PONTIANAK, Desapenari.id – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, melontarkan desakan keras kepada PT PLN (Persero) agar segera menuntaskan perbaikan pembangkit yang alami gangguan teknis. Ia menegaskan, jangan sampai pemadaman listrik bergilir yang menerpa sejumlah wilayah ini berlarut-larut dan menyengsarakan masyarakat.
Menurut pandangan Norsan, rakyat sudah terlalu lama merasakan getirnya pemadaman yang berlangsung hingga lima sampai enam jam setiap harinya. Ia pun menyuarakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang kian meresahkan warga tersebut.
“Masyarakat sudah terlalu lama menanggung dampak pemadaman yang mencapai 5 hingga 6 jam setiap hari,” ujar Norsan kepada wartawan, Sabtu (4/7/2026).
Gubernur Minta PLN Segera Benahi Mesin Rusak
Lebih lanjut, Norsan mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah menjalin komunikasi intensif dengan PLN dan berbagai pihak terkait guna menguak akar penyebab terganggunya pasokan listrik. Pemprov Kalbar bahkan sempat melakukan pengecekan mendalam untuk memastikan apakah gangguan tersebut bersumber dari kendala pasokan bahan bakar.
Namun demikian, setelah menerima penjelasan resmi, pihaknya mendapatkan fakta bahwa penyebab utamanya adalah kerusakan yang menimpa salah satu mesin pembangkit. Hal ini tentu menjadi temuan yang cukup mengejutkan mengingat sebelumnya sempat muncul spekulasi soal kelangkaan BBM.
“Kita sudah menyampaikan kepada PLN, juga kepada Pertamina, takutnya ada hubungannya dengan pasokan minyak. Tapi ternyata dikonfirmasi bahwa ada mesin yang mengalami kerusakan,” jelas Norsan dengan nada tegas.
Menurut pengamatannya, pemadaman listrik yang berkepanjangan ini bukan sekadar masalah teknis biasa. Ia melihat dampaknya telah merambat ke berbagai sendi kehidupan masyarakat, mulai dari aktivitas rumah tangga hingga roda perekonomian para pelaku usaha yang kian terhambat.
Oleh karena itu, Norsan mendesak manajemen PLN untuk menjadikan percepatan perbaikan pembangkit sebagai prioritas utama. Ia meminta agar langkah-langkah konkret segera diambil demi memulihkan pasokan listrik ke kondisi normal.
Dengan nada yang penuh empati, Gubernur Kalbar itu kembali menekankan pentingnya tindakan cepat dari pihak PLN.
“Saya minta tolong kepada pimpinan PLN untuk sesegera mungkin memperbaiki mesin yang rusak itu. Kasihan masyarakat yang terkena imbas matinya listrik sampai lima hingga enam jam,” tegas Norsan dengan penuh haru.
PLN Pasang Target: Perbaikan Rampung Dalam Sepekan
Sementara itu, dari sisi perusahaan kelistrikan, PLN sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa gangguan pasokan listrik di Kalimantan Barat dipicu oleh kebocoran boiler pada salah satu unit pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Kejadian ini tentu menjadi pukulan berat bagi sistem kelistrikan di wilayah tersebut.
Akibat insiden teknis tersebut, kemampuan pasok sistem kelistrikan mengalami penurunan signifikan. Sebagai langkah antisipasi, perusahaan pun terpaksa menerapkan skema pemadaman bergilir dengan tujuan menjaga keandalan jaringan agar tidak terjadi blackout total yang lebih parah.
PLN memproyeksikan proses perbaikan akan memakan waktu sekitar satu pekan ke depan. Namun demikian, selama masa perbaikan berlangsung, pihaknya mengakui bahwa pengaturan operasi sistem dan pemadaman bergilir masih berpotensi terus dilakukan di sejumlah wilayah sesuai dengan kondisi kelistrikan yang dinamis.
Dampak Sosial dan Ekonomi Mengkhawatirkan
Tidak dapat dipungkiri, pemadaman listrik yang berkepanjangan ini telah memicu berbagai keluhan dari warga. Banyak ibu rumah tangga mengeluhkan ketidaknyamanan karena bahan makanan di kulkas mulai membusuk. Sementara itu, para pengusaha kecil dan menengah mengaku mengalami penurunan omzet yang cukup signifikan.
Anita, seorang pemilik warung makan di Pontianak, mengungkapkan bahwa usahanya terpaksa tutup lebih cepat karena tidak bisa mengoperasikan peralatan elektronik. “Kalau mati lampu begini, saya gak bisa simpan lauk di kulkas. Akhirnya jualan seadanya dan rugi banyak,” keluhnya.
Situasi serupa juga dirasakan oleh para pelaku usaha salon dan bengkel yang sangat bergantung pada pasokan listrik. Mereka berharap pemerintah daerah dan PLN dapat segera menemukan solusi jitu agar aktivitas ekonomi tidak semakin terpuruk.
Langkah Pemerintah Provinsi dan Koordinasi Antar Instansi
Menghadapi situasi genting ini, Pemprov Kalbar tidak tinggal diam. Norsan memastikan bahwa pihaknya terus melakukan koordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk memantau perkembangan perbaikan. Bahkan, ia menyebutkan bahwa komunikasi dengan PLN berlangsung secara intensif setiap hari.
“Kami terus mengawal persoalan ini. Setiap hari kami minta update dari PLN,” ungkap Norsan. Ia pun berharap koordinasi antara pemerintah provinsi, PLN, dan Pertamina dapat berjalan dengan baik sehingga tidak ada lagi kendala yang menghambat proses pemulihan.
Selain itu, Norsan juga mengimbau masyarakat untuk tetap bersabar dan memahami situasi yang sedang terjadi. Menurutnya, pemadaman bergilir adalah langkah terbaik yang bisa diambil PLN demi menjaga stabilitas sistem kelistrikan secara keseluruhan.
Harapan Besar Masyarakat
Di tengah situasi yang sulit ini, masyarakat Kalbar menaruh harapan besar pada pemerintah dan PLN. Mereka berdoa agar perbaikan dapat selesai lebih cepat dari target yang ditetapkan. Pasalnya, kehidupan sehari-hari mereka sangat bergantung pada ketersediaan listrik yang stabil.
Salah satu warga, Budi Santoso, mengaku sudah mulai kehilangan kesabaran. “Ini sudah seminggu lebih mati lampu bergilir. Kami capek, anak-anak juga susah belajar malam-malam,” ujarnya dengan nada putus asa.
Namun demikian, sebagian masyarakat juga memahami bahwa gangguan teknis seperti ini tidak bisa diselesaikan secara instan. Mereka berharap PLN dapat bekerja maksimal dan transparan dalam memberikan informasi mengenai perkembangan perbaikan.
Penutup: Jangan Biarkan Rakyat Terlunta-lunta
Dengan segala dinamika yang terjadi, jelas bahwa persoalan pemadaman listrik di Kalbar membutuhkan perhatian serius dari semua pihak. Ria Norsan telah menyuarakan aspirasi rakyat dengan tegas dan jelas. Kini, tinggal bagaimana PLN merespons desakan tersebut dengan tindakan nyata.
Masyarakat berharap agar pemadaman yang berkepanjangan ini segera berakhir. Mereka rindu akan kenyamanan menjalankan aktivitas tanpa terganggu oleh gelapnya malam yang sunyi. Sudah saatnya pemerintah dan PLN bahu-membahu mengatasi krisis ini demi kebaikan bersama.
Semoga target perbaikan dalam sepekan dapat tercapai dan pasokan listrik kembali normal. Jika tidak, bisa dipastikan gelombang protes akan semakin keras terdengar dari berbagai penjuru Kalimantan Barat. Mari kita nantikan kabar baik dari PLN dalam waktu dekat!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

