itu, media-media Iran lainnya seperti IRIB dan Mehr News Agency juga ikut meramaikan pemberitaan soal insiden di Laut Oman ini. IRIB dengan cepat melaporkan bahwa kapal kargo bernama Touska diserang sekitar 50 mil dari pelabuhan Chabahar. Bahkan, sebagai bentuk balasan cepat, Iran disebut-sebut sudah meluncurkan serangan drone ke kapal perang AS. Seru kan, saling serang?
Sementara itu, Mehr News Agency punya versi sedikit berbeda. Mereka menyebut kalau pasukan AS awalnya mencoba memaksa kapal Iran untuk kembali ke perairan teritorialnya. Namun, unit Angkatan Laut Garda Revolusi Iran dengan gagah berhasil merespons cepat dan memaksa kapal-kapal AS untuk mundur. Keren banget, kan?
Yang bikin dunia ikutan merinding adalah pernyataan dari Harlan Ullman, penasihat senior di Atlantic Council. Dengan terus terang, ia berpandangan bahwa langkah militer AS ini memiliki implikasi yang super serius. Menurutnya, tindakan ini bisa dianggap sebagai “deklarasi perang” secara tidak langsung!
“Itu adalah tindakan perang, saya ngomong jujur. Anda tidak bisa begitu saja seenaknya melakukan intersepsi dan penyitaan kapal di laut lepas,” ujarnya dengan tegas kepada Al Jazeera. Ia juga menambahkan bahwa tindakan ini jelas-jelas melanggar hukum internasional dan berpotensi besar memperburuk proses negosiasi yang sudah rapuh antara kedua negara. Duh, semoga saja tidak terjadi perang terbuka ya!
Kesimpulannya, situasi di Laut Oman saat ini sedang memanas banget. Kedua pihak sama-sama keras kepala dan tidak mau mengalah. Kapal kargo Iran sudah disita, AS merasa bertindak sesuai aturan blokade, sementara Iran berteriak “perompakan” dan siap membalas. Dunia pun ikut deg-degan menanti babak selanjutnya dari drama ketegangan Timur Tengah ini. Stay tuned, guys!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

