SEMARANG, Desapenari.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kini tancap gas memburu investor kelas kakap demi menyelamatkan kawasan Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Semarang dari keterpurukan finansial. Langkah berani ini diambil setelah aset daerah bernilai miliaran rupiah itu terus merugi dan terancam kehilangan pamornya sebagai ikon kebanggaan warga Jateng. Dengan estimasi investasi mencapai angka fantastis Rp 2 triliun, proyek revitalisasi ini diproyeksikan mengubah wajah PRPP menjadi pusat bisnis dan wisata terpadu yang mampu bersaing di kancah nasional.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebutuhan dana jumbo tersebut muncul lantaran revitalisasi PRPP tidak hanya sebatas menyentuh perbaikan fasilitas fisik yang sudah usang dan rusak parah. Lebih dari itu, pengembangan kawasan secara makro dan menyeluruh menjadi target utama agar PRPP bisa kembali berdenyut dan memberikan kontribusi signifikan bagi pendapatan asli daerah. Kawasan seluas puluhan hektar ini memang menyimpan potensi luar biasa jika dikelola dengan tepat dan didukung investasi memadai.
“Memang untuk proyek sebesar ini, dibutuhkan suntikan dana yang tidak sedikit. Pak Gubernur bahkan sempat menyampaikan angka hingga Rp 2 triliun untuk pengembangan kawasan PRPP secara total,” ungkap Kepala Biro BUMD dan BLUD Jawa Tengah, Agus Prasutiyo, saat ditemui di kantornya pada Kamis (9/7/2026) lalu. Menurutnya, besaran investasi ini sebanding dengan nilai strategis kawasan yang akan dikembangkan menjadi destinasi premium di ibu kota Provinsi Jawa Tengah.
Lebih lanjut, Agus menjelaskan bahwa cetak biru pengembangan PRPP saat ini tengah dimatangkan oleh jajaran pemerintah provinsi. Konsep yang diusung cukup ambisius karena mencakup pembangunan fasilitas MICE (Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions) berstandar internasional, hotel berbintang dengan pelayanan prima, hingga penataan kawasan hijau yang terintegrasi langsung dengan destinasi wisata Grand Maerakaca. Semua elemen ini dirancang saling terhubung dan mendukung satu sama lain untuk menciptakan ekosistem bisnis dan wisata yang komprehensif.
Yang membuat PRPP begitu istimewa adalah posisinya yang sangat premium dan strategis. Kawasan ini berdiri kokoh di dekat Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, sehingga aksesibilitasnya terbilang sangat mudah dijangkau baik oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Tidak hanya itu, ke depannya PRPP juga bakal terhubung dengan jalan pintas menuju Pelabuhan Tanjung Emas, yang secara otomatis memposisikannya sebagai episentrum kegiatan bisnis sekaligus magnet wisata baru di Jawa Tengah.
“Bayangkan, lokasi PRPP itu sangat strategis dan dekat dengan bandara internasional. Konsep yang kami rancang nantinya akan menghadirkan MICE, hotel berbintang, dan berbagai fasilitas penunjang lainnya. Dengan begitu, kawasan ini diharapkan menjadi lebih hidup dan memberikan dampak ekonomi berlipat ganda bagi masyarakat sekitar,” papar Agus merinci keunggulan kompetitif kawasan tersebut.
Investor Asing Berdatangan! Brunei, China, dan Australia Tunjukkan Ketertarikan
Salah satu kabar baik yang patut disyukuri adalah setelah konflik sengketa lahan seluas 40 hektar yang sempat membelit PRPP resmi dinyatakan inkrah dan selesai pada tahun 2023 lalu. Dengan status kepemilikan bersertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) atas nama PRPP yang sudah jelas dan kuat secara hukum, pemerintah provinsi kini bisa fokus penuh memasarkan kawasan ini ke pasar investasi global tanpa hambatan berarti.
Agus menambahkan bahwa hingga saat ini, sejumlah delegasi investor luar negeri sudah turun langsung ke lapangan untuk menakar potensi bisnis di PRPP. Mereka datang dari berbagai negara dengan minat investasi yang cukup serius. “Brunei Darussalam sudah mengirimkan timnya, investor dari China juga sudah melakukan kunjungan, dan Australia pun turut melirik peluang ini. Bahkan, Pak Gubernur sendiri yang memaparkan secara langsung peluang investasi yang ditawarkan di PRPP,” jelasnya dengan antusias.
Meskipun begitu, Agus tidak menampik bahwa misi menjaring investor di tengah situasi dinamika ekonomi global saat ini bukanlah perkara instan dan mudah. Setiap investor pasti memiliki pertimbangan bisnis yang sangat luas dan matang sebelum memutuskan untuk menanamkan modalnya. “Investor itu perspektifnya sangat beragam dan kompleks. Ada banyak faktor yang mereka pertimbangkan sebelum akhirnya memutuskan untuk masuk dan mengucurkan dana,” ucapnya realistis tanpa kehilangan optimisme.
Siasat Cerdas Pemprov Jateng: Gandeng BUMD dan Kampus demi Cegah PHK
Di tengah proses penantian investor besar, Pemprov Jateng tidak tinggal diam dan memilih mengambil langkah akselerasi dari sektor yang dianggap lebih cepat memberikan dampak. Fokus utama saat ini diarahkan pada pengembangan Grand Maerakaca yang dinilai membutuhkan modal relatif lebih mini namun memiliki perputaran omzet yang cepat untuk mendongkrak pendapatan korporasi. Strategi ini diambil agar operasional PRPP tetap berjalan dan karyawan tidak terkena dampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
“Kami prioritaskan dulu bagaimana Grand Maerakaca bisa berkembang dan memberikan kontribusi nyata. Itu lebih memungkinkan dilakukan dalam waktu dekat. Sementara untuk pengembangan keseluruhan PRPP, memang membutuhkan investasi yang jauh lebih besar dan memakan waktu lebih panjang,” tutur Agus menjelaskan prioritas jangka pendek pemerintah.
Di samping berburu mitra eksternal, Pemprov Jateng juga menginstruksikan seluruh jajaran BUMD untuk memindahkan pusat keramaian dan agenda kegiatan korporasi mereka ke dalam kawasan PRPP. Langkah ini bertujuan agar denyut nadi perekonomian di sana tetap berputar meskipun dalam skala yang lebih kecil. Entitas keuangan seperti Bank Jateng, BPRS BKK, hingga lini BUMD lainnya kini didorong untuk menyelenggarakan berbagai acara berkala di PRPP maupun Grand Maerakaca.
“Inovasi lain yang sedang kami kaji adalah optimalisasi anjungan kabupaten/kota yang ada di PRPP. Kami berencana menyulapnya menjadi ruang kerja bersama atau coworking space dengan menggandeng perguruan tinggi lokal. Ini akan memberikan manfaat ganda, baik bagi mahasiswa maupun bagi aktivitas ekonomi di kawasan PRPP,” imbuh Agus.
Optimisme Menyambut Masa Depan PRPP
Agus menegaskan bahwa seluruh upaya ini dilakukan dengan satu tujuan utama: memastikan PRPP tetap bertahan dan operasionalnya terus berjalan sambil menunggu investor masuk. Yang terpenting, tidak ada PHK terhadap karyawan, dan perlahan kawasan ini kembali ramai dikunjungi masyarakat. “Kami ingin PRPP tetap hidup dan bernapas. Operasional harus berjalan, karyawan tetap bekerja, dan perlahan tapi pasti kawasan ini kembali bergairah,” katanya menekankan aspek kesejahteraan pekerja.
Dengan segala potensi dan keunggulan yang dimiliki, Agus mengaku tetap optimistis bahwa PRPP memiliki prospek bisnis yang sangat cerah di masa depan. Apabila seluruh rencana masterplan revitalisasi ini berhasil dieksekusi dengan mulus, ia yakin kawasan ini akan menjadi lokasi yang sangat strategis untuk kegiatan pemerintahan, bisnis, maupun pariwisata. “Kalau konsep besarnya benar-benar terwujud, PRPP akan menjadi primadona baru. Posisinya yang dekat bandara dan memiliki aset sangat besar menjadi modal utama untuk sukses,” pungkasnya penuh keyakinan.
Masyarakat Jawa Tengah kini berharap agar proses revitalisasi ini berjalan lancar dan investor segera masuk. PRPP yang dulu pernah menjadi kebanggaan bersama diharapkan dapat bangkit kembali dan memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi seluruh lapisan masyarakat. Pemprov Jateng pun berkomitmen untuk terus berinovasi dan bergerak cepat demi mewujudkan mimpi besar ini.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

