SURABAYA, Desapenari.id – Wah, warga Surabaya bersiaplah! Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pahlawan kembali mengguncang kebijakan parkir dengan memperluas jangkauan parkir digital di Tepi Jalan Umum (TJU). Tidak hanya itu, secara berbarengan, pihak Dishub juga menambah jumlah juru parkir (jukir) untuk mengamankan titik-titik parkir tersebut. Dengan demikian, transformasi layanan publik di sektor perparkian kian terasa.
Plt Kepala Dishub Surabaya, Trio Wahyu Bowo, dengan penuh semangat mengungkapkan bahwa sebelumnya pihaknya telah lebih dulu menerapkan sistem parkir non-tunai di kawasan Bratang Binangun, Bratang Gede, Ngagel Tengah, hingga Nginden. Selanjutnya, secara bertahap, program serupa juga menyasar wilayah Nginden Semolo, Prapen, Tenggilis Barat, Klampis, Jagir Wonokromo, Manyar Kertoarjo, Manyar Tegal, Rungkut, Bukit Darmo Boulevard, Kupang Gunung, Darmokali, dan Karang Menjangan. Jadi, masyarakat di kawasan tersebut sudah terbiasa dengan transaksi parkir tanpa uang cash.
Luar biasanya lagi, saat ini lokasi parkir digital bertambah drastis di sekitar Jalan Stasiun Kota, Perak Timur, Perak Barat, dan Tambak Bening. Dengan penambahan ini, maka makin banyak area yang menikmati kemudahan sistem modern.
Mengapa perluasan ini begitu penting? Trio dengan optimis berharap bahwa langkah agresif ini secara langsung akan menaikkan metode pembayaran parkir menggunakan sistem digital. Mengingat, sejumlah lokasi baru tersebut memiliki tingkat aktivitas warga yang cukup tinggi dan padat. Jadi, bukan tanpa alasan mereka memilih titik-titik strategis itu.
“Sesungguhnya, semakin luas penerapan parkir digital, semakin besar pula manfaat yang dirasakan masyarakat,” tegas Trio saat ditemui dan dikonfirmasi pada Rabu (10/6/2026). Ia pun menambahkan dengan nada meyakinkan bahwa, “Selain mempermudah transaksi, sistem ini juga mendukung transparansi dan akuntabilitas pengelolaan parkir di lapangan.” Dengan pernyataan tersebut, terlihat jelas komitmen Dishub untuk memberantas kebocoran retribusi.
Tak hanya lokasi yang bertambah, ada kabar mengejutkan lainnya! Di sisi lain, lanjut Trio, Dishub Surabaya secara serentak menambah jumlah jukir yang bertugas. Awalnya, petugas yang tercatat sebanyak 819 orang, kini melesat naik menjadi 926 anggota. Artinya, ada tambahan 107 personel baru yang disebar untuk mengawal sistem ini.
Menurut Trio, penambahan jukir tersebut dilakukan secara sengaja untuk memberikan sistem parkir yang lebih modern, transparan, akuntabel, serta mendukung percepatan digitalisasi layanan publik. Dengan tegas, Dishub tidak ingin setengah hati dalam menerapkan teknologi ini. Mereka bergerak cepat dan masif.
“Kami secara aktif mendorong para petugas untuk memberikan informasi yang jelas kepada pengguna jasa parkir mengenai mekanisme pembayaran digital. Harapannya, masyarakat semakin cepat adaptasi terhadap sistem ini,” ucap Trio dengan penuh keyakinan. Dengan pendekatan edukatif ini, diharapkan tidak ada lagi kebingungan di lapangan.
Sebagai langkah preventif yang cerdas, sebelumnya Dishub Surabaya telah memasang foto jukir di rambu-rambu yang ada di sekitar lokasi parkir digital. Kebijakan ini dibuat untuk mengantisipasi dan memberantas keberadaan petugas liar yang kerap meresahkan. Melalui langkah tersebut, masyarakat diberikan kekuatan untuk mengenali petugas resmi.
“Melalui pemasangan foto ini, masyarakat bisa lebih mudah mengenali petugas parkir yang bertugas. Ini menjadi salah satu bentuk keterbukaan layanan parkir digital,” pungkas Trio. Keterbukaan ini pun diapresiasi sebagai wujud nyata dari prinsip transparansi.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

