KENDARI, Desapenari.id – Hujan deras yang mengguyur tanpa ampun sejak Sabtu (16/5/2026) kemarin, langsung mengubah sejumlah wilayah di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, menjadi pemandangan memilukan. Air dengan cepat merendam permukiman warga!
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari langsung bergerak cepat dan mencatat fakta mengejutkan: dari total 11 kecamatan yang ada, banjir bandang telah melumpuhkan 5 kecamatan sekaligus. Bayangkan, nyaris separuh kota terendam!
Lima kecamatan yang diterjang banjir dahsyat itu adalah Mandonga, Puuwatu, Kadia, Wuawua, dan Baruga. Di mana-mana, air menggenangi jalanan dan masuk ke dalam rumah-rumah warga tanpa kompromi.
Kepala BPBD Kota Kendari, Cornelius Padang, dengan nada waspada menjelaskan kepada tim Desapenari di Kendari, Minggu (17/5/2026), bahwa pihaknya hingga kini masih mati-matian menghimpun data dari setiap kelurahan. “Kami masih mengumpulkan data dari kelurahan. Kemungkinan, aparat setempat masih sibuk menangani banjir di lokasi masing-masing,” ujar Cornelius saat dihubungi. Pendataan oleh BPBD masih ditunggu dari kelurahan karena situasi di lapangan belum sepenuhnya kondusif.
Cornelius pun mengungkapkan alasan mengapa data final belum bisa dirilis. Menurut penjelasannya, proses validasi data memang dilakukan secara bertahap. “Kami masih menunggu data dari mereka kirimkan. Mereka pun tidak mau sembarangan mengirim data yang keliru, ya mungkin. Kami masih menanti informasi lengkapnya,” tambah Cornelius. Dengan kata lain, data terdampak perlu dipastikan agar laporan yang dihasilkan tidak menyesatkan.
Meski data belum lengkap, Cornelius Padang menegaskan bahwa jajarannya tidak tinggal diam. BPBD Kendari tetap bergerak lincah memberikan pelayanan dan bantuan darurat kepada warga yang rumahnya kebanjiran. Selain itu, timnya terus memantau perkembangan di lapangan pasca hujan deras yang menyebabkan genangan di berbagai kawasan permukiman. Perkembangan di lapangan terus dipantau oleh petugas BPCD setelah hujan reda.
Di tengah kepanikan warga, sebuah video mengerikan pun beredar luas. Rekamannya memperlihatkan warga BTN Puri Taman Kendari, yang berada di Kecamatan Puuwatu, berteriak histeris meminta pertolongan. Dalam potongan video yang dramatis itu, tampak sejumlah pria dan wanita nekat berjalan menembus luapan air yang deras dan kotor di kawasan permukiman mereka.
“Tolong! Tolong! Datang ke sini!” teriak seseorang dengan suara parau dalam video tersebut, menggambarkan betapa gentingnya situasi saat banjir menerjang permukiman mereka. Pertolongan diminta oleh warga saat banjir tiba-tiba mengepung rumah-rumah.
Tak hanya di Puuwatu, penderitaan warga juga terlihat jelas di bantaran Kali Wanggu Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga. Air yang sebelumnya sempat surut, tiba-tiba kembali naik dengan ganas. Rumah-rumah warga yang baru saja kering, kini kembali terendam. “Di Wanggu, ini rumah warga kembali terendam lagi, penuh lumpur,” ucap seorang warga dengan nada putus asa saat mendokumentasikan kondisi lingkungannya.
Namun, dari sela-sela bencana, sedikit angin segar mulai terasa. Berdasarkan pemantauan langsung tim Desapenari di Kecamatan Wuawua, genangan air mulai surut perlahan. Meskipun demikian, pemandangan menyedihkan masih terlihat di mana-mana. Lumpur tebal sisa banjir masih menempel di lantai dan perabotan rumah warga. Lumpur sisa banjir masih memenuhi sejumlah rumah warga hingga Minggu siang.
Untuk membantu meringankan beban para korban, personel Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Kendari diterjunkan ke lokasi. Beberapa petugas berseragam orange tampak sibuk membantu warga menyapu dan mengeruk lumpur dari dalam rumah. Mereka bahu-membahu menggunakan alat seadanya agar warga segera bisa beraktivitas normal kembali.
Kesimpulannya, BPBD Kendari masih terus mendata seluruh dampak kejadian banjir yang melanda lima kecamatan ini. Proses pendataan jumlah warga dan rumah yang terdampak masih berlangsung hingga berita ini diturunkan. Warga diimbau tetap waspada karena cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

