BOGOR, Desapenari.id – Kabar datang dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Kabupaten Bogor. Setelah sempat terhenti akibat insiden kebakaran yang bikin heboh, aktivitas operasional di sana akhirnya mulai kembali berjalan normal pada Rabu (9/9/2026). Namun, jangan bayangkan semuanya langsung mulus tanpa drama. Justru, di balik dibukanya kembali pintu TPA, masih ada cerita menarik soal pengaturan armada truk sampah yang tetap dilakukan demi kelancaran penanganan kebakaran.
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Agus Budiarso, langsung angkat bicara soal kabar ini. Ia menegaskan bahwa keputusan untuk membuka kembali operasional TPA Galuga bukanlah langkah sembarangan. Menurutnya, hal ini dilakukan atas arahan langsung dari pimpinan daerah dengan tetap memperhatikan kondisi riil di lapangan. “Atas arahan Bupati Bogor, mulai hari ini kegiatan operasional TPA Galuga sudah kembali berjalan,” ujar Agus kepada wartawan, Rabu (9/9/2026). Pernyataan ini sekaligus menjawab rasa penasaran publik yang selama ini menunggu kapan TPA kebanggaan warga Bogor itu bisa beroperasi lagi.
Meski begitu, Agus tidak menampik bahwa masih ada “sisa-sisa” drama dari insiden kebakaran sebelumnya. Ia menjelaskan, berdasarkan informasi terbaru yang ia terima, masih ditemukan beberapa titik api di kawasan TPA. Namun, ia langsung menenangkan publik bahwa kondisi tersebut masih dalam kendali petugas pemadam kebakaran. “Informasi yang kami terima, masih terdapat beberapa titik api yang ditemukan. Namun, titik-titik tersebut masih dapat ditangani oleh petugas pemadam kebakaran,” jelasnya dengan nada optimistis. Jadi, meski masih ada asap atau bara, tim pemadam tetap sigap dan tidak tinggal diam.
Lebih lanjut, Agus memastikan bahwa kondisi TPA secara umum masih aman. Ia pun memberikan penjelasan detail yang bikin hati lebih tenang. Menurutnya, lokasi kebakaran berada di bagian ujung kawasan TPA dan tidak berada di lokasi utama operasional pembuangan sampah. “Kondisi secara umum masih aman. Lokasi kebakaran berada di bagian ujung area TPA. Jadi, masih merupakan bagian dari kawasan TPA, tetapi bukan berada di lokasi operasional utama TPA,” ungkapnya. Dengan kata lain, aktivitas pembuangan sampah tetap bisa berjalan tanpa harus terganggu oleh sisa-sisa kebakaran yang masih dalam proses penanganan.
Namun, bukan berarti semuanya berjalan tanpa pengawasan ketat. Meski aktivitas pembuangan sampah sudah normal, Agus menegaskan bahwa pengaturan terhadap pergerakan armada tetap dilakukan. Tujuannya jelas, yaitu untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas sekaligus memberikan ruang bagi kendaraan yang masih terlibat dalam penanganan kebakaran. “Kami juga meminta bantuan dari Dinas Perhubungan, sesuai arahan pimpinan, untuk membantu mengatur pergerakan armada yang masuk ke TPA agar tidak terjadi kemacetan dan tidak mengganggu proses penanganan kebakaran,” tuturnya. Jadi, truk-truk sampah yang biasanya bebas keluar-masuk, kini harus mengikuti aturan main yang lebih tertib.
Tentu saja, langkah ini menuai beragam reaksi dari masyarakat. Ada yang lega karena TPA kembali beroperasi, tapi ada juga yang khawatir kalau kebakaran susulan bisa terjadi lagi. Namun, Agus memastikan bahwa pihaknya terus memantau kondisi di lapangan secara berkala. Ia juga mengimbau kepada seluruh pihak, termasuk para pengemudi truk sampah, untuk tetap sabar dan mematuhi arahan petugas di lapangan. “Kami mohon kerja samanya. Semua diatur demi kebaikan bersama,” tambahnya. Dengan begitu, proses penanganan kebakaran dan operasional TPA bisa berjalan berdampingan tanpa saling mengganggu.
Di sisi lain, keberadaan titik api yang masih ada di ujung area TPA menjadi pengingat bahwa insiden kebakaran belum sepenuhnya usai. Meski demikian, tim pemadam kebakaran terus bekerja keras siang dan malam. Mereka tidak hanya fokus memadamkan api, tetapi juga memastikan tidak ada bara yang tersisa yang bisa memicu kebakaran baru. Agus pun mengapresiasi kerja keras para petugas. “Kami sangat berterima kasih atas dedikasi petugas pemadam kebakaran yang terus berjibaku di lapangan,” ujarnya. Apresiasi ini menunjukkan bahwa penanganan kebakaran bukanlah pekerjaan mudah, apalagi di tengah tumpukan sampah yang bisa saja mudah terbakar.
Bagi warga Bogor, kembalinya operasional TPA Galuga tentu menjadi angin segar. Pasalnya, selama TPA tutup, sampah-sampah dari berbagai daerah sempat menumpuk dan menimbulkan bau tak sedap. Kini, dengan dibukanya kembali TPA, harapan akan lingkungan yang lebih bersih pun kembali muncul. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam membuang sampah. Jangan sampai kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan justru memperparah kondisi. “Mari kita jaga bersama. TPA ini milik kita semua,” pesan Agus.
Ke depan, DLH Kabupaten Bogor berencana melakukan evaluasi menyeluruh terkait sistem pengelolaan sampah di TPA Galuga. Mulai dari sistem pemadaman dini, pengaturan armada, hingga penataan area TPA agar lebih aman dari risiko kebakaran. Agus menyebut bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk meningkatkan standar operasional. “Kami tidak ingin kejadian serupa terulang. Evaluasi dan perbaikan akan terus kami lakukan,” tegasnya. Dengan begitu, TPA Galuga tidak hanya kembali beroperasi, tetapi juga menjadi lebih tangguh menghadapi tantangan di masa depan.
Pada akhirnya, kisah dibukanya kembali TPA Galuga ini menjadi bukti bahwa penanganan bencana dan operasional harian bisa berjalan beriringan asalkan ada koordinasi yang baik. Meski masih ada titik api yang tersisa, semangat untuk pulih dan melayani masyarakat tetap membara. Truk-truk sampah pun kembali melintas, meski harus sedikit bersabar karena antrean dan pengaturan. Yang terpenting, TPA Galuga sudah ngebul lagi—bukan karena api, tapi karena aktivitas yang kembali menggeliat.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

