Desapenari.id – Aparat Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) III mendadak membongkar kasus kejahatan peredaran narkotika raksasa yang langsung bikin heboh masyarakat luas di seluruh wilayah Lampung dan sekitarnya. Selain mengejutkan publik, operasi senyap yang dilancarkan petugas gabungan ini berhasil mengamankan sebanyak 4.364 unit cartridge liquid vape bernilai fantastis yang terindikasi kuat menyembunyikan kandungan zat kokain berdaya rusak tinggi.
Komandan Kodaeral III, Laksamana Muda TNI Uki Prasetia, membeberkan detail temuan mencengangkan ini kepada media secara gamblang. Menurut penjelasannya, indikasi bahaya ini berhasil terendus setelah jajarannya bareng Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Lampung serta Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung menggelar pengawasan intensif dan pemeriksaan gabungan secara mendalam terhadap barang bukti misterius tersebut.
“Setelah tim kami mengecek barang bukti bareng rekan-rekan Bea Cukai Lampung serta BNNP Lampung memakai alat narco test berakurasi tinggi, hasilnya langsung menunjukkan indikasi kuat adanya kandungan zat kokain di dalam liquid vape itu,” tegas Uki pas menggelar acara konferensi pers resmi di Kota Bandar Lampung pada Senin (12/10/2026).
Selanjutnya, Uki merincikan estimasi harga fantastis di pasar gelap buat setiap bungkus produk cairan rokok elektrik berbahaya ini. Lebih lanjut lagi, pelaku menyasar konsumen berkantong tebal dengan mematok harga yang amat fantastis buat satu kemasannya, yakni mencapai kisaran angka Rp 8 juta per kemasan bungkus liquid.
Akibat dari melambungnya harga eceran tersebut, total nilai ekonomis dari 4.364 cartridge cair yang disita aparat kini menembus angka yang sangat fantastis. Oleh karena itu, estimasi nilai keseluruhan dari barang bukti haram tersebut diperkirakan mencapai Rp 34,91 miliar, sebuah angka jumbo yang berhasil diselamatkan aparat dari jaringan peredaran gelap.
Selain harus mengidentifikasi serta menguji kebenaran racikan zat kimia berbahaya di dalam laboratorium, tim penyidik gabungan kini memikul tugas berat lainnya. Tentu aja, para petugas wajib menelusuri secara menyeluruh seluruh mata rantai distribusi barang haram ini agar jaringan utamanya nggak hilang jejak gitu aja di lapangan.
Uki menegaskan kembali bahwa pihaknya nggak bakal tinggal diam dan terus tancap gas menggelar penyelidikan lanjutan tanpa henti. Langkah tegas ini sengaja diambil demi membongkar seluruh modus pengiriman terselubung sekaligus menyeret seluruh pihak-pihak pengedar yang terlibat di balik aksi nekat tersebut ke hadapan hukum.
“Maka dari itu, kami bakal terus menjalankan penyelidikan intensif demi mengupas tuntas modus pengiriman beserta aktor-aktor yang terlibat di dalamnya. Meskipun selama ini pengungkapan kasus peredaran narkotika sering kali identik sama jalur perairan laut, namun kini penggunaan bus penumpang dengan modus kamuflase barang makanan menjadi trik baru yang wajib kami dalami,” terang Uki.
Sementara itu, Kabid Pemberantasan BNNP Lampung Kombes Pol Edi Mul Supriyanto menyatakan bahwa pihaknya nggak tinggal diam dan bergerak cepat merangkul berbagai lembaga penegak hukum terkait. Malahan, langkah sinergis ini diambil sebagai tindakan antisipasi dini buat membendung maraknya peredaran vape racikan ilegal yang diduga kuat mengandung campuran obat keras jenis etomidate.
Zat berstatus obat keras tersebut kini menyita perhatian serius seluruh aparat penegak hukum karena berpotensi besar disalahgunakan oleh pihak tak bertanggung jawab. Terlebih lagi, pelaku menyamarkan kemasannya sedemikian rupa hingga menyerupai cairan rokok elektrik biasa, akibatnya masyarakat awam bakal merasa sangat kesulitan buat mengenali bahaya tersembunyi di dalamnya.
“Sebab itulah, BNNP Lampung memberikan perhatian khusus dan terus menyoroti ancaman nyata dari peredaran narkotika jenis baru yang sengaja dicampurkan oleh para pelaku ke dalam cairan rokok elektrik atau vape,” tutur Kombes Pol Edi pas memperingatkan bahaya laten zat adiktif tersembunyi tersebut kepada publik luas.
Guna memperkuat bukti kewaspadaan tersebut, Edi lantas membeberkan data mengejutkan terkait serangkaian pengujian laboratorium yang pernah dilakukan oleh pihak BNN pada periode tahun sebelumnya. Beda dari biasanya, institusi tersebut telah secara intensif memeriksa sekitar 300 sampel cairan vape yang beredar bebas di tengah masyarakat demi menguji kandungan sebenarnya.
Dari total ratusan sampel yang diuji tersebut, hasil laboratorium justru menunjukkan kenyataan pahit yang amat meresahkan para pengawas kesehatan publik. Pasalnya, sekitar 10 hingga 15 sampel secara mengejutkan terbukti positif mengandung zat pembius etomidate atau bahkan terindikasi memiliki campuran bahan berbahaya sekelas heroin murni di dalamnya.
“Penyalahgunaan zat etomidate yang diselipkan ke dalam cairan vape jelas menjadi tantangan berat baru bagi aparat, sebab produsen dapat mengemas cairannya dengan aneka variasi aroma serta rasa yang menggiurkan. Kondisi mengecoh ini sangat berpotensi bikin masyarakat pengguna nggak menyadari bahwa produk yang mereka hisap sebenarnya mengandung zat yang amat berbahaya,” pungkas Edi mendalam.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

