Harga Beras Premium di Magetan Tembus Rp 16.000, Minyakita Jauh dari HET

MAGETAN, Desapenari.id — Harga beras di sejumlah pasar di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Kondisi tersebut dipicu tingginya harga gabah di tingkat petani yang ikut mendorong kenaikan biaya produksi beras.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magetan Awang Arifaini Rudin mengatakan, harga gabah kering panen yang dibeli pedagang dari petani kini mencapai sekitar Rp 7.400 per kilogram. Bahkan, menjelang musim panen harga gabah sempat menyentuh Rp 7.600 per kilogram.

“Jadi betul, beras di pasar itu harganya rata-rata memang hampir di atas HET. Kenapa? Karena bahan gabahnya saat ini sudah tinggi. Gabah kering panen di petani sekarang diterima bakul sekitar Rp 7.400 per kilogram. Sebelum panen bahkan sempat menyentuh Rp 7.600,” ujar Awang saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (13/7/2026).

Menurut Awang, dengan harga gabah tersebut, penggilingan harus menjual beras di atas Rp 14.000 per kilogram agar mencapai titik impas.

Setelah ditambah biaya pengemasan dan distribusi, harga beras premium di pasaran berada di kisaran Rp 15.000 hingga Rp 16.000 per kilogram.

“Kalau penggilingan menjual Rp 14.000 lebih itu baru BEP, belum termasuk biaya kemasan. Di pasar akhirnya menjadi Rp 15.000 lebih. Beras premium memang berada di kisaran Rp 15.000 sampai Rp 16.000 per kilogram,” katanya.

Untuk menjaga daya beli masyarakat, pemerintah terus memperkuat distribusi Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui Bulog, kios pangan binaan, dan pasar pantauan.

Awang mengatakan, masyarakat masih dapat membeli beras SPHP dengan harga Rp 12.500 per kilogram sesuai ketentuan pemerintah.

“Karena itu kami gencarkan SPHP. Harapannya masyarakat punya dua pilihan harga. Yang penghasilannya kurang mampu bisa membeli beras SPHP dengan harga Rp 12.500 per kilogram,” ungkap dia.

“Sementara masyarakat yang mampu silakan membeli beras premium. Dengan begitu petani tetap mendapatkan harga jual yang baik, sedangkan masyarakat tetap memiliki alternatif beras yang lebih murah,” tambah dia.

Ia menegaskan, beras SPHP tidak boleh dijual melebihi harga yang telah ditetapkan pemerintah. Jika ditemukan kios atau toko yang menjual di atas Rp 12.500 per kilogram, masyarakat diminta melapor kepada Dinas Ketahanan Pangan.

“Kalau ada kios atau toko menjual SPHP di atas Rp 12.500 per kilogram, silakan sampaikan kepada kami. Kami akan datangi dan kami tegur, karena masyarakat harus membeli SPHP sesuai harga yang ditetapkan pemerintah,” tegasnya.

Menurut Awang, Bulog rutin mendistribusikan beras SPHP setiap pekan ke pasar pantauan, kios pangan binaan, dan mitra Bulog. Selain itu, Dinas Ketahanan Pangan juga menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) secara bergilir di berbagai wilayah Kabupaten Magetan untuk menjaga keterjangkauan harga pangan.

Harga Minyakita Rp 20.000 per Liter

Sementara itu, persoalan lain yang masih menjadi perhatian pemerintah adalah tingginya harga Minyakita di tingkat pedagang.

Awang mengungkapkan masih ditemukan pedagang yang memperoleh pasokan dari sales dengan harga hampir Rp20.000 per liter, jauh di atas harga eceran tertinggi sebesar Rp15.700 per liter.

“Saya beberapa kali turun ke pasar. Ada pedagang yang membeli Minyakita dari sales sudah hampir Rp20.000 per liter. Padahal seharusnya dijual ke masyarakat Rp15.700. Yang menjadi persoalan adalah pengendalian di tingkat sales, dan itu sedang kami telusuri bersama Satgas Pangan Polres Magetan,” ujarnya.

Menurut Awang, pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan langsung terhadap jalur distribusi sales. Karena itu pengawasan diperkuat bersama Bulog dan Satgas Pangan agar distribusi Minyakita bersubsidi tidak disalahgunakan.

“Kekhawatiran kami jangan sampai minyak dari Bulog justru dijual kembali dengan harga lebih tinggi. Karena kemasannya sama, masyarakat juga sulit membedakan asal barangnya. Maka pengawasan harus terus diperketat bersama Satgas Pangan. Kalau ditemukan pelanggaran, tentu akan ada sanksi sesuai ketentuan,” pungkas Awang.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

More From Author

Rembesan Tanggul Lapindo, Pemprov Jatim Koordinasi Intensif dengan Pemerintah Pusat

Harga Ayam di Pasar Padaherang Kembali Melonjak Seiring Aktifnya Program MBG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ternyata WiFi Lemot Bisa Jadi Keunggulan Fenomena Lag Stop Main di Jam Kerja Inilah Hitung hitungan Psikologis Soal Jam Akun Baru vs Akun Tua Fakta Kejam Soal Hadiah Loyalitas yang Ternyata Cuma Jerat Jangan Sentuh Tombol Turbo Bukti Riset Bahwa Kecepatan Klik Raup Jackpot Tanpa Menambah Deposit Teknik Balikan Modal Layar Pecah atau Retak Justru Membawa Hoki Ini Penjelasan Ilusi Satu HP Khusus Main vs Multitasking Data Kuat Hari Tua vs Hari Muda Kenapa Pemain yang Sudah 3 Bulan Trik Kunci Volume yang Bikin Notifikasi Sound Jadi Penanda Sabar Itu Berat Tapi Teknik Menahan Diri di Detik 5 Terbukti Fitur Beli Free Spin vs Tunggu Scatter Alami Hitung hitungan Hati Hati dengan Mode Turbo Data Respons Sistem Ungkap Hubungan Bukan Mitos Bukti Empiris Soal Efek Pendinginan Algoritma PGSoft Deposit Kecil Bukan Penghalang Strategi Memicu Volatilitas Tinggi PGSoft Rahasia Scatter yang Gagal Muncul Teknik Menggeser Waktu Spin Satu Akun untuk Semua Game vs Fokus Satu Tema Uji Coba Pengaruh History Efek Kelelahan Simbol Bukti Bahwa Mengganti Taruhan Kecil Waspada Jam Sibuk Analisis Server Mendeteksi Adanya Lag Celah Pembulatan Ke bawah Mengapa Memilih Taruhan Ganjil Terbukti Sinyal Kemenangan dari Layar Sentuh Teknik Mengatur Ritme Klik Studi Perilaku Wild West Gold Dan Volatilitas Analisis Data Mahjong Ways PG Soft Modern Kajian Statistik Sweet Bonanza Dan Variasi Multiplier Eksperimen Data Mahjong Ways 2 PG Soft Tinjauan Probabilitas Gates Of Olympus Secara Rasional Analisis Lucky Neko Dan Preferensi Komunitas Digital Kajian Starlight Princess Mengenai Fitur Dan Varians Analisis Mahjong Wins 3 Dan Fluktuasi Hasil Perspektif Data Wild Bounty Showdown Dan Volatilitas Model Probabilistik Sugar Rush Dan Variasi Hasil Analisis Fortune Mouse Dan Fenomena Simbol Digital Kajian Statistik Baccarat Online Dan Batas Risiko Transformasi Koi Gate Dan Tren Permainan Modern Riset Komunitas Hot Hot Fruit Dan Fluktuasi Analisis Buffalo King Megaways Mengenai Karakteristik Volatilitas Fenomena Sweet Bonanza Xmas Dan Variasi Multiplier Kajian Mahjong Wins 2 Berdasarkan Distribusi Simbol Evolusi The Great Riffle Dalam Analisis Digital Machine Learning Gates Of Gatotkaca Untuk Analisis Eksplorasi Big Bass Splash Dan Dinamika Komunitas Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Membaca Dinamika Wild West Gold dari Perspektif Statistik Mahjong Ways 2 Menghadirkan Permainan Puzzle Berbasis Simbol Sweet Bonanza x1000 dari Pragmatic Play Menjadi Sorotan Eksplorasi Mahjong Wins 3 Sebagai Game Arcade Digital Starlight Princess Memperkenalkan Konsep Permainan Bertema Fantasi Gates of Olympus dan Model Permainan Multiplier Lucky Neko Mengusung Permainan Bertema Kucing Asia Wild Bounty Showdown Menawarkan Format Permainan Western Interaktif Sweet Bonanza Xmas Membawa Nuansa Musiman ke Permainan Digital Mahjong Ways dari PG Soft Menjadi Objek Kajian Data Kajian Algoritma pada Fortune Mouse Mengungkap Karakteristik Inovasi Digital PG Soft pada Mahjong Wins 3 Analisis Probabilistik pada Game Baccarat Online Transformasi Teknologi pada Game Digital 2026 Studi Data pada Wild West Gold Menunjukkan Pentingnya Variasi Statistik Mengurai Mekanisme Multiplier Sugar Rush 1000 Riset Perilaku Pengguna pada Starlight Princess Teknologi Random Number Generator pada Mahjong Ways 2 Perkembangan Game Online Berbasis Data Semakin Pesat Analisis Modern Permainan Digital Menggabungkan Data Historis Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft