YOGYAKARTA, Desapenari.id – Sebuah peristiwa mengejutkan sekaligus memilukan mengguncang suasana perjalanan kereta api pagi hari. Para petugas yang tengah berjaga di dalam rangkaian Kereta Api (KA) Sancaka 84B jurusan Yogyakarta menuju Surabaya Gubeng mendadak dikejutkan oleh temuan yang tak terduga pada Sabtu (4/7/2026) pagi. Saat mereka secara rutin memeriksa setiap sudut gerbong untuk memastikan kenyamanan dan keamanan penumpang, sebuah tangisan kecil justru terdengar samar-samar dari balik pintu toilet di area premium. Betapa terkejutnya mereka ketika membuka pintu tersebut, di sanalah terbaring seorang bayi mungil yang ditinggalkan begitu saja di dalam Kereta Eksekutif 3. Tanpa membuang waktu, tim petugas langsung bergerak cepat menyelamatkan nyawa bayi malang tersebut dan segera mengevakuasinya ke stasiun terdekat untuk mendapatkan perawatan medis intensif.
Menyadari betapa krusialnya situasi tersebut, para awak kereta tidak tinggal diam dan segera mengaktifkan protokol darurat internal. Mereka pun bergegas menghubungi Pusat Pengendalian Pelayanan (Pusdalyan) untuk melaporkan kondisi bayi yang masih dalam keadaan lemah itu. Mengingat perjalanan kereta masih panjang menuju Surabaya, tim operasional memutuskan bahwa tindakan evakuasi harus dilakukan secepat mungkin di titik pemberhentian yang paling memungkinkan. Oleh karena itu, mereka langsung mengoordinasikan rencana penyelamatan dengan petugas Stasiun Solo Balapan dan memintanya bersiap menerima kedatangan sang bayi. Berkat koordinasi yang cepat dan solid ini, proses pengalihan tanggung jawab pun dapat berjalan mulus tanpa mengganggu jadwal perjalanan kereta api secara signifikan.
Benar saja, tepat pada pukul 07.30 WIB, tim medis darurat di Stasiun Solo Balapan sudah siaga penuh di peron untuk menyambut kedatangan bayi tersebut. Dengan penuh kehati-hatian, petugas menyerahkan bayi mungil itu ke tangan para tenaga kesehatan yang telah menyiapkan perlengkapan medis di Pos Kesehatan stasiun. Setelah bayinya berpindah tangan, manajemen operasional KA Sancaka 84B langsung menginstruksikan masinis untuk melanjutkan perjalanan. Hanya berselang tiga menit kemudian, tepatnya pada pukul 07.33 WIB, kereta api eksekutif itu pun kembali melaju meninggalkan Stasiun Solo Balapan menuju tujuan akhirnya di Surabaya, meninggalkan misteri besar siapa gerangan orang tua yang tega membuang buah hatinya di tempat umum tersebut.
Sesampainya di Pos Kesehatan Stasiun Solo Balapan, para dokter dan bidan dari Klinik Mediska KAI Solo yang bertugas langsung menyambut bayi tersebut dengan prosedur medis standar. Mereka tidak hanya sekadar menggendong, melainkan segera melakukan serangkaian pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan kondisi vital sang bayi. Alhamdulillah, berdasarkan hasil asesmen awal yang dilakukan oleh tim medis, kondisi umum bayi tersebut dinyatakan dalam keadaan baik dan stabil. Meskipun masih dalam kondisi rentan karena baru lahir, bayi itu tidak menunjukkan tanda-tanda hipotermia atau gangguan pernapasan yang serius. Untuk memastikan kesehatannya tetap terjaga, tim KAI pun langsung memenuhi kebutuhan dasar bayi tersebut, mulai dari menyelimutinya dengan kain hangat hingga memberikannya susu formula agar daya tahan tubuhnya tetap kuat selama proses penanganan lebih lanjut.
Tak berhenti sampai di situ, pihak manajemen PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 6 Yogyakarta pun segera mengaktifkan jalur koordinasi lintas sektoral untuk menangani kasus ini. Mereka sadar betul bahwa penemuan bayi adalah masalah kemanusiaan dan hukum yang membutuhkan penanganan serius dari aparat berwenang. Oleh karena itu, tim humas dan keamanan KAI langsung melaporkan kejadian ini ke kepolisian sektor Banjarsari untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Sinergi antara BUMN dan aparat penegak hukum pun terjalin erat, karena pihak kepolisian juga langsung merespons dengan cepat dan mengambil alih tanggung jawab perlindungan anak ini. Saat ini, bayi tersebut sudah berada di bawah pengawasan ketat Kepolisian dan telah mendapatkan perawatan intensif serta layanan kesehatan terbaik di Rumah Sakit Bhayangkara.
Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, dengan tegas menyatakan bahwa perusahaannya berkomitmen penuh untuk mendukung segala proses hukum dan kemanusiaan yang dibutuhkan dalam penanganan kasus ini. Menurutnya, KAI tidak akan tinggal diam dan akan mengikuti setiap prosedur yang berlaku untuk mengungkap dalang di balik pembuangan bayi ini. Pihaknya juga memastikan akan terus berkoordinasi secara intensif dengan aparat kepolisian untuk menelusuri rekaman CCTV maupun data penumpang yang berada di gerbong eksekutif pada malam sebelum penemuan. Feni menambahkan, “Kami sangat prihatin dengan kejadian ini dan akan berkolaborasi penuh dengan pihak berwenang. Kami juga siap membantu dukungan yang dibutuhkan, baik berupa data maupun fasilitas, sesuai dengan prosedur yang berlaku di perusahaan.” Harapannya, dengan kerjasama yang solid ini, pelaku dapat segera ditemukan dan bayi malang tersebut bisa mendapatkan keadilan serta masa depan yang lebih cerah.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

