JAKARTA, Desapenari.id – Geger! Sebanyak 58 calon pengantin kini diduga kuat menjadi sasaran empuk penipuan yang dilakukan oleh Wedding Organizer (WO) Marwah. Kabar mengejutkan ini langsung menghebohkan jagat maya dan meresahkan para pasangan yang tengah bersiap menuju pelaminan.
Baru 24 Korban yang Terdata, Kerugian Sudah Mengerikan
Setelah melakukan pendataan awal, polisi baru mencatat 24 korban yang berhasil diidentifikasi. Namun, dari jumlah yang masih segelintir itu saja, total kerugian yang dilaporkan sudah mencapai angka fantastis, yaitu sekitar Rp2,6 miliar! Bayangkan, berapa banyak lagi uang rakyat yang raib jika semua korban sudah terdata semua?
“Per hari ini, dari 24 korban yang sudah kami data, total kerugian yang mereka alami mencapai kurang lebih Rp2.658.885.000,” ungkap Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol. Alfian Nurrizal, melalui akun resmi TikTok pribadinya, @alfiannurrizal.id, pada Minggu (31/5/2026). Pengakuan tegas ini langsung menjadi sorotan publik.
Polres Metro Jakarta Timur mengungkap data ini tepat setelah berhasil mengamankan pemilik WO Marwah yang diduga kuat sebagai otak di balik kasus penipuan mengerikan ini. Penangkapan ini disambut lega oleh para korban yang selama ini gigih menuntut keadilan.
Berdasarkan pendataan sementara yang masih berjalan cepat, polisi menemukan fakta bahwa total ada 58 calon pengantin yang diduga menjadi korban. Jumlah ini dipastikan masih akan terus membengkak seiring waktu. Sungguh memprihatinkan!
Ada yang Sudah Menikah, Tapi Fasilitas Melayang!
Lebih menyedihkan lagi, dari sekian banyak korban, dua pasangan calon pengantin ternyata sudah nekat melangsungkan pernikahan mereka. Namun, alih-alih mendapatkan hari bahagia, mereka justru tidak mendapatkan fasilitas apapun sesuai dengan janji manis WO Marwah. Bisa dibayangkan betapa kecewanya kedua pasangan tersebut di momen sakral mereka.
Sementara itu, 56 pasangan lainnya masih belum bisa melaksanakan acara pernikahan yang sudah matang mereka rencanakan. Harapan untuk menggelar pesta impian pun sirna sudah. Banyak di antara mereka yang sudah memesan gedung, katering, dekorasi, hingga rias pengantin, tapi semuanya gagal total karena ulah WO nakal ini.
Pihak kepolisian dengan tegas menyatakan bahwa jumlah korban dan nilai kerugian masih sangat mungkin bertambah secara signifikan. Proses pendataan dan pemeriksaan terhadap korban lainnya masih terus berlangsung tanpa henti. Tim gabungan bekerja ekstra keras untuk mengungkap seluruh jaringan penipuan ini.
“Angka kerugian masih sangat berpotensi melonjak drastis seiring berjalannya proses pendataan dan pemeriksaan terhadap korban-korban lain yang masih kami lakukan,” demikian keterangan resmi dari Kombes Pol. Alfian Nurrizal. Pernyataan ini tentu membuat para korban lain yang belum melapor semakin cemas.
Pertemuan Panas: Korban Berhadapan dengan Pemilik WO Marwah
Dalam unggahan TikTok yang sama, terlihat cuplikan pertemuan yang cukup panas antara para korban WO Marwah dengan dua orang yang diduga kuat sebagai pelaku. Keduanya tampak sudah diamankan di Polres Metro Jakarta Timur. Pertemuan yang cukup menegangkan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Alfian dan juga dihadiri oleh para penyidik Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur serta puluhan korban yang memadati ruangan.
Dalam suasana yang mencekam itu, para korban dengan lantang dan berapi-api meminta pertanggungjawaban atas kerugian besar yang mereka alami. Tak ada lagi rasa sungkan atau takut. Rasa sakit hati dan kecewa karena rencana pernikahannya hancur membuat mereka bersuara keras.
Salah seorang korban dengan tegas dan penuh keyakinan menyampaikan bahwa fokus utama mereka bukanlah membalas dendam, melainkan satu: pengembalian seluruh kerugian yang sudah mereka keluarkan. “Kami hanya menuntut tanggung jawab. Intinya cuma itu,” ujar korban tersebut dengan nada dingin namun menusuk. Kalimat pendek ini langsung mendapat sambutan riuh dari korban lainnya yang hadir.
Klaim Mengejutkan: Pemilik WO Mengaku Juga Dirugikan!
Di tengah desakan kuat dari para korban, seorang perempuan yang diduga sebagai pemilik WO Marwah justru melontarkan pernyataan yang sontak membuat suasana semakin memanas. Dengan mimik wajah yang tampak memelas, ia mengaku juga mengalami kerugian besar dalam perkara ini.
“Kami benar-benar ingin menjelaskan situasi kami yang sebenarnya, karena memang jujur kami juga yang paling dirugikan di sini,” katanya dengan suara bergetar.
Begitu pernyataan ini keluar, seketika riuh rendah protes dan teriakan kemarahan pun bergema dari para korban yang hadir. Mereka merasa dilecehkan. Bagaimana mungkin pelaku mengaku sebagai korban?
Melihat suasana yang mulai tidak kondusif dan hampir memanas menjadi adu mulut, Kapolres Alfian pun sigap bertindak. Dengan wewenangnya, ia segera meminta seluruh korban untuk menahan emosi dan mendengarkan penjelasan dari tersangka terlebih dahulu. “Jawab dulu. Jawab dulu semua penjelasannya,” tegas Alfian dengan suara lantang namun tetap tertib. Para korban pun akhirnya sedikit melunak.
Nekat: “Kalau Saya Tidak Dipenjara, Uang Kembali 6 Bulan!”
Dalam kesempatan yang sama, perempuan yang diduga sebagai pemilik WO Marwah itu kembali mengeluarkan pernyataan kontroversial. Ia menyatakan kesediaannya untuk mengembalikan seluruh kerugian para korban, namun dengan satu syarat yang sangat mengagetkan: apabila dirinya tidak menjalani hukuman pidana penjara.
Dengan percaya diri yang justru membuat banyak orang geleng-geleng kepala, ia berkata, “Kalau saya tidak dihukum penjara, Insya Allah saya bisa berusaha mengembalikan semua uang korban dalam waktu enam bulan. Kalau Marwah bangkrut sekalipun, saya bisa membangun usaha yang lain dari nol lagi.” Ucapan ini sontak memicu spekulasi dan kemarahan baru. Apakah ini bentuk pengancaman? Atau hanya keputusasaan semata?
Mendengar pernyataan yang dinilai arogan tersebut, Kombes Pol. Alfian Nurrizal bukannya terpengaruh. Dengan tegas dan profesional, ia menegaskan bahwa pihaknya akan mengusut tuntas perkara ini hingga ke akar-akarnya. Proses hukum akan berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku tanpa pandang bulu. Tidak ada toleransi sedikit pun bagi para penipu yang merusak hari bahagia orang lain.
Peringatan Keras untuk Masyarakat: Segera Lapor!
Di akhir pernyataannya, Kapolres juga menyampaikan imbauan keras sekaligus ajakan terbuka kepada seluruh masyarakat yang merasa dirinya menjadi korban dari WO Marwah. Ia meminta mereka untuk segera melapor tanpa rasa takut atau malu. Setiap laporan yang masuk akan menjadi amunisi penting bagi proses penyidikan dan pendataan korban secara menyeluruh.
“Jangan ada yang diam! Setiap laporan kalian sangat berharga untuk memastikan pelaku mendapatkan hukuman seberat-beratnya,” tegas Alfian.
Kasus ini menjadi pengingat pahit bagi kita semua. Sebelum memilih WO untuk hari spesial, pastikan kalian melakukan riset mendalam. Jangan tergiur harga murah atau janji manis semata. Cek track record, minta pertemuan tatap muka, dan jangan ragu untuk bertanya ke calon pengantin lain yang pernah menggunakan jasanya. Lebih baik mencegah daripada menjadi korban berikutnya.
Proses hukum masih panjang, namun para korban mulai bisa bernapas lega. Setidaknya pelaku sudah diamankan. Kini tinggal menunggu bagaimana pertanggungjawaban hukum dan finansial yang akan diberikan. Satu yang pasti: kasus WO Marwah ini belum selesai. Kerugian bisa terus membengkak, dan nama-nama baru korban terus bermunculan.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

