Desapenari.id – Ajang balapan kelas dunia di Pertamina Mandalika International Circuit mendadak tegang luar biasa saat pertarungan sengit di lintasan berubah menjadi insiden yang menegangkan. Ketika para pebalap sedang memacu kendaraan mereka dalam kecepatan tinggi pada sesi kualifikasi pertama (Q1) hari Sabtu, 10 Oktober 2026, sebuah kecelakaan terjadi dan langsung membuat seluruh penonton serta kru di paddock menahan napas. Seorang pebalap berbakat asal Spanyol mengalami benturan yang membutuhkan penanganan darurat super cepat. Menanggapi situasi kritis yang membahayakan keselamatan sang atlet, tim penyelamat dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) segera mengambil tindakan sigap dengan mengaktifkan prosedur Evakuasi Medis Udara (EMU) demi memindahkan korban secepat mungkin ke fasilitas medis terdekat.
Melihat situasi darurat yang membutuhkan respons tanpa penundaan sedikit pun, Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, memimpin langsung koordinasi penanganan dan memberikan arahan tegas di lapangan. Pihaknya memutuskan bahwa evakuasi tahap awal harus menggunakan jalur udara demi memangkas waktu perjalanan yang amat berharga bagi keselamatan sang pebalap. Oleh sebab itu, tim SAR mengoperasikan helikopter canggih jenis Dauphin HR-3601 milik Basarnas sebagai armada utama untuk mengangkut atlet tersebut menuju rumah sakit rujukan.
Keputusan cepat untuk menerbangkan helikopter penyelamat dari sirkuit ini tentu tidak muncul begitu saja, melainkan berawal dari pertimbangan medis matang para ahli di lapangan. Setelah memeriksa kondisi korban secara cermat, tim dokter spesialis di Sirkuit Mandalika segera menyimpulkan bahwa sang pebalap memerlukan penanganan medis lanjutan yang jauh lebih komprehensif. Karena alasan itulah, para tenaga medis sirkuit merekomendasikan penanganan lanjutan di rumah sakit rujukan utama, yakni Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Melalui keterangan resmi yang dirilis pada hari Minggu, 11 Oktober 2026, Muhamad Hariyadi memaparkan rincian kronologi evakuasi medis udara yang berlangsung sangat menegangkan tersebut. Beliau menjelaskan bahwa helikopter HR-3601 mulai lepas landas dari helipad Medical Center Sirkuit Mandalika tepat pada pukul 11.09 WITA. Berkat keahlian pilot profesional Basarnas yang membelah jalur udara Lombok, burung besi tersebut berhasil mendarat dengan selamat di helipad RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada pukul 11.24 WITA.
Kecepatan penanganan medis via udara ini benar-benar memangkas waktu tempuh perjalanan darat yang biasanya memakan waktu cukup lama di jalan raya. Pada akhirnya, proses evakuasi darurat yang sangat menentukan keselamatan pebalap ini hanya membutuhkan waktu terbang efisien selama 15 menit saja di udara.
Setibanya di rumah sakit rujukan, tim darurat bergerak cepat memindahkan pebalap dari helipad menuju ruang penanganan khusus. Tanpa membuang waktu berharga, pebalap Moto2 itu langsung mendapatkan penanganan medis secara intensif dari jajaran tim dokter spesialis RSUD Provinsi NTB. Di saat yang sama, beberapa personel terlatih dari Kantor SAR Mataram terus memberikan pendampingan ketat di lokasi untuk memastikan seluruh proses perawatan dan kebutuhan logistik sang pebalap berjalan aman tanpa kendala.
Siagakan Dua Helikopter Dauphin untuk Tanggap Darurat
Proses penanganan darurat ini tidak berhenti hanya sampai di rumah sakit saja, melainkan berlanjut hingga sang pebalap kembali ke area sirkuit. Setelah selesai menerima seluruh perawatan medis yang diperlukan di RSUD Provinsi NTB dan kondisinya dipastikan stabil, pebalap Spanyol tersebut kemudian diterbangkan kembali menuju Sirkuit Mandalika dengan menggunakan helikopter Basarnas lainnya, yakni jenis Dauphin HR-3604.
Demi menjamin keselamatan seluruh peserta ajang balap internasional ini, Basarnas memang telah menyiagakan dua unit helikopter berteknologi canggih jenis AS 365 N3+ Dauphin dengan kode HR-3601 dan HR-3604. Penyiapan dua armada udara ini bertujuan untuk mendukung kesiapsiagaan medis serta menjamin penanganan kedaruratan yang cepat selama perhelatan MotoGP Mandalika berlangsung.
Keberhasilan aksi penanganan yang super cepat dan terkoordinasi dengan sangat baik ini membuahkan apresiasi tinggi dari berbagai pihak. Peristiwa penanganan darurat ini membuktikan secara nyata betapa siapnya sistem tanggap darurat terpadu Indonesia dalam mengamankan ajang balapan internasional sekelas MotoGP di Sirkuit Mandalika.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

