PANGKALPINANG, Desapenari.id – Kawasan Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) di Bukit Baru, Kota Pangkalpinang, tiba-tiba meledak dengan keramaian pada hari Minggu kemarin (8/2/2026). Bukan main, masyarakat pun langsung membanjiri lokasi ini hanya untuk sekadar menjajal wahana terbaru yang baru saja dibuka di kawasan yang sarat sejarah tersebut. Jadi penasaran? Daya tarik utama yang memompa lonjakan pengunjung ternyata adalah kehadiran kolam air mancur yang kini sudah dilengkapi dengan fasilitas perahu mini. Alhasil, wahana ini langsung menjadi idola baru bagi anak-anak yang ingin merasakan sensasi bermain air di tengah suasana kota yang sejuk dan asri.
Tak ketinggalan, Hendra yang datang bersama seluruh anggota keluarganya pun dengan antusias mengungkapkan rasa senangnya. “Anak-anak sangat senang dengan adanya perahu mini ini. Selain itu, selain aman, suasananya juga nyaman untuk keluarga,” tutur Hendra dengan riang. Tentu saja, pengelola tidak hanya menyajikan permainan air. Mereka juga telah membenahi dan menata fasilitas pendukung lainnya secara apik. Misalnya, gazebo-gazebo cantik kini tersebar di berbagai titik sebagai tempat bersantai keluarga. Belum lagi, ada jogging track atau jalur lari yang tertata rapi bagi pengunjung yang ingin menyegarkan tubuh dengan berolahraga di hari libur.
Namun begitu, kawasan Bukit Baru ini sama sekali bukan sekadar tempat bermain biasa. Mau tahu alasannya? Area ini sejatinya merupakan warisan era kolonial Belanda yang masih terjaga keasliannya dengan sangat baik. Yang paling ikonik, salah satu ikon yang langsung mencolok mata adalah Water Toren atau menara air raksasa. Perlu kamu pahami, menara air ini memiliki nilai sejarah tinggi karena menjadi saksi bisu perkembangan infrastruktur dan perjalanan Kota Pangkalpinang sejak berabad-abad lampau. Maka dari itu, perpaduan antara wahana modern dan latar belakang sejarah inilah yang akhirnya membuat setiap momen liburan di Bukit Baru terasa jauh lebih berkesan bagi para pelancong, baik lokal maupun dari luar daerah.
Salah satu contohnya, pengunjung bernama Rizal pun mengaku sangat terkesan. Baginya, suasana Bukit Baru berhasil memadukan ciri khas warisan Belanda dengan fasilitas ruang terbuka hijau yang sangat kontemporer. “Benar-benar unik, rumah-rumah dinas karyawan PT Timah yang dibangun zaman Belanda dulu masih berfungsi dan menyatu dengan lanskap taman Bukit Baru,” ujar Rizal dengan penuh kekaguman. Faktanya, kawasan ini memang sengaja dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda sebagai kompleks perumahan untuk mandor dan pejabat tambang timah (Banka Tin Winning Bedryf). Dan yang paling fenomenal, ikon sejarah paling mencolok adalah Water Toren (Menara Air) yang dibangun pada tahun 1932. Awalnya, menara ini berfungsi sebagai pusat distribusi air bersih untuk seluruh Kota Pangkalpinang, di mana air dialirkannya secara alami dari Bukit Mangkol. Hebatnya lagi, pembangunan menara ini tercatat dilakukan oleh kontraktor ternama, Lindeteves Stokvis Betawi, dengan kontrak senilai Rp300.000 pada masa itu—sebuah angka yang sangat fantastis di zamannya!
Di samping itu, keasrian kawasan ini benar-benar diutamakan. Secara keseluruhan, kawasan Bukit Baru mencakup area yang super luas. Berdasarkan data, total luas wilayah Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bukit Baru bahkan diperkirakan mencapai 300 hektar! Untuk menjaga semua ini, kawasan ini masih dikelola dengan sangat apik melalui kolaborasi dengan PT Timah Tbk sehingga keasriannya tetap terjaga meskipun lokasinya berada tepat di pusat kota. Dengan begitu, melalui perpaduan wahana modern dan sejarah yang kental, Bukit Baru kini akhirnya bertransformasi menjadi museum terbuka sekaligus taman rekreasi yang wajib kamu kunjungi jika ingin mengenal lebih dekat sejarah Ibu Kota Kepulauan Bangka Belitung.
Tak berhenti sampai di situ, pengunjung juga disuguhkan sarana edukasi lingkungan yang mengagumkan. Coba lihat, pohon-pohon besar yang tumbuh menjulang dengan gagahnya siap menaungi lanskap taman berkontur perbukitan. Yang lebih keren lagi, setiap pohon besar di kawasan ini telah dilengkapi dengan papan informasi lengkap mengenai jenis dan manfaatnya. Jadi, kamu bisa sekaligus belajar mengenali berbagai spesies langka, seperti Pohon Bisbul (Diospyros blancoi) yang buahnya berbulu halus mirip apel, serta pohon asam jawa dan melinjo yang telah berusia puluhan tahun. Pada akhirnya, Bukit Baru membuktikan diri bukan hanya sebagai destinasi wisata biasa, melainkan sebuah paket lengkap liburan yang mengedukasi, menghibur, dan menyegarkan jiwa. Ayo, jangan sampai ketinggalan untuk menjelajahinya!
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com


Very great post. I just stumbled upon your weblog and wanted to say that
I have really loved surfing around your weblog posts.
After all I’ll be subscribing for your feed and I hope you write once more very soon!