BANDAR LAMPUNG, Desapenari.id – Polda Lampung langsung tancap gas meningkatkan kesiapsiagaan setelah status aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) resmi dinaikkan menjadi Level III atau Siaga. Bukan main-main, selain mengaktifkan Satgas Aman Nusa, kepolisian juga langsung menguatkan Posko Bencana Alam dan memperketat patroli di seluruh wilayah pesisir guna mengantisipasi potensi dampak vulkanik yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Langkah cepat ini diambil demi memastikan seluruh personel dan sarana penanggulangan bencana benar-benar siap digerakkan dalam sekejap apabila kondisi darurat muncul.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, dengan tegas menyampaikan bahwa berbagai persiapan matang telah lama disusun. Posko Bencana Alam, misalnya, sudah berdiri kokoh di Mapolda Lampung dan di seluruh polres, lengkap dengan satgas penanggulangan bencana masing-masing. Seiring dengan melonjaknya status Gunung Anak Krakatau menjadi Siaga, pihaknya pun langsung mengaktifkan Satgas Aman Nusa agar respons terhadap masyarakat bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran apabila terjadi situasi yang memerlukan penanganan darurat.
Menurut Yuni, kesiapsiagaan kali ini tidak hanya berfokus pada penyiapan personel semata, melainkan juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, TNI, dan berbagai instansi terkait. Dengan begitu, penanganan dapat dilakukan secara terpadu dan sinergis jika aktivitas Gunung Anak Krakatau terus menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan.
Patroli Laut Makin Diperketat Tanpa Ampun
Tak hanya menyiagakan personel di daratan, Polda Lampung juga memperketat pengawasan di perairan Selat Sunda melalui jajaran Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Polairud). Patroli rutin pun langsung digencarkan untuk memantau secara langsung aktivitas di sekitar Gunung Anak Krakatau sekaligus menyampaikan imbauan keselamatan kepada masyarakat pesisir. Personel Polair terus bergerak aktif melakukan patroli dan berkoordinasi erat dengan instansi terkait guna memantau perkembangan aktivitas vulkanik yang dinamis.
Tak lupa, pihak kepolisian juga mengingatkan para nelayan agar tidak melaut terlalu dekat dengan kawasan gunung demi keselamatan bersama. Imbauan ini disampaikan dengan tegas mengingat risiko tinggi yang mengintai jika aktivitas di laut dilakukan tanpa kewaspadaan.
Warga Diminta Patuh dan Jangan Mudah Percaya Hoaks
Lebih lanjut, Yuni mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan wisatawan, untuk mematuhi rekomendasi pemerintah dengan tidak memasuki radius tiga kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Ia juga meminta masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan selalu mengikuti perkembangan resmi dari Badan Geologi, BMKG, maupun pemerintah daerah. Yang terpenting saat ini adalah meningkatkan kewaspadaan tanpa menimbulkan kepanikan, karena ketenangan adalah kunci utama dalam menghadapi situasi darurat.
“Patuhi setiap rekomendasi resmi dari pemerintah dan jangan sebar informasi yang tidak jelas sumbernya, ya! Tetap tenang, waspada, dan selalu ikuti arahan dari petugas di lapangan demi keselamatan kita semua,” pesan Yuni dengan nada santai namun penuh penekanan.
Status Naik: Dari Waspada Menjadi Siaga!
Sebelumnya, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi menaikkan status Gunung Anak Krakatau dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) pada Kamis, 2 Juli 2026, pukul 16.30 WIB. Keputusan ini diambil setelah hasil pemantauan menunjukkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan, yang ditandai dengan lonjakan gempa vulkanik, meningkatnya emisi gas sulfur dioksida (SO₂), deformasi tubuh gunung, hingga erupsi yang mulai terjadi. Badan Geologi pun merekomendasikan agar masyarakat, wisatawan, dan nelayan tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat kawah Gunung Anak Krakatau serta terus memantau informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas gunung tersebut.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

