JAKARTA, Desapenari.id – Melihat maraknya peredaran barang haram yang kian meresahkan warga di berbagai pelosok daerah, Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri, Brigjen Kristian Parluhutan Siagian, memimpin janji perang untuk mengejar serta membongkar sampai ke akar-akarnya keberadaan para bos besar di balik jaringan gelap obat-obatan terlarang yang selama ini bersembunyi rapi di seluruh penjuru Indonesia. Lebih dari itu, langkah tegas ini membunyikan alarm bahaya bagi para mafia narkoba.
Melalui keterangan resminya yang mengejutkan publik pada Senin, 12 Oktober 2026, sang jenderal bintang satu tersebut membeberkan langkah taktis penyidik Bareskrim yang tengah mendalami alur pamasokan utama ke berbagai kawasan rawan kejahatan tersebut guna memastikan apakah benteng bisnis haram ini dikendalikan oleh satu sindikat tunggal atau justru melibatkan jaringan raksasa yang saling terhubung. Lebih lanjut lagi, pihaknya menegaskan tak akan membiarkan tempat aman sedikit pun bagi para pengedar.
Tak cuma mengumbar janji manis, tim khusus gabungan Dittipidnarkoba Bareskrim Polri membuktikan taringnya secara nyata dengan langsung mengepung serta mengobrak-abrik sembilan zona merah yang disinyalir kuat menjadi markas utama peredaran dan sarang penampungan zat adiktif di wilayah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) pada Minggu, 11 Oktober 2026. Alhasil, penyergapan serentak ini mendadak membuat kaget para pelaku di lokasi.
Secara terperinci, perwira tinggi kepolisian tersebut menguliti sembilan wilayah strategis yang disasar petugas dalam operasi kilat ini, meliputi Kota Medan, Kabupaten Asahan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Kabupaten Karo, Kota Sibolga, Kabupaten Toba, Kabupaten Samosir, Kabupaten Nias Selatan, hingga Kabupaten Pakpak Bharat. Di samping itu, petugas menyisir seluruh titik lokasi tanpa menyisakan satu pun area.
Fakta menariknya, aksi penyisiran masif berskala nasional ini sejatinya merupakan gelombang lanjutan dari gebrakan beruntun aparat keamanan yang sebelumnya sukses mengguncang dan melumpuhkan sarang legendaris peredaran barang haram di kawasan Kampung Ambon serta Kampung Boncos, Jakarta Barat, pada 9 Oktober 2026 lalu. Seiring dengan hal itu, operasi di Jakarta memicu aksi pembersihan sarang narkoba di berbagai daerah.
Di samping itu, kepemimpinan komando lapangan dalam penyergapan masif ini dipegang langsung oleh Dirtipidnarkoba Bareskrim Brigjen Kristian yang memimpin jajaran personel terbaik markas besar bersinergi erat dengan tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara. Pada saat yang sama, kolaborasi kuat antarinstansi ini menjamin kelancaran seluruh penindakan.
Komitmen Tegas Menopang Misi Asta Cita Prabowo
Selaras dengan langkah besar tersebut, penggerebekan beruntun di berbagai titik rawan ini menegaskan keseriusan Polri dalam menyokong penuh visi strategis Asta Cita Presiden Prabowo Subianto serta menjalankan instruksi ketat Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto demi membebaskan masyarakat Indonesia dari cengkeraman barang haram. Maka dari itu, langkah nyata ini mempertegas komitmen penuh kepolisian.
Sebab itulah, Brigjen Kristian menggarisbawahi bahwa Presiden Prabowo Subianto bersama Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto memiliki tingkat kepedulian yang sangat tinggi terhadap upaya penanggulangan, pencegahan, dan pemberantasan kejahatan narkotika yang merusak masa depan bangsa. Oleh karena itu, perhatian khusus pimpinan puncak ini membakar semangat juang personel di lapangan.
Lebih lanjut lagi, beliau membeberkan bahwa selaras dengan agenda Asta Cita Presiden dan program prioritas Kapolri, pergerakan aparat tidak akan berhenti sampai di sini saja melainkan bakal terus digulirkan secara masif ke berbagai wilayah rawan yang terindikasi menjadi markas tersembunyi para mafia narkoba di Nusantara. Tak hanya sampai di situ, perburuan ketat dipastikan menjangkau seluruh pelosok.
Alhasil, dari gebrakan kilat yang menyasar sembilan lokasi rawan di Sumatera Utara tersebut, tim gabungan kepolisian berhasil mencokok sebanyak 36 orang tersangka yang tak berkutik saat dikepung petugas di lapangan. Bahkan, penangkapan serentak ini seketika melumpuhkan pergerakan sindikat lokal.
Dari total puluhan tersangka yang diamankan tersebut, sebanyak 28 orang yang teridentifikasi sebagai pengguna murni dialihkan menuju lembaga rehabilitasi untuk pemulihan, sementara 8 orang lainnya yang terbukti menjadi pengedar aktif dipastikan akan diproses hukum secara tegas hingga ke meja hijau. Berdasarkan hal ini, penerapan pemisahan tersebut diambil demi menjamin kepastian hukum.
Selain berhasil mengamankan para pelaku di TKP, penyidik kepolisian turut menyita berbagai barang bukti krusial yang digunakan untuk transaksi, antara lain paket kristal putih sabu seberat 102,49 gram, 52 set bong atau alat isap sabu, 100 batang pipa kaca pireks, serta 25 buah korek api mancis. Selanjutnya, seluruh barang bukti tersebut langsung diangkut menuju markas kepolisian.
Tidak hanya berhenti pada barang haram saja, petugas di lapangan juga menyita sejumlah aset operasional pelaku berupa 19 unit telepon seluler yang dipakai untuk berkomunikasi, satu unit mobil, empat unit sepeda motor, uang tunai senilai Rp 2.435.000, serta empat bilah senjata tajam berbahaya. Di samping itu, bukti fisik ini memperkuat konstruksi hukum terhadap tersangka.
Menariknya lagi, saat menggeledah lokasi penggerebekan yang penuh dengan transaksi gelap tersebut, tim gabungan juga menemukan lima unit mesin judi dingdong lengkap beserta dua kantong plastik berisi koin logam yang diduga kuat menjadi bisnis sampingan di sarang narkoba tersebut. Lebih-lebih lagi, temuan ini membongkar praktik kejahatan ganda di lokasi kejadian.
Adapun pelaksanaan operasi penggerebekan berskala raksasa di sembilan titik lokasi Sumatera Utara ini mengerahkan kekuatan penuh sebanyak 451 personel gabungan yang terdiri dari jajaran Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Ditresnarkoba Polda Sumut, hingga jajaran Kepolisian Resor setempat. Mengingat hal tersebut, pengerahan pasukan besar ini membuktikan skala prioritas tinggi kepolisian.
Bahkan, guna memperkuat barisan penindakan di lapangan, aksi penggerebekan ini turut melibatkan 15 personel tambahan yang berasal dari unsur Badan Narkotika Nasional (BNN), prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI), hingga petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Pada akhirnya, sinergi kokoh antarinstansi ini memperkuat benteng pertahanan negara dari ancaman narkoba.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.


Adding contextual background elements to basic product shots is easier when utilizing an ai lifestyle product image generator that places items into realistic home settings.