MEDAN, Desapenari.id – Siapa sangka, aksi nekat sekelompok geng motor di Medan berakhir tragis. Seorang pemuda berusia 18 tahun, Ragil Jawara, kini harus berhadapan dengan jerat hukum yang sangat berat. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Medan tanpa ragu menuntutnya dengan hukuman penjara selama 20 tahun penjara!
Tuntutan berat ini langsung membuat publik bergidik. Pasalnya, Jaksa meyakini bahwa Ragil-lah eksekutor yang tega merenggut nyawa seorang pencari pakan ternak babi bernama David Martua Nainggolan. Peristiwa berdarah itu terjadi di Jalan Padang, Kecamatan Medan Tembung, pada Senin (13/10/2025) dini hari.
“Kami menuntut, agar terdakwa Ragil Jawara dijatuhi pidana penjara selama 20 tahun,” tegas JPU Kejari Medan, Elvina Elisabeth Sianipar, saat membacakan surat tuntutan di ruang Cakra 3 Pengadilan Negeri Medan, Kamis (21/5/2026).
Dakwaan Mematikan: Pembunuhan Berencana
Dalam persidangan yang cukup tegang, jaksa mendakwa Ragil telah melakukan pembunuhan berencana. Pasal 459 KUHP pun disodorkan sebagai dakwaan alternatif kedua yang sangat memberatkan. Mendengar tuntutan jaksa yang begitu keras, warga Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung itu hanya bisa tertunduk lesu di kursi pesakitan.
Namun, perjuangan belum usai. Pihak terdakwa Ragil beserta penasihat hukumnya masih diberikan kesempatan untuk membela diri. Mereka akan menyampaikan nota pembelaan atau pleidoi pada sidang berikutnya, Kamis (4/6/2026). Akankah hukuman bisa diringankan? Kita tunggu saja.
Kronologi Mencekam: Tantangan dari ‘Anak Rel’
Lantas, bagaimana awal mula nyawa David melayang sia-sia? Jaksa pun mengupas tuntas kronologi kasus pembunuhan ini. Semuanya bermula pada Minggu (12/10/2025), ketika Ragil mendapat kabar dari rekannya, Farel, melalui pesan Instagram. Farel memberi tahu bahwa sekelompok ‘anak rel’ berani menantang mereka untuk tawuran.
Tanpa pikir panjang, Ragil langsung bergerak. Pada hari itu juga, ia menjemput Farel, Wildan Habib, dan Didit. Kemudian, mereka berkumpul dengan Andra serta Pasha di Gang Terong. Suasana semakin panas saat geng Ragil mengajak seorang anggota geng TGM (Tongkrongan Gejora Medan) bernama Rizki untuk ikut tawuran.
Mereka sepakat untuk bertempur di Jalan Padang pada Senin (13/10/2025) pukul 02.00 WIB dini hari. Rizki pun dengan santainya menyetujui ajakan tersebut.
Senjata Tajam dan Keroyokan Maut
Tak berselang lama, Rizki dan kawan-kawannya mendatangi Gang Terong. Mereka tidak datang dengan tangan kosong. Sekitar 10 anggota geng TGM itu dengan congkaknya membawa kelewang dan senjata jenis cocor bebek. Suasana malam itu langsung berubah mencekam.
Ragil, Didit, Andra, Pasha, dan geng Rizki akhirnya menyatu. Mereka bergerak bersama menuju Jalan Padang sekitar pukul 03.30 WIB. Tujuan mereka jelas: menggertak dan menyerang ‘anak rel’ yang disebut-sebut berada di lokasi.
Sesampainya di Jalan Padang, Ragil langsung melihat dua orang keluar dari sebuah gang dekat rel kereta api. Salah satunya adalah Berry. Dengan provokatif, Berry beberapa kali melempar batu ke arah rombongan Ragil. Sementara itu, korban David Martua Nainggolan berdiri sendiri di samping sebuah becak barang. Ia tidak tahu akan menjadi sasaran amukan Ragil.
Detik-detik Mengerikan: Bacokan di Perut Kiri
Ragil yang membawa senjata tajam jenis cocor bebek pun tiba-tiba mendekati David. Saat Berry kembali melempar batu, Ragil justru menuduh David. “Orang yang lempar batu itu temanmu, ya?” kata Ragil kepada David. Korban yang kebingungan pun hanya sempat menjawab bahwa dirinya tidak ikut-ikutan tawuran.
Namun, perkataan David tidak menggoyahkan niat jahat Ragil. Tanpa peringatan lebih lanjut, Ragil langsung mengayunkan senjata tajamnya dan membacok perut kiri David! Detik itu juga darah segar muncrat.
David yang masih berusaha bertahan pun sempat menangkap dan menarik senjata tajam tersebut. Melihat itu, Pasha yang hanya berjarak sekitar 1 meter dari samping Ragil langsung mengangkat senjatanya. Pasha hendak ikut membacok David. Namun, nyawa David seolah masih diberi kesempatan sesaat. Ia langsung berlari tunggang-langgang ke arah rel sambil memegangi tangan kirinya yang berlumuran darah. Ia berusaha menemui Berry untuk meminta tolong.
Kabur, Tidur, Sekolah, Lantas Lari ke Jakarta!
Melihat tubuh David bersimbah darah, ketiga pelaku langsung panik. Ragil, Andra, dan Pasha tanpa menoleh ke belakang langsung kabur menuju MAN 1 Kreatif. Setelah kejadian mengerikan itu, Ragil ternyata sempat tidur dengan tenangnya. Bahkan, pada pukul 06.30 WIB, ia tetap berangkat ke sekolahnya, SMKN 1 Percut Sei Tuan. Luar biasa!
Di sekolah, kabar kematian David akhirnya sampai ke telinga Ragil. Bukannya menyerah, ia malah meminta izin sakit. Ia kemudian dijemput oleh Egi dan dengan tegas meminta Egi untuk mengantarnya ke Bandara Internasional Kualanamu. Tujuannya? Kabur ke Jakarta!
Buron Dua Hari, Tertangkap di Kos-kosan Jakarta
Di Jakarta, Ragil segera menghubungi abangnya, Rangga. Rangga pun dengan sigap membelikan tiket pesawat dan menyediakan kamar kos untuk adiknya selama masa pelarian. Ragil pun terbang dari Medan pada pukul 21.30 WIB malam itu juga.
Namun, polisi bergerak cepat. Hanya dua hari berselang, tepatnya pada 15 Oktober 2025 pukul 19.00 WIB, petugas berhasil membekuk Ragil di tempat kos-kosan di Jakarta. Ia langsung digelandang dan dibawa ke Polrestabes Medan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kini, Ragil harus merasakan pahitnya kehidupan di balik jeruji besi dan menanti vonis hakim yang bisa membuat masa depannya musnah selama 20 tahun ke depan.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

