Jakarta, Desapenari.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bergerak cepat! Mereka langsung menyiagakan ratusan rumah sakit dan puskesmas untuk menghadapi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Bayangkan, ada 413 rumah sakit dan 830 puskesmas yang disiagakan di 20 kabupaten/kota terdampak. Tidak hanya itu, Kemenkes juga menyiapkan pos pelayanan kesehatan, rumah sakit rujukan, tenaga kesehatan, hingga ambulans. Semua ini dilakukan demi melindungi masyarakat dari bahaya abu vulkanik.
“Kemenkes telah menyiagakan 413 rumah sakit dan 830 puskesmas di 20 kabupaten/kota terdampak, termasuk menyiapkan pos pelayanan kesehatan, rumah sakit rujukan, tenaga kesehatan, dan ambulans,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes RI, Aji Muhawarman dalam keterangannya, dikutip Rabu (9/9/2026).
Sementara itu, berdasarkan pemantauan Kemenkes, wilayah terdampak sebaran abu vulkanik hasil erupsi Gunung Anak Krakatau mencakup sekitar 23,36 juta jiwa. Angka ini tersebar di wilayah Lampung, Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Sungguh luar biasa bukan? Kemenkes pun terus memantau kondisi kesehatan masyarakat, kualitas udara, serta kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah terdampak.
“Kami memastikan sistem pelayanan kesehatan tetap siap menghadapi dampak erupsi, terutama gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik. Pemantauan dilakukan secara berkala,” jelas Aji.
Selain rumah sakit dan puskesmas, Kemenkes menyiagakan Public Safety Center (PSC) 119 dan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) di kabupaten/kota sebagai bagian dari respons kedaruratan kesehatan. Jadi, jangan panik! Bantuan logistik kesehatan juga telah dimobilisasi. Apa saja? Ada lebih dari 100.000 masker N95 dan masker medis, ribuan kacamata goggle, obat-obatan dan alat kesehatan secara gratis ke daerah terdampak di Lampung, Banten, Jawa Barat dan DKI Jakarta. Luar biasa, bukan?
Abu Vulkanik Berbahaya bagi Kesehatan, Kelompok Rentan Wajib Waspada!
Aji menyampaikan, abu vulkanik dapat menimbulkan sejumlah gangguan kesehatan, terutama pada saluran pernapasan. Partikel halus seperti PM2,5 dapat masuk jauh ke dalam paru-paru dan memicu inflamasi serta gangguan kardiopulmonal. Wah, bahaya sekali!
Kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus meliputi anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, penderita asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), serta pekerja yang banyak beraktivitas di luar ruangan. Kemenkes mencatat adanya kecenderungan peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama di Banten, Lampung, dan Jawa Barat. Namun, untuk pneumonia belum ditemukan pola peningkatan yang seragam di seluruh wilayah terdampak.
“Abu vulkanik dapat mengiritasi saluran pernapasan, mata, dan kulit. Karena itu, masyarakat perlu mengurangi paparan, terutama kelompok rentan,” kata Aji.
Apabila mengalami batuk, sesak napas, iritasi mata, atau keluhan kesehatan setelah terpapar abu, Aji meminta masyarakat segera mencari pertolongan ke fasilitas pelayanan kesehatan. Jangan tunda! Kesehatan Anda sangat berharga.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

