SUBANG, Desapenari.id – Setelah tiga hari tegang dan penuh harap, tim pencarian gabungan akhirnya mengakhiri operasi pencarian seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dilaporkan hilang di kawasan Hutan Bunihayu, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Namun sayang, hasil yang didapat justru memilukan.
Korban bernama Karman (54), warga Komplek Mekarsari Kampung Cibedug, RT 05/14, Kelurahan Cikole, Kabupaten Bandung Barat, akhirnya berhasil ditemukan pada Sabtu siang, 11 Juli 2026. Namun, nyawanya tak terselamatkan. Ketika tim penyelamat mengguncang lokasi pencarian, mereka justru menemukan jasad korban dalam keadaan meninggal dunia.
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menyampaikan kabar duka ini dengan nada berat. Menurutnya, jenazah korban berhasil ditemukan pada hari ketiga operasi pencarian yang dilaksanakan tanpa henti.
“Jenazah Karman ditemukan Tim SAR Gabungan sekira pukul 13.40 WIB,” ujar Ade kepada awak media.
Inovasi Teknologi Canggih Dikerahkan Untuk Menemukan Korban
Proses pencarian korban ini sungguh tak main-main. Tim SAR mengerahkan segala kemampuan dan teknologi mutakhir yang mereka miliki. Pada hari ketiga operasi, tim memulai pencarian sejak pagi buta dengan memanfaatkan teknologi drone thermal untuk memetakan area yang diduga menjadi lokasi keberadaan korban. Teknologi canggih ini bekerja dengan cara mendeteksi perbedaan suhu di area hutan yang sulit dijangkau oleh manusia.
Setelah melakukan pemetaan awal menggunakan drone, Tim SAR Gabungan segera menggelar briefing untuk menentukan strategi pencarian yang paling efektif. Mereka tidak ingin membuang waktu sia-sia mengingat kondisi korban yang sudah tiga hari hilang di tengah hutan lebat.
Tim kemudian membagi diri menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) guna mempercepat proses pencarian. Pembagian tim ini dilakukan secara strategis untuk memaksimalkan coverage area pencarian. Rincian pembagian tim tersebut meliputi dua SRU melakukan penyisiran darat menggunakan pola pencarian tipe 2 dengan mengikuti jalur setapak yang ada di hutan, sementara satu SRU lainnya melakukan pemantauan udara menggunakan drone thermal dari ketinggian.
Lokasi Penemuan yang Mengerikan
Setelah berjam-jam melakukan pencarian yang melelahkan, tim akhirnya berhasil menemukan korban di titik koordinat 6°38’28.5″ Lintang Selatan dan 107°42’18.0″ Bujur Timur. Namun, harapan keluarga pupus sudah ketika tim mendapati kondisi korban sudah tidak bernyawa.
“Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan pada koordinat 6°38’28.5″ LS dan 107°42’18.0″ BT dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah korban langsung dievakuasi ke Puskesmas Jalancagak,” jelas Ade dengan nada prihatin.
Setelah ditemukan, tim gabungan segera mengevakuasi jenazah korban dengan hati-hati untuk penanganan lebih lanjut. Proses evakuasi dilakukan dengan penuh penghormatan mengingat korban adalah seorang ASN yang dikenal baik oleh masyarakat sekitar.
Apresiasi Mengalir Untuk Semua Pihak yang Terlibat
Meski berakhir dengan duka, Ade Dian Permana tetap menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian. Menurutnya, kerja sama yang solid antara unsur SAR, relawan, dan masyarakat sekitar menjadi kunci keberhasilan pencarian ini meskipun hasilnya tidak sesuai harapan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel dan masyarakat yang telah membantu proses pencarian sejak hari pertama hingga korban berhasil ditemukan. Usai ditemukannya korban, operasi SAR ditutup,” katanya dengan penuh rasa terima kasih.
Semua pihak yang terlibat menunjukkan dedikasi tinggi dalam operasi pencarian ini. Mereka tak kenal lelah menyusuri medan hutan yang terjal dan berbahaya demi menemukan Karman. Bahkan, masyarakat sekitar turut bergotong royong membantu tim SAR dengan memberikan informasi mengenai medan dan kondisi hutan Bunihayu.
Kronologi Hilangnya Korban: Cerita yang Mengiris Hati
Sebelum tragedi ini terjadi, Karman dilaporkan hilang di kawasan Hutan Desa Bunihayu, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang. Ia diketahui pergi ke hutan untuk mencari burung pada Selasa, 7 Juli 2026, sekitar pukul 16.00 WIB. Aktivitas mencari burung ini merupakan hobi yang sering dilakukan Karman di waktu luangnya.
Namun, hingga Kamis pagi, 9 Juli 2026, korban tidak kunjung kembali ke rumah. Keluarga yang mulai cemas segera melaporkan kejadian ini kepada aparat setempat. Laporan tersebut kemudian dengan cepat ditindaklanjuti dengan operasi pencarian oleh Tim SAR Gabungan.
Tim SAR tidak membuang waktu dan segera bergerak melakukan penyisiran di kawasan hutan Bunihayu. Selama tiga hari berturut-turut, tim bahu-membahu mencari jejak keberadaan Karman. Sayangnya, faktor medan yang sulit dan cuaca yang tidak menentu menjadi kendala besar dalam operasi pencarian.
Kini, keluarga besar dan rekan-rekan Karman di Bandung Barat berduka atas kepergiannya. Pihak keluarga berharap agar kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat yang memiliki hobi serupa untuk selalu memperhatikan faktor keselamatan saat memasuki kawasan hutan.
Operasi SAR resmi ditutup setelah korban berhasil ditemukan, dan jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan secara layak. Semoga Karman mendapat tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

