CIREBON, Desapenari.id – Musibah besar melanda Kompleks Pasar Sandang Tegal Gubug yang terletak di Desa Tegal Gubug, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat pada Sabtu (1/8/2026) malam yang mengerikan.
Betapa tidak, sebanyak 45 lapak di Blok E dan satu lapak di Blok H ludes dilahap si jago merah dalam peristiwa nahas tersebut. Syukurlah, tidak ada korban jiwa yang jatuh dalam insiden memilukan ini meskipun kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
PETUGAS DAMKAR TEMUKAN API MASIH BERKOBAR HEBAT
Kepala Kedaruratan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Cirebon, Eno Sujana, dengan nada khawatir menyampaikan kondisi mengerikan yang ditemui awak pemadam saat tiba di lokasi kejadian.
Ternyata, api masih berkobar dengan dahsyatnya dan menjulang tinggi ke langit malam Cirebon yang gelap. Melihat situasi yang sangat mencemaskan tersebut, petugas dari sektor Arjawinangun pun langsung bergerak cepat melakukan proses penyiraman dan pemadaman secara intensif.
API MERAMBAT DENGAN CEPAT DI BLOK E
Yang mengkhawatirkan, api membakar sebagian besar kawasan yang terkonsentrasi di blok E dengan sangat cepat, kemudian menjalar ke sejumlah lapak di sekitarnya.
Karena kondisi kebakaran tergolong cukup besar dan mengancam area lainnya, pimpinan tim pemadam segera mengambil keputusan untuk memberangkatkan petugas tambahan dari Sekor Sumber sebagai langkah antisipasi.
WARGA PANIK DAN BERJUANG MEMADAMKAN API
Eno juga mengungkapkan fakta menarik bahwa saat awal pertama kali kebakaran terjadi, warga setempat bersama tim keamanan dengan sigap berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.
Namun, sayangnya kobaran api terus membesar dengan cepat sehingga warga yang panik langsung menghubungi anggota Babinsa Tegal Gubug dan Dinas Pemadam Kebakaran untuk meminta bantuan profesional.
“Warga panik dan berusaha memadamkan kobaran api bersama tim keamanan setempat, namun api cepat membesar, sehingga langsung meminta pemadaman tim damkar,” tutur Eno saat dihubungi pada Minggu (2/8/2026) pagi dengan nada prihatin.
KORSLETING LISTRIK DIDUGA JADI PENYEBAB UTAMA
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal yang dilakukan tim investigasi, api diduga berasal dari kabel yang terhubung dengan kWh listrik di bagian tengah sisi barat Blok E.
Percikan api akibat dugaan korsleting itu kemudian menyambar salah satu lapak dengan cepat. Tak hanya itu, angin kencang yang bertiup pada malam itu memperparah situasi dengan merambatkan api ke lapak lainnya hingga menghanguskan area seluas sekitar 540 meter persegi.
EMPAT UNIT MOBIL PEMADAM DIKERAHKAN
Untuk memadamkan api yang terus membesar, sebanyak empat unit mobil pemadam dan satu unit mobil penyuplai air langsung dikerahkan ke lokasi kejadian.
Setelah melalui proses penanganan yang cukup melelahkan selama beberapa menit, api akhirnya berhasil dipadamkan oleh petugas yang bekerja keras. Selain 45 lapak di Blok E yang hangus total, kebakaran ini juga membakar satu lapak di Blok H yang berada tidak jauh dari lokasi awal kebakaran.
PASAR TERBESAR JADI PERHATIAN WARGA
Kebakaran yang melanda Pasar Sandang Tegal Gubug yang dikenal sebagai pusat perbelanjaan sandang terbesar di kawasan Cirebon ini tentu menjadi perhatian utama warga sekitar.
Tidak mengherankan, sebagian besar warga dan pedagang dari blok lain memadati kawasan sekitar lokasi kejadian dengan perasaan cemas dan penasaran. Keramaian ini ternyata membuat upaya pemadaman sempat terhambat karena akses petugas terganggu oleh kepadatan massa.
TRANSAKSI SEDANG TUTUP SAAT KEBAKARAN
Untungnya, saat peristiwa kebakaran ini berlangsung, aktivitas transaksi jual beli di pasar sedang tutup sehingga tidak ada pembeli yang menjadi korban.
Kondisi ini tentu sangat membantu proses evakuasi dan pemadaman meskipun kepanikan warga tetap tidak terhindarkan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini yang menjadi kabar baik di tengah musibah besar tersebut.
KERUGIAN MATERIAL BELUM DAPAT DIPERKIRAKAN
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola pasar masih melakukan pendataan terhadap seluruh pedagang yang lapaknya hangus terbakar.
Kerugian material akibat kebakaran ini pun belum dapat diperkirakan secara pasti karena masih dalam proses pendataan yang dilakukan oleh tim terkait. Namun demikian, para pedagang yang menjadi korban berharap adanya bantuan dari pemerintah daerah untuk memulihkan kembali usaha mereka yang terpaksa harus terhenti akibat musibah ini.
LANGKAH ANTISIPASI DIPERLUKAN KE DEPAN
Peristiwa kebakaran ini menjadi pelajaran berharga bagi pengelola pasar dan seluruh pedagang untuk lebih memperhatikan keamanan instalasi listrik di area pasar.
Pemeriksaan rutin terhadap jaringan kabel dan peralatan listrik lainnya sangat diperlukan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. Selain itu, ketersediaan peralatan pemadam kebakaran yang memadai di setiap blok pasar juga menjadi hal yang tidak bisa ditawar lagi demi keselamatan bersama.
KONDISI PASAR PASCA KEBAKARAN
Pasca kebakaran, area Blok E dan sebagian Blok H terlihat sangat memprihatinkan dengan puing-puing reruntuhan lapak yang hangus terbakar.
Aroma asap masih tercium menyengat di sekitar lokasi kejadian meskipun api sudah berhasil dipadamkan. Petugas keamanan pun berjaga di area tersebut untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan seperti penjarahan atau tindakan kriminal lainnya.
DUKUNGAN MENGALIR UNTUK PARA PEDAGANG
Berbagai pihak mulai menunjukkan solidaritas dengan memberikan dukungan moril maupun materiil kepada para pedagang yang menjadi korban kebakaran.
Pengelola pasar berencana untuk segera melakukan perbaikan dan pembangunan kembali lapak-lapak yang hangus agar aktivitas perdagangan dapat pulih seperti sedia kala. Dukungan dari pemerintah daerah dan berbagai instansi terkait pun sangat diharapkan untuk mempercepat proses pemulihan ini.
HARAPAN BARU DI TENGAH MUSIBAH
Meskipun musibah ini terasa sangat berat bagi para pedagang, namun semangat kebersamaan dan gotong royong yang ditunjukkan oleh warga sekitar memberikan secercah harapan di tengah kegelapan.
Mereka bahu-membahu membantu membersihkan puing-puing dan memberikan dukungan moral bagi para korban yang kehilangan mata pencahariannya. Dengan kerja sama yang baik antara pedagang, pengelola pasar, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat, diharapkan Pasar Sandang Tegal Gubug dapat segera bangkit dan beraktivitas normal kembali.
KEWASPADAAN TERHADAP BAHAYA KEBAKARAN
Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat akan pentingnya kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran di lingkungan sekitar.
Pengecekan rutin terhadap instalasi listrik, penggunaan peralatan elektronik yang aman, serta ketersediaan alat pemadam api ringan menjadi langkah-langkah sederhana namun sangat efektif untuk mencegah terjadinya kebakaran. Edukasi tentang cara memadamkan api dan prosedur evakuasi darurat juga perlu terus disosialisasikan kepada masyarakat luas.
PEMERIKSAAN MENYELURUH AKAN DILAKUKAN
Pihak berwenang berencana melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh blok di Pasar Sandang Tegal Gubug untuk memastikan tidak ada lagi potensi bahaya kebakaran yang mengintai.
Instalasi listrik akan diperiksa satu per satu oleh petugas ahli dari Dinas Ketenagalistrikan setempat. Selain itu, pengelola pasar juga diimbau untuk menyediakan jalur evakuasi yang jelas dan titik kumpul darurat yang aman bagi para pedagang dan pengunjung pasar.
BELAJAR DARI PENGALAMAN PAHIT
Pengalaman pahit ini semoga dapat menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak yang terlibat dalam pengelolaan pasar tradisional di Indonesia.
Keamanan dan keselamatan harus menjadi prioritas utama yang tidak boleh diabaikan demi kepentingan bersama. Dengan pembelajaran yang baik dari kejadian ini, diharapkan ke depan tidak akan ada lagi korban jiwa maupun harta benda akibat kebakaran yang sebenarnya dapat dicegah dengan langkah-langkah antisipatif yang tepat.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

