KARANGASEM, Desapenari.id – Kejadian mengejutkan terjadi di sebuah desa di Bali! Bayangkan, warga Desa Selat, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, tiba-tiba didatangi tamu tak diundang berupa seekor kijang liar yang terluka dan nekat masuk ke pekarangan rumah mereka.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali, Ratna Hendratmoko, langsung memberikan klarifikasi. “Hewan itu kami temukan dalam kondisi terluka pada Sabtu (6/6/2026) pagi,” ujarnya.
Petugas pun segera bergerak cepat. Bersama aparat kepolisian dan dokter hewan, mereka langsung mengevakuasi satwa malang tersebut untuk segera mendapatkan perawatan intensif.
Hasil pemeriksaan awal membuat tim cukup prihatin. Kijang tersebut ternyata mengalami luka di punggung kanan, tanduk, dan kakinya. Petugas menduga kuat luka itu terjadi setelah satwa tersebut terjatuh ketika berusaha mati-matian melompati pagar rumah warga.
Ratna Hendratmoko, yang akrab disapa Moko, menjelaskan situasinya dengan rinci. “Saat menerima informasi, tim saya langsung melesat menuju lokasi untuk memberikan penanganan secepatnya,” ujar Moko dalam keterangan resminya pada Minggu (7/6/2026). “Saat kami temukan, satwa ini masih bernyawa, tapi lukanya cukup parah sehingga butuh pertolongan medis tanpa boleh ditunda sedikit pun,” tambahnya.
Setelah berhasil diamankan, kijang tersebut langsung mendapatkan perawatan medis darurat. Dokter hewan dari Puskeswan Selat, drh Sri Indrayani, yang bertindak cepat menangani luka-luka sang hewan. Namun, kondisi kijang ternyata masih membutuhkan observasi lebih lanjut dan perawatan lanjutan yang lebih intensif. Karena alasan inilah, tim kemudian memutuskan untuk memindahkan kijang tersebut ke Bali Zoo. Di sana, para ahli akan memantau kesehatannya secara lebih saksama dan penuh perhatian.
Moko pun tak lupa melontarkan apresiasi setinggi-tingginya. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Desa Selat. Mereka sudah mengambil langkah yang sangat tepat dan cerdas dengan segera melaporkan keberadaan satwa liar ini kepada pihak berwenang,” puji Moko.
Tak hanya memuji, Moko juga menyelipkan pesan penting bagi seluruh masyarakat. Ia mengingatkan dengan tegas agar jangan pernah coba-coba menangani satwa liar secara mandiri jika suatu saat menemukannya di lingkungan permukiman. “Ini demi keselamatan kalian sendiri sekaligus keselamatan hewan tersebut,” tegasnya.
Lalu, apa yang harus dilakukan warga jika mengalami kejadian serupa? Moko memberikan panduan yang jelas. “Apabila masyarakat menemukan satwa liar yang masuk ke area permukiman, dalam kondisi terluka, atau tampak membutuhkan pertolongan, kami imbau segera laporkan ke BKSDA Bali,” pesannya. “Bisa melalui Call Center BKSDA Bali atau langsung ke petugas resor KSDA setempat. Jangan ditunda-tunda!” tambahnya.
Moko juga memberikan edukasi penting mengenai status hewan ini. Kijang, jelasnya, merupakan salah satu satwa yang dilindungi undang-undang di Indonesia. Perlindungan ini diatur secara resmi dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106 MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.
Menariknya, berdasarkan Daftar Merah International Union for Conservation of Nature (IUCN), spesies kijang ini berstatus “least concern” (LC) atau Risiko Rendah secara global. Meskipun statusnya tergolong aman di level dunia, Moko dengan bijak mengingatkan bahwa kita tak boleh lengah. “Upaya perlindungan dan pengelolaan habitat tetap sangat kita perlukan. Ini penting untuk memastikan populasi mereka tetap lestari di alam dan fungsi ekologisnya tetap terjaga,” jelasnya.
Lantas, apa peran penting kijang di alam? Moko menjelaskannya dengan lugas. “Satwa ini punya peran ekologis yang krusial dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan,” ujarnya. “Mereka membantu penyebaran biji-bijian dan menjadi bagian tak terpisahkan dari rantai makanan di habitat aslinya.”
Di Pulau Dewata sendiri, kijang masih bisa kita jumpai di kawasan hutan. Habitat favorit mereka biasanya berada di wilayah yang berbatasan langsung dengan lereng Gunung Agung yang megah. Namun, kemunculan hewan pemalu ini di area permukiman warga tergolong sangat jarang terjadi. Karena itulah kejadian kali ini terbilang istimewa sekaligus mengkhawatirkan.
Kesimpulannya, respons cepat dari warga yang melapor dan tindakan sigap tim BKSDA bersama kepolisian serta dokter hewan patut kita acungi jempol. Berkat kerja sama yang solid, seekor satwa dilindungi yang terluka kini mendapatkan perawatan layak di Bali Zoo. Semoga kijang ini segera pulih dan bisa kembali berkeliaran bebas di habitat alaminya di lereng Gunung Agung yang asri!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

