JAKARTA, Desapenari.id – Kabar mengejutkan datang dari dunia kebumian Tanah Air. Baru-baru ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap temuan anyar yang bikin bulu kuduk merinding: ada sesar aktif yang melintas dari Pasuruan, Surabaya, hingga Bangkalan! Tapi tenang dulu, jangan langsung panik. Plh Deputi Geofisika sekaligus Deputi Klimatologi BMKG, Ardhasena, langsung angkat bicara menenangkan warga. Ia menegaskan, hingga detik ini, gempa bumi masih menjadi misteri alam yang belum bisa diprediksi kapan akan terjadi. “Sebab itu masyarakat diimbau untuk tenang dan tetap waspada,” ucapnya melalui pesan singkat, Selasa (8/9/2026).
Nah, lo pada nggak perlu takut berlebihan, ya! Ardhasena juga mengingatkan kita semua untuk nggak gampang percaya sama informasi yang belum jelas kebenarannya. Jadi, selalu cek sumber resmi dari BMKG, jangan sampai termakan hoax yang bikin hati dag-dig-dug tanpa alasan. Selain itu, masyarakat juga bisa loh melakukan mitigasi mandiri dengan membangun bangunan tahan gempa. “Penataan ruang interior yang aman, memahami rambu dan jalur evakuasi dan latihan evakuasi mandiri,” tuturnya. Gampang kan? Mulai dari hal kecil di rumah sendiri!
Lebih lanjut, BMKG juga menyebut penerbitan peta sumber dan bahaya gempa di Indonesia, khususnya Jawa Timur tersebut sebagai bentuk mitigasi bencana. Peta bahaya gempa ini bisa banget dijadikan landasan ilmiah untuk rancangan tata ruang dan infrastruktur bangunan tahan gempa pembangunan di daerah. Jadi, bukan cuma sekadar wacana, tapi ada dasar ilmiahnya!
Potensi Gempa Magnitudo 6,7
Ardhasena sebelumnya menjelaskan, terdapat tiga jalur patahan sesar aktif di Jawa Timur yang diterbitkan oleh Pusat Studi Gempa Nasional (PusGen). Jalur patahan pertama melewati wilayah Surabaya dengan nama Sesar Java Back-arc thrust Surabaya. “Potensi magnitudo maksimumnya M 6,7,” kata Ardhasena. Wah, angka 6,7 itu nggak main-main, lho! Tapi sekali lagi, ini bukan prediksi, melainkan potensi maksimum yang bisa terjadi.
Kemudian sesar yang melewati wilayah Pasuruan dengan nama sesar Pasuruan dengan potensi gempa magnitudo 6,4. “Dan sesar yang melewati wilayah Bangkalan yaitu sesar RMKS-Baliga dan RMKS-Somorkoneng dengan potensi magnitudo maksimumnya M 6,7 dan M 6,5,” tandasnya. Jadi, total ada tiga jalur sesar yang perlu kita waspadai bersama. Tapi ingat, waspada bukan berarti panik!
Informasi ini disampaikan langsung oleh pihak yang berkompeten di bidangnya, yaitu BMKG. Ardhasena sebagai Plh Deputi Geofisika sekaligus Deputi Klimatologi BMKG memiliki otoritas dan keahlian yang mumpuni dalam bidang geofisika dan kebencanaan. Selain itu, Pusat Studi Gempa Nasional (PusGen) juga merupakan lembaga terpercaya yang telah melakukan kajian mendalam tentang sesar aktif di Indonesia. Jadi, informasi ini bisa kita percaya kebenarannya, tentu dengan tetap mengacu pada sumber resmi dan tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum jelas.
Tenang, Waspada, dan Siap Siaga!
Jadi, gimana nih, Sobat Desapenari? Pada intinya, kita semua diminta untuk tetap tenang dan waspada. Gempa bumi memang tidak bisa diprediksi, tapi kita bisa melakukan langkah-langkah mitigasi untuk mengurangi risiko. Mulai dari membangun bangunan tahan gempa, menata interior yang aman, memahami jalur evakuasi, hingga mengikuti latihan evakuasi mandiri. Jangan lupa juga untuk selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG. Yuk, kita jadikan kesiapsiagaan sebagai gaya hidup! Karena pada akhirnya, alam memang punya kuasanya sendiri, tapi kita punya akal dan usaha untuk melindungi diri dan orang tercinta. Tetap tenang, tetap waspada, dan tetap siap siaga
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

