BANGKALAN, Desapenari.id — Gelombang kemarau panjang yang melintas dan membakar daratan saat ini benar-benar membawa ancaman bencana yang sangat mengerikan bagi kelangsungan hidup para petani di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Fenomena cuaca ekstrem tersebut berpotensi besar menghancurkan bentangan hijau tanaman padi yang telah masyarakat tanam dengan cucuran keringat. Kendati ancaman gagal panen membayangi depan mata, jajaran pemerintah setempat tidak mau sekadar tinggal diam memangku tangan. Oleh karena itu, para pejabat Pemkab Bangkalan langsung bergerak cepat menjalin kolaborasi strategis bersama pakar irigasi dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas guna menyisir dan mengecek secara langsung kondisi darurat di lapangan persawahan.
Selanjutnya, tim gabungan yang dibekali keahlian teknis tersebut menerjunkan personelnya ke empat titik lokasi vital yang kini menjadi episentrum krisis air. Wilayah peninjauan intensif itu meliputi kawasan Kelurahan Tunjung di Kecamatan Burneh, Desa Petaonan di Kecamatan Socah, Desa Tellang di Kecamatan Kamal, hingga Desa Kramat yang berlokasi di Kecamatan Bangkalan. Bahkan, langkah taktis serta cepat ini mereka eksekusi demi mengidentifikasi setiap celah bahaya kekeringan secara presisi sebelum bencana kelaparan merenggut potensi panen warga setempat.
Saat menyusuri hamparan lahan seluas 505 hektare tersebut, para pejabat dan teknisi menemukan fakta unik di lapangan karena kondisi setiap petak persawahan ternyata tidak sepenuhnya sama. Di satu sisi, sebagian area pertanian warga memang sudah berhasil menerima pasokan aliran air irigasi dengan sangat lancar dan memadai. Sebaliknya di sisi lain, sebagian lahan justru tampak menjerit kehausan akibat dampak kemarau yang amat parah, sehingga membutuhkan suntikan pasokan air tambahan secara darurat dan intensif.
“Kami merasa bersyukur karena mayoritas potensi kekeringan sebenarnya sudah berhasil masyarakat antisipasi dengan sangat baik sejak jauh-jauh hari. Namun demikian, kita tetap wajib memberikan sentuhan penanganan khusus, seperti contohnya di Kelurahan Tunjung yang memerlukan akselerasi normalisasi saluran avour dengan bantuan penuh teknisi BBWS Brantas, sehingga insya Allah tim kami akan langsung menurunkan alat pengukuran di lokasi pada hari Senin mendatang,” tegas Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, saat memberikan keterangan resminya pada hari Minggu (27/9/2026).
Selain memprioritaskan pengerukan dan normalisasi saluran air, Pemkab Bangkalan bersama tim BBWS Brantas juga langsung meluncurkan jurus penyelamatan berikutnya yang tidak kalah agresif. Oleh sebab itu, mereka segera menyiagakan serta mendistribusikan armada mesin pompa air berkapasitas besar ke kawasan persawahan yang paling kritis. Alhasil, semburan air segar dari mesin pompa tersebut akan langsung membasahi tanah kerontang sekaligus menyelamatkan ribuan batang padi yang terancam mati.
Tak hanya mengandalkan armada pompa mobile, pihak Pemkab dan BBWS Brantas juga menyiapkan solusi permanen yang jauh lebih canggih untuk mematahkan ancaman musim kemarau. Bahkan, mereka bakal segera mengebor serta membangun deretan sumur pantek baru di berbagai titik persawahan yang mengalami krisis air terparah. Akibatnya, para petani lokal tidak perlu lagi merasa cemas menghadapi kekeringan berkepanjangan karena pasokan air tanah dalam akan selalu siap mengaliri sawah mereka sepanjang musim.
“Lebih dari itu, jajaran pimpinan BBWS Brantas juga telah memberikan komitmen penuh untuk mengaktifkan kembali Proyek Pengembangan Air Tanah (P2AT). Strategi hebat ini siap menyedot potensi air tanah dangkal maupun dalam demi menghidupkan kembali hamparan sawah pertanian yang selama ini terbiarkan mangkrak di Kabupaten Bangkalan,” ungkap Lukman dengan nada penuh semangat dan optimisme.
Di tengah sengatan hawa panas musim kemarau yang cukup membakar kulit, Bupati Lukman secara mengejutkan membeberkan kabar gembira mengenai ketahanan pangan daerahnya yang sangat kokoh. Sebab, meskipun badai kekeringan melanda sebagian besar wilayah Bangkalan, angka produksi tanaman palawija milik para petani setempat justru terbukti masih melimpah ruah. Padahal, banyak pihak sebelumnya berspekulasi bahwa sektor pertanian lokal akan lumpuh total akibat fenomena iklim tersebut.
“Bahkan, dalam jangka waktu yang sangat dekat ini, kami bersama seluruh lapisan masyarakat petani akan menggelar acara pesta panen raya besar-besaran untuk komoditas padi dan jagung,” sambungnya seraya melemparkan senyuman optimis di hadapan para awak media.
Maka dari itu, pimpinan Pemkab Bangkalan secara khusus menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kementerian Pekerjaan Umum beserta BBWS Brantas atas kepedulian nyata mereka. Pasalnya, kedua instansi pemerintah tersebut telah memberikan perhatian serta bantuan teknis yang sangat luar biasa untuk mendampingi nasib petani Bangkalan di masa sulit kemarau ini. Dengan begitu, saluran pertanian warga bisa tetap teraliri air secara konsisten tanpa hambatan.
“Langkah sinergis ini tentu memberikan dampak yang amat positif dan nyata bagi keberlangsungan hidup para petani lokal. Pada akhirnya, kami di Kabupaten Bangkalan menyatakan sangat siap untuk menyukseskan agenda swasembada pangan nasional dengan cara memaksimalkan seluruh potensi unggulan yang ada di daerah kami masing-masing,” pungkasnya mengakhiri wawancara dengan mantap.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

