BOGOR, Desapenari.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akhirnya mengambil tindakan tegas dengan membongkar jembatan penyeberangan orang (JPO) Paledang yang berada di ruas Jalan Kapten Muslihat. Pembongkaran besar-besaran ini rencananya bakal digelar pada pertengahan Juni 2026 mendatang. Siap-siap ya, warga!
Yang Terjadi Hari Ini? JPO Sudah Tutup Total!
Berdasarkan pantauan langsung pada Minggu (31/5/2026), JPO Paledang kini sudah tidak bisa diakses sama sekali. Warga yang biasa menyeberang dari Jalan Mayor Oking menuju Paledang—atau sebaliknya—pasti merasa kaget karena jembatan ini benar-benar disegel.
Pemasangan Banner Peringatan yang Mencolok
Di sisi jembatan tepat dari arah Jalan Mayor Oking, kita bisa melihat spanduk berwarna kuning mencolok. Pemerintah memasang banner tersebut untuk memberi peringatan dini. Tulisan di banner itu dengan tegas menyatakan bahwa JPO Paledang ditutup karena dinyatakan rusak berat. Hasil penelitian kelayakan konstruksi dari Ditjen Bina Marga Kementerian PU pun jadi acuan utama. Nomor suratnya jelas: BM0503-DO/689 tertanggal 31 Juli. Jadi, jangan coba-coba memaksakan diri ya!
Sejak Kapan JPO Ini Ditutup? Sudah Lama!
Perlu kita ketahui bersama, sebenarnya JPO Paledang sudah tidak beroperasi sejak 20 Agustus 2025. Artinya, sudah berbulan-bulan warga harus mencari alternatif lain untuk menyeberang. Baru sekarang Pemkot bergerak cepat untuk membongkarnya.
Penjelasan Resmi dari Pejabat Pembuat Komitmen
Pejabat Pembuat Komitmen, Dody Wahyudin, memberikan keterangan lengkap kepada kami pada Minggu kemarin. Menurutnya, proses pembongkaran JPO Paledang saat ini tengah memasuki tahap penawaran. Pihaknya mengikuti seluruh prosedur sesuai Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang sudah disusun rapi.
Apa Saja yang Akan Dikerjakan? Bongkar Total!
Dody menjelaskan cakupan pekerjaan ini sangat luas. Tim nantinya akan membongkar seluruh elemen non-struktural dan struktural JPO. Tidak tanggung-tanggung, mereka juga akan mengangkut semua material bongkaran hingga membersihkan lokasi. Target akhirnya adalah pemulihan kondisi kawasan pasca pembongkaran agar kembali rapi dan aman. Pekerjaan ini dilakukan secara menyeluruh, tidak ada yang tersisa!
Berapa Lama Prosesnya? Dua Bulan Penuh!
Pekerjaan pembongkaran ini diperkirakan memakan waktu sekitar 60 hari kalender. Hitungannya dimulai sejak diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK). Dody optimis tim bisa bekerja cepat meski durasinya dua bulan.
Target Pelaksanaan: Pertengahan Juni 2026
“Pelaksanaannya kita targetkan di pertengahan bulan Juni,” tegas Dody saat dihubungi. Meskipun rencana kerja menyebutkan 60 hari kalender, pihaknya akan memaksimalkan kinerja agar selesai lebih cepat. Apalagi, ruas jalan ini termasuk jalan utama yang ramai dilalui kendaraan. Semua orang pasti setuju jika pembongkaran harus selesai secepatnya.
Kepala Dishub Angkat Bicara Soal Teknis Pembongkaran
Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor itu juga mengungkapkan strategi khusus. Pembongkaran bangunan utama JPO yang melintang di atas jalan raya tidak akan dilakukan sembarangan. Mereka memilih waktu malam hari untuk meminimalisir dampak.
Jam Malam yang Sudah Ditentukan: 23.00 – 04.00 WIB
Pelaksanaan pembongkaran bagian utama akan dimulai sekitar pukul 23.00 WIB hingga 04.00 WIB. Mengapa jam segitu? Sederhana saja, karena setelah penumpang kereta dari rute Jakarta-Bogor yang terakhir sudah tidak ada lagi. Dengan begitu, aktivitas lalu lintas tidak terlalu padat.
Alasan Keselamatan Jadi Prioritas Utama
Dody menambahkan alasan kuat di balik pemilihan waktu malam. “Kalau pembongkaran yang melintang itu malam hari, karena kami harus menutup kedua arus jalan,” jelasnya. Penutupan total ini penting demi keselamatan pengguna jalan. Selain itu, pihaknya juga memikirkan keselamatan para pekerja yang melakukan pembongkaran. Tidak ada yang mau ambil risiko, kan?
Dana Pembongkaran dari Mana? Pakai APBD 2026!
Berdasarkan informasi resmi dari laman LPSE Kota Bogor, pembongkaran JPO Paledang menggunakan dana murni dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026. Nilai anggaran yang disiapkan cukup fantastis, yakni sebesar Rp 342 juta. Uang ini akan dipakai untuk membayar semua tahapan, mulai dari pembongkaran, pengangkutan material, hingga pemulihan lokasi.
Yang Perlu Diperhatikan Warga Selama Pembongkaran
Sobat, selama proses pembongkaran berlangsung di pertengahan Juni nanti, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan bersama. Pertama, arus lalu lintas di Jalan Kapten Muslihat akan ditutup total pada malam hari. Kedua, tidak akan ada akses penyeberangan melalui JPO tersebut. Ketiga, material bangunan yang dibongkar akan diangkut secara bertahap, jadi mungkin akan ada sedikit gangguan di sekitar lokasi.
Solusi Alternatif bagi Pejalan Kaki
Meskipun JPO dibongkar, jangan khawatir! Para pejalan kaki tetap bisa menyeberang dengan mengikuti arahan petugas di lapangan. Dishub Kota Bogor pasti akan menyiapkan rambu-rambu dan petugas pengamanan di lokasi. Mereka juga akan mengarahkan warga untuk menggunakan zebra cross sementara atau mencari rute alternatif yang lebih aman. Jadi, tetap tenang dan selalu perhatikan instruksi petugas ya!
Sebagai catatan akhir, jembatan yang selama ini membantu warga menyeberang di Jalan Kapten Muslihat itu akan segera lenyap. Pembongkaran pertengahan Juni 2026 menjadi babak baru bagi lalu lintas di wilayah Paledang. Walaupun ditutup karena tidak layak, Pemkot Bogor memastikan proses ini berjalan dengan aman, terkendali, dan tepat waktu.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

