Diduga Stres Tak Mampu Beli Perlengkapan Sekolah, Siswa SD di NTT Bunuh Diri

Desapenari.id – Bayangkan, di tengah gembar-gembor kenaikan anggaran pendidikan miliaran rupiah, seorang bocah berusia 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), justru memilih mengakhiri hidupnya. Tragisnya, pemicunya terlihat sederhana namun memilukan: ia tak mampu membeli buku tulis dan pena. Kisah pilu ini bukan sekadar berita duka, melainkan tamparan keras yang membongkar kegagalan sistem perlindungan anak kita.

Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) langsung menyoroti ironi pahit ini. Melalui Koordinator Nasionalnya, Ubaid Matraji, mereka secara tegas menyatakan, “Di tengah klaim pemerintah soal anggaran pendidikan yang terus melambung, nyatanya di lapangan, nyawa seorang anak bisa melayang hanya karena harga buku dan pena yang tak terjangkau!” Ubaid menegaskan, ketika seorang anak SD merasa begitu tertekan hingga memilih bunuh diri, secara tidak langsung itu menandakan fungsi perlindungan negara telah mati dan tak berdaya.

Selanjutnya, Ubaid menciptakan kontras yang menyayat hati. Alih-alih menjadi tempat yang aman dan nyaman, sekolah justru berubah menjadi “penjara mental” yang penuh intimidasi ekonomi bagi anak-anak seperti korban. “Sekolah seharusnya jadi safe space untuk belajar, tapi faktanya kini berubah wujud,” ujarnya dengan nada prihatin.

Tak hanya itu, kasus tragis ini secara langsung juga membungkam pernyataan resmi pemerintah sebelumnya yang menyebut anak putus sekolah karena tak bisa jajan. Ubaid dengan lantang membantah, “Kasus di NTT ini membuktikan sebaliknya! Anak-anak kita menyerah bukan karena cilok di kantin, melainkan karena biaya pendidikan yang mencekik leher mereka dan keluarga.” Dengan kata lain, akar masalahnya adalah beban ekonomi yang tak tertanggungkan.

Lebih lanjut, Ubaid menyoroti kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun yang justru menjadi bumerang. Di satu sisi, negara mewajibkan; di sisi lain, negara dinilai melakukan pembiaran terhadap kesulitan biaya. Padahal, konstitusi dan putusan Mahkamah Konstitusi secara jelas memerintahkan negara untuk membiayai pendidikan dasar tanpa pungutan. “Namun, apa yang terjadi? Realitanya sangat jauh dari harapan,” tandasnya.

Di sini, Ubaid mengungkap fakta mencengangkan yang mungkin belum banyak diketahui publik. Ternyata, anggaran pendidikan yang semestinya 20% dari APBN, kini “dibegal” oleh program lain. Melalui UU APBN 2026, dana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengambil porsi besar dari anggaran pendidikan. “Akibatnya, anggaran pendidikan non-MBG tinggal 14%! Gara-gara pasal ini, alokasi untuk kebutuhan dasar seperti alat tulis justru tergerus,” paparnya detail.

Ubaid lalu menggugat prioritas pemerintah yang dianggap terbalik. “Apa gunanya perut kenyang jika anak-anak harus menanggung rasa malu dan depresi berat karena tak mampu membeli alat tulis?” pertanyaannya retoris dan menggema. Menurutnya, prioritas yang keliru seperti ini justru membahayakan masa depan bangsa secara keseluruhan.

Kini, mari kita kenali sosok korban lebih dekat. Siswa malang ini berinisial YBS (10), seorang anak kelas IV SD di Ngada NTT. Ia diduga mengakhiri hidupnya setelah putus asa dengan kondisi ekonomi keluarganya yang sangat memprihatinkan. Suatu hari, ia meminta uang kurang dari Rp 10.000 kepada ibunya, MGT (47), seorang janda yang bekerja serabutan sebagai petani dan buruh. Jawaban sang ibu, “Kita tidak punya uang,” menjadi pukulan terakhir yang menghancurkan hatinya. Bagi keluarga yang hidup di garis kemiskinan, nominal yang terlihat kecil bagi kita ternyata merupakan gunung yang mustahil didaki.

Bahkan, untuk mengurangi beban ibunya, YBS sempat harus tinggal bersama neneknya yang telah berusia 80 tahun di sebuah pondok sederhana. Nah, di dekat pondok renta itulah, pada suatu hari di akhir Januari 2026, ia ditemukan tak bernyawa. Kisah ini adalah potret nyata dari lingkaran kemiskinan dan keputusasaan yang menjerat anak-anak paling rentan di negeri ini.

Tragedi YBS harusnya menjadi alarm darurat bagi kita semua. Bunuh diri seringkali terjadi ketika seseorang merasa terperangkap dalam depresi dan yakin tak ada lagi yang menolong. Oleh karena itu, jika Anda atau orang terdekat mengalami beban psikologis yang berat, ingatlah: ANDA TIDAK SENDIRI. Jangan ragu untuk mencari pertolongan. Layanan konseling profesional bisa menjadi solusi untuk meringankan beban yang terasa begitu berat. Untuk informasi lebih lanjut mengenai dukungan kesehatan jiwa, silakan kunjungi situs Into the Light Indonesia melalui tautan berikut: https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling/. Mari jadikan tragedi di NTT ini sebagai momentum perbaikan, agar tidak ada lagi anak yang merenggut nyawanya hanya karena tak mampu membeli buku dan pena.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

More From Author

Insiden Kebakaran Bus PO Haryanto di Tol Pemalang, Semua Penumpang Selamat

Dua Pencuri Sapi Diamankan Polisi Usai Dihajar Warga yang Murka di Muara Tami

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Comments

Partner Kita

MPOSAKTI MPOSAKTI MPOSAKTI Slot88 mposakti mposakti mposakti MOTOSLOT MOTOSLOT MOTOSLOT MOTOSLOT aatoto aatoto toto slot LIGAJAWARA168 Slot Gacor Hari Ini Arena39 slot gacor TOTO SLOT slot online toto slot resmi Slot Thailand MPOSAKTI Slot777 Motoslot Aatoto MOTOSLOT motoslot SLOT THAILAND LIGAJAWARA168 aatotoresmi Slot777 aatoto motoslot MOTOSLOT Motoslot mposakti ARENA39 slot thailand Arena39 Arena39 slot gacor motoslot Aatoto ARENA39 Arena39 aatoto aatoto SLOT THAILAND Ligajawara168 https://www.ligajawara168.org LIGAJAWARA168 LIGAJAWARA168 ARENA39 Arena39 ligajawara168 ligajawara168 Game Online Aatoto judi bola online Ligajawara168 Mposakti Mposakti Arena39 Arena39 Arena39 Mposakti Mposakti Ligajawara168 Ligajawara Mposakti Mposakti ligajawara168 SLOT GACOR motoslot asli motoslot motoslotofficial motoslotresmi motoslot motoslot Link Alternatif aatoto aatoto Motoslot Motoslot CAS55VIP AATOTO daftar cas55 CAS55_OFFICIAL Cas55 CAS55 aatoto CAS55 CAS55VIP slot gacor hari ini Arena39 Piu Arena39 Link Alternatif ARENA39 Thailand Thailand Thailand SLOTTHAILAND SLOTTHAILAND slotthailand aatoto login aatoto aatoto Aatoto Website Gaming aatoto slot Mposakti mposakti Mposakti SLOTTHAILAND Slot Hoki mposakti MPOSAKTI LINK MPOSAKTI universitas-bengkuluu universitas-jakartaa rtp live rtp live rtp live rtp live rtp live rtp live rtp live rtp live rtp live rtp live rtp live rtp live rtp live rtp live rtp live rtp live rtp live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live rtp live rtp live rtp live rtp live rtp live rtp live rtp live rtp live rtp live rtp live rtp live rtp live rtp live rtp live rtp live RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT rtp live rtp live rtp live rtp live rtp live rtp live rtp live rtp live rtp live rtp live GAME ONLINE GAME ONLINE GAME ONLINE GAME ONLINE GAME ONLINE GAME ONLINE GAME ONLINE GAME ONLINE GAME ONLINE GAME ONLINE Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live