PONOROGO, Desapenari.id – Coba bayangkan! Saat Pemkab Ponorogo sudah siap-siap melesatkan rencana perbaikan jalan, tiba-tiba harga aspal melonjak hampir 20 persen! Akibatnya, pemerintah daerah kini kalang kabut menghitung ulang anggaran dan terpaksa memangkas target pekerjaan. Wah, sial banget, kan?
Duh! Harga Aspal Curah dan Drum Meroket, Kepala Dinas Sampai Geleng-Geleng Kepala!
“Dengar ini baik-baik, harga aspal curah dari Refinery Unit IV Cilacap naik drastis dari Rp 9.400 menjadi Rp 11.565 per kilogram,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Ponorogo, Jamus Kunto Purnomo, dengan nada frustrasi melalui pesan singkat, Minggu (19/4/2026). “Sementara itu, aspal drum eks Gresik juga ikut-ikutan melonjak dari Rp 11.600 menjadi Rp 13.600 per kilogram,” tambahnya sambil menghela napas.
Kenaikan Ini Memaksa Mereka Hitung Ulang Semua Rencana Anggaran!
Menurut Jamus yang mulai pusing tujuh keliling, kenaikan harga tersebut kemudian memaksa pihaknya untuk menghitung ulang seluruh rencana anggaran biaya (RAB) perbaikan jalan. Ia pun menjelaskan dengan tegas, penyesuaian ini tentu akan berdampak langsung pada panjang ruas jalan yang bisa mereka perbaiki. Namun, satu hal yang mereka jaga mati-matian adalah kualitas pekerjaan. Tidak mau kan jalan cepet rusak lagi?
“Begini lho, kenaikan harga aspal sebesar berapa pun tetap berpengaruh signifikan terhadap capaian kami,” tegas Jamus dengan logat Jawa yang kental. “Jangan pernah berpikir kami akan mengurangi lebar jalan agar panjangnya tetap. Penyesuaian itu pasti ada, apalagi yang terkena imbas paling parah adalah capaian panjang jalan,” ujarnya sambil meyakinkan. Intinya, jalan mungkin jadi lebih pendek, tapi tidak lebih sempit!
Langsung Gerak Cepat! Pemkab Ponorogo Segera Koordinasi dengan Pemerintah Pusat!
Untuk proyek-proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), Pemkab Ponorogo tidak tinggal diam. Mereka langsung menggerakkan roda koordinasi ulang dengan pemerintah pusat. Jangan sampai kan anggaran sudah turun tapi target molor?
“Kami mau tidak mau harus segera konsultasikan lagi dengan tim DAK dari kementerian,” kata Jamus dengan nada serius. “Pasalnya, kondisi ini jelas mempengaruhi target penanganan kami di lapangan,” imbuhnya. Mereka tidak mau setengah-setengah dalam memperbaiki jalan raya.
Sambil berharap cepat beres, pekerjaan perbaikan jalan di sejumlah kawasan Ponorogo direncanakan akan mereka mulai pada Mei 2026 mendatang. Total anggaran yang mereka gelontorkan sekitar Rp 103 juta. Lumayan besar kan? Fokus pekerjaan kali ini adalah overlay ulang atau pelapisan ulang jalan-jalan rusak di sejumlah titik strategis.
“Kalau penyesuaian harga yang membuat kami repot ini sudah beres, kami akan segera mengajukannya ke tim lelang,” ujar Jamus dengan penuh optimisme. “Bulan depan, atau paling lambat di akhir bulan, semua pekerjaan sudah mulai jalan lagi,” pungkasnya sambil tersenyum lega. Doakan saja semuanya lancar, ya!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

