Desapenari.id — Sebuah tragedi mencekam merenggut nyawa empat Anak Buah Kapal (ABK) Tug Boat (TB) Samudera Jaya 1 secara mengenaskan. Mereka ditemukan tewas usai terperangkap di dalam manhole atau ruang terbatas kapal yang minim oksigen dan sudah terindikasi bercampur gas beracun.
Berdasarkan informasi yang dihimpun langsung, peristiwa nahas ini terjadi tepat saat kapal sedang bersandar dengan tenang di Perairan Sungai Tunjang, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan (Kalsel), pada Rabu (6/5/2026) malam. Sungai yang biasanya sunyi itu tiba-tiba berubah menjadi lokasi duka.
Lebih lanjut, Kepala Kantor Basarnas Banjarmasin, I Putu Sudayana, mengungkapkan dengan nada prihatin bahwa proses evakuasi terhadap para korban menghadapi risiko yang sangat tinggi dan mengancam nyawa tim penyelamat. Selain karena kondisi ruangan yang sangat sempit dan membatasi gerak, tim di lapangan juga mendeteksi secara langsung adanya indikasi gas beracun yang masih menyelimuti ruang terbatas tersebut. Dengan kata lain, situasi ini benar-benar seperti menjemput maut.
“Operasi evakuasi kemarin menghadapi tantangan yang sangat serius, terutama karena kondisi ruang yang sempit dan tingginya potensi paparan gas berbahaya bagi siapa pun yang masuk ke dalamnya,” ujar Sudayana dengan tegas kepada wartawan, Kamis (7/5/2026).
Evakuasi Nyaris Celakakan Tim Penyelamat, Alat Khusus Jadi Andalan
Mengingat kondisi medan yang sangat berbahaya dan bisa menelan korban jiwa lagi, tim Basarnas pun tak mau ambil pusing. Mereka langsung menggunakan peralatan canggih Self Contained Breathing Apparatus (SCBA) serta alat detektor gas portabel untuk menjamin keselamatan personel di lapangan. Dengan hati-hati, proses evakuasi pun dilakukan secara bertahap sejak Rabu malam hingga Kamis dini hari.
Menurut catatan tim, korban pertama berhasil diangkat ke permukaan pada pukul 20.49 WITA. Sementara itu, jasad terakhir baru bisa dievakuasi pada Kamis (7/5/2026) dini hari setelah melewati perjuangan panjang melawan racun. Identitas keempat korban yang telah dikonfirmasi pihak keluarga adalah S (27), ZMH (34), HHA (28), dan TRZ (38). Semuanya meninggal di lokasi yang sama.
“Seluruh korban kami temukan dalam kondisi sudah meninggal dunia. Syukurlah, seluruh personel telah bekerja dengan sangat hati-hati sesuai prosedur keselamatan yang ketat untuk meminimalisir risiko tambahan,” jelas Sudayana kepada awak media.
Buka Tutup Manhole Jadi Awal Petaka, Bantuan Malah Berujung Tragis
Lantas, bagaimana kronologi mencekam ini bisa terjadi? Berdasarkan hasil penyelidikan awal, peristiwa nahas ini bermula ketika kapten kapal bersama tiga krunya dengan niat baik berencana memeriksa bagian manhole yang diduga kuat kemasukan air laut. Begitu tutup besi manhole dibuka paksa, sang kapten pun tanpa ragu turun terlebih dahulu untuk melakukan pengecekan langsung di dalam.
Namun, nahas! Begitu berada di dasar, kapten tersebut tiba-tiba terjatuh dengan keras dan tidak sadarkan diri di dalam lubang yang gelap dan sempit itu. Melihat atap mereka roboh seketika, tiga ABK lainnya pun panik. Tanpa pikir panjang, mereka secara spontan dan heroik langsung turun ke bawah dengan maksud memberikan pertolongan pertama. Sayangnya, mereka tidak menyadari bahwa lubang itu sudah seperti perangkap maut. Ketiganya diduga kuat menghirup gas beracun dalam kadar tinggi dan mengalami kekurangan oksigen akut hingga akhirnya turut lemas dan meninggal di lokasi yang persis sama.
“Tiga kru lainnya berupaya memberikan pertolongan dengan turun ke dalam manhole yang sama, namun mereka justru turut mengalami kejadian serupa yang sama fatalnya,” pungkas Sudayana dengan nada getir.
Saat ini, seluruh jenazah telah dibawa dengan penghormatan terakhir ke kamar jenazah RSUD Ulin Banjarmasin untuk proses lebih lanjut. Tak hanya itu, pihak kepolisian setempat pun telah bergerak cepat memulai penyelidikan intensif untuk memastikan penyebab pasti kematian sekaligus memeriksa secara mendalam apakah ada unsur kelalaian prosedur dalam standar keselamatan kerja di atas kapal tersebut.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

