JAKARTA, Desapenari.id – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat akhirnya menggelar operasi besar-besaran penangkapan ikan sapu-sapu yang meresahkan! Tim gabungan langsung bergerak cepat di anak Kali Taman Semanan Indah (TSI), Kalideres, Jakarta Barat, tepatnya pada Jumat (17/4/2026).
Demi Selamatkan Sungai, Pemprov DKI Jakarta Gerak Cepat
Operasi mendadak ini ternyata merupakan bagian dari gerakan serentak yang dicanangkan Pemprov DKI Jakarta. Mengapa? Karena populasi ikan invasif ini sudah sangat mengancam kelestarian ekosistem sungai kita. Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, pun tidak tinggal diam. Beliau dengan sigap menyiapkan apresiasi spesial bagi para petugas yang berhasil menangkap ikan-ikan nakal tersebut.
“Iya, kami siapkan apresiasi buat yang berhasil mendapatkan ikan. Kami bentuk grup, kami buat tim, lalu setiap grup berhak mendapatkan Rp25.000 untuk setiap satu kilo tangkapan,” ujar Iin dengan antusias di lokasi operasi, Jumat.
Bukan Cuma Uang, Jalan-Jalan ke Ancol Jadi Incaran!
Wah, jangan kira hadiahnya hanya uang tunai saja! Iin juga dengan cerdik menjanjikan hadiah rekreasi yang lebih menarik. “Nanti mereka bisa menikmati hasilnya bersama-sama. Kami juga akan mengajak mereka semua refreshing, jalan-jalan seru ke Ancol,” tambah Iin dengan senyum lebar. Bayangkan, sambil memberantas hama sungai, para petugas juga bisa liburan gratis!
Hasilnya? Operasi yang baru berlangsung satu jam, tepatnya hingga pukul 09.00 WIB, tim gabungan sudah berhasil mengumpulkan sekitar 25 kilogram ikan sapu-sapu! Lumayan banyak, kan?
Ikan Ganas Ini Langsung Dikubur, Bukan Dijadikan Siomay!
Lalu, kemana semua ikan hasil tangkapan ini akan dibawa? Pemerintah kota tidak main-main. Seluruh ikan sapu-sapu langsung mereka kubur di Sentra Flora Semanan. Operasi ini juga akan mereka lakukan secara rutin demi memberantas ikan yang suka merusak turap-turap sungai.
Ngomong-ngomong soal bahaya ikan ini, sempat beredar kabar miring lho! Ada oknum tidak bertanggung jawab yang katanya memanfaatkan daging ikan sapu-sapu untuk olahan makanan seperti siomay. Padahal, ikan ini jago menyerap logam berat yang sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh kita.
Iin Mutmainnah Tegas: Tidak Ada Siomay Ikan Sapu-Sapu di Jakbar!
“Saya tidak menemukan praktik itu di Jakarta Barat. Informasinya tidak ada di wilayah kami ya. Jadi, jika hal itu memang ada, tentu kami akan bertindak tegas sesuai ketentuan yang jelas, karena memang tidak boleh. Kami akan segera mengomunikasikan ini dengan UKPD terkait,” tegas Iin.
Beliau juga dengan hangat mengimbau masyarakat untuk ikut mengawasi lingkungan sekitar. Segera laporkan jika menemukan praktik pengolahan makanan berbahan dasar ikan sapu-sapu di Jakarta Barat!
Anggota DPRD Juga Angkat Bicara: Ayo Awasi Bersama!
Senada dengan wali kota, Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Hilda Kusuma Dewi, yang turut hadir di lokasi juga meminta masyarakat aktif memantau keberadaan ikan sapu-sapu. Jangan sampai ikan ini dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab!
“Perkembangbiakannya sangat cepat dan itu sangat membahayakan jika dijadikan makanan olahan. Jadi, ini perlu pemantauan dan kepedulian kita semua. Dengan begitu, ekosistem sungai tetap terjaga kebersihannya, dan masyarakat pun aman. Jangan sampai ikan ini dikonsumsi atau diambil oleh oknum-oknum nakal,” ungkap Hilda dengan penuh semangat.
Tak hanya itu, Hilda juga sudah menyampaikan langsung kepada Pemkot Jakbar agar program pembasmian sapu-sapu ini terus dilanjutkan secara rutin ke depannya.
Ancaman Nyata: Ikan Sapu-Sapu Bisa Runtuhkan Tanggul Sungai!
Selain masalah kesehatan, populasi ikan sapu-sapu yang tidak terkendali ternyata juga membawa ancaman fisik yang serius bagi infrastruktur sungai di Jakarta. Sekretaris Dinas KPKP DKI Jakarta, Mujiati, menjelaskan dengan gamblang. Karakteristik ikan sapu-sapu memang doyan menggali sarang di lumpur dasar sungai, sehingga mereka secara otomatis merusak dinding tanggul.
“Secara ekosistem, mereka akhirnya bisa merusak. Di kali-kali di Jakarta kan ada turap-turap. Karena hidupnya di lumpur, mereka akan bersembunyi di situ. Oleh karenanya, saat menangkap tadi, kami harus sampai ke dalam-dalam,” jelas Mujiati.
Kebiasaan mereka bersarang di sela-sela turap ini sangat berisiko. Dalam jangka panjang, bisa menyebabkan keruntuhan turap! “Karena mereka sembunyi di lumpur, kami khawatir mereka akan menggerus bagian dalam sehingga nanti bisa menyebabkan bagian bawah sungai itu tergerus,” terangnya lagi.
Petugas Sampai Masukkan Tangan ke Lubang, Tapi Ikan Kabur!
Frans, salah satu petugas Pusat Produksi Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan (PPISHP) yang nekat turun langsung ke dalam air, juga mengungkapkan temuannya yang mengejutkan. Saat ia mencoba menangkap ikan sapu-sapu, ia menemukan banyak titik lubang dengan panjang lebih dari 50 sentimeter!
“Banyak banget tadi lubang-lubang pas di dalam air. Jadi pas mau kami tangkap, ikan itu langsung kabur masuk ke dalam lubang. Bahkan tangan saya aja udah masuk semua sampai ke dalam, tetap saja enggak dapet,” cerita Frans dengan ekspresi heran.
Nah, itu dia cerita seru dari operasi pemberantasan ikan sapu-sapu di Jakbar. Selamat untuk para petugas yang sudah bekerja keras. Semoga program ini terus berjalan dan ekosistem sungai kita segera pulih! Jangan lupa, jika melihat ikan ini di sekitar Anda, segera laporkan ya!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

