JAKARTA, Desapenari.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah bergerak cepat membangun fasilitas olahraga impian di kawasan Sekolah Rakyat, tepatnya di Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu. Bayangkan, sebuah lapangan sepak bola berumput natural dengan standar FIFA kini sedang bertransformasi dari lahan kosong menjadi arena kebanggaan warga!
Berbeda dari lapangan pada umumnya, proyek prestisius ini mengusung rumput alami jenis Zoysia matrella Linmer yang terkenal dengan teksturnya yang lembut namun tetap kokoh. Sementara itu, bagian pinggir lapangan sengaja ditanami rumput gajah mini yang fungsinya tak sekadar mempercantik tampilan, tetapi juga memperkuat struktur tepi lapangan. Sungguh pilihan tanaman yang sangat strategis, bukan?
Menariknya, fasilitas olahraga megah ini tak berhenti pada lapangan hijau semata. Pemerintah juga menyematkan lintasan atletik atau running track dengan lebar mencapai 7,8 meter yang mengelilingi area permainan. Dengan demikian, para siswa tidak hanya bisa mengejar bola, tetapi juga mengasah kecepatan lari mereka di lintasan berstandar internasional!
Tentu saja, kehadiran fasilitas olahraga super lengkap ini diharapkan mampu menjadi lokomotif pengembangan prestasi siswa di bidang olahraga. Jangan heran jika kelak dari sekolah ini lahir bibit-bibit pesepakbola tangguh dan pelari cepat yang mengharumkan nama daerah bahkan bangsa!
Lebih dari Sekadar Lapangan: Kawasan Pendidikan Super Terpadu!
Tak cukup hanya dengan lapangan sepak bola yang bikin terpana, Sekolah Rakyat ini dibangun di atas lahan strategis seluas 9,2 hektar dengan total luas bangunan mencapai 27.372 meter persegi. Wah, bisa dibayangkan betapa lega dan nyamannya kawasan ini!
Area hijau menjadi prioritas utama karena pemerintah menyediakan ruang terbuka hijau (RTH) yang sangat luas, yakni 69.628 meter persegi. Kebayangkan, udara segar dan pemandangan asri akan menjadi teman sehari-hari bagi seluruh penghuni sekolah!
Belum cukup membuat kita tercengang, lokasi kawasan pendidikan terpadu ini ternyata dikelilingi oleh perkebunan pohon jati yang rindang. Suasana belajar pun bakal terasa menenangkan, apalagi posisinya tidak jauh dari Gerbang Tol (GT) Cikedung. Akses masuk dan keluar pun semakin mudah!
Progres Pembangunan Tembus 80%, Pekerja Dikerahkan Ratusan!
Beralih ke kabar pembangunan, Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program strategis Presiden Prabowo Subianto yang memiliki misi mulia memutus rantai kemiskinan ekstrem. Caranya? Dengan meningkatkan akses pendidikan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.
Menurutnya, percepatan pembangunan boleh saja dikejar, tetapi kualitas bangunan tidak bisa ditawar-tawar. “Paling penting, kualitas bukan sesuatu yang boleh dikorbankan. Saya paling anti mengorbankan kualitas, apapun yang terjadi, bangunan Sekolah Rakyat ini harus bertahan lama,” tegas Dody dengan penuh semangat saat dikutip Senin (29/06/2026).
Lalu, bagaimana progresnya di lapangan? Kepala Satuan Kerja Prasarana Strategis Jawa Barat, Tomi Hendratno, membeberkan bahwa hingga 28 Juni 2026, pembangunan fisik telah mencapai angka fantastis 80,16 persen. Proyek besar ini melibatkan sekitar 920 tenaga kerja yang bergotong royong mewujudkan mimpi pendidikan berkualitas.
Total anggaran yang digelontorkan untuk proyek ini mencapai Rp 236 miliar, dan pengerjaannya dipercayakan kepada dua kontraktor andal, yaitu PT Brantas Abipraya dan PT Uno Tanoh Seuramoh. Saat ini, tahap penyelesaian akhir atau finishing tengah berlangsung, termasuk penuntasan penutupan atap yang dipastikan rampung dalam pekan ini!
Fasilitas Lengkap: Ada Asrama, Rumah Susun Guru, hingga Gedung Serbaguna!
Memang, Sekolah Rakyat tidak sekadar menghadirkan lapangan sepak bola yang spektakuler. Kawasan ini dilengkapi dengan gedung sekolah untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, serta laboratorium modern yang siap menunjang proses belajar mengajar.
Belum lagi, asrama siswa yang nyaman, rumah susun guru, gedung serbaguna, dan lapangan upacara turut melengkapi fasilitas di kawasan terpadu ini. Semua dirancang untuk mendukung kegiatan belajar mengajar sekaligus pembinaan karakter siswa agar tumbuh menjadi generasi unggul.
Menariknya, kendala akses menuju lokasi proyek menjadi catatan tersendiri. Tomi menjelaskan, sekitar 2,2 kilometer jalan menuju proyek masih belum memiliki perkerasan. Namun, pihaknya tidak tinggal diam! Koordinasi dengan Direktorat Jenderal Bina Marga segera dilakukan untuk mempercepat peningkatan akses melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).
Jadi, dapat disimpulkan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat di Indramayu bukanlah proyek biasa. Ini adalah investasi besar untuk masa depan pendidikan dan olahraga Indonesia. Dengan segala keunggulan fasilitasnya, jangan heran jika kelak sekolah ini menjadi rujukan dan kebanggaan baru bagi tanah air!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

