BOYOLALI, Desapenari.id – Senyap. Itulah suasana yang menyelimuti Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, pada Selasa (23/6/2026) siang itu. Namun, kesunyian tersebut justru dimanfaatkan oleh tangan-tangan jahil untuk melancarkan aksi pencurian yang bikin geleng-geleng kepala. Pasalnya, bukan uang atau bahan makanan yang jadi incaran, melainkan deretan peralatan dapur modern dan perangkat elektronik pendukung operasional. Akibat kejadian ini, pihak pengelola SPPG mengalami kerugian materi yang ditaksir mencapai angka fantastis, yakni Rp 21.150.000!
Kapolsek Banyudono, AKP Tri Mulyono, ketika dikonfirmasi oleh awak media pada Rabu (24/6/2026), membenarkan adanya laporan pencurian dengan modus yang cukup berani ini. Menurutnya, daftar barang yang dilaporkan hilang oleh pihak SPPG cukup bervariasi dan semuanya bernilai ekonomi tinggi. Rinciannya, satu unit mesin kupas wortel otomatis yang menjadi andalan untuk mengolah sayuran, sepuluh buah tray atau nampan berbahan stainless steel, lima set pisau dapur berbahan stainless dengan kualitas premium, satu unit blender atau cooper berdaya besar, satu unit alat pencuci mobil bertekanan tinggi, satu unit DVR CCTV, dan satu unit TV LCD yang biasa digunakan sebagai monitor pengawasan ruangan.
“Total kerugian yang diderita akibat peristiwa maling ini diperkirakan mencapai angka yang cukup besar, yaitu Rp 21.150.000,” ungkap Kapolsek Tri Mulyono dengan nada serius saat ditemui di ruang kerjanya. Ia menambahkan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari petugas keamanan setempat.
Lebih lanjut, kronologi penemuan aksi pencurian ini berawal dari kewaspadaan seorang saksi yang kebetulan sedang melakukan pengecekan rutin di area dapur SPPG sekitar pukul 13.40 WIB. Saat itu, langkah saksi terhenti ketika matanya menangkap sebuah pemandangan janggal: gembok pengaman yang biasanya terpasang kokoh di pintu utama dapur ternyata telah menghilang tanpa jejak, dan pintu besi tersebut terbuka lebar. Merasa ada yang tidak beres, saksi pun segera mengambil langkah sigap dengan melakukan inspeksi awal ke dalam ruangan dapur. Betapa terkejutnya ia ketika mendapati sejumlah rak peralatan dapur yang seharusnya tertata rapi kini tampak kosong melompong, sementara beberapa kabel listrik terlihat putus dan berserakan di lantai.
Setelah memastikan bahwa barang-barang berharga tersebut benar-benar raib, saksi tidak membuang waktu dan segera menghubungi petugas keamanan kompleks serta pihak manajemen SPPG. Mereka kemudian melakukan koordinasi internal sebelum akhirnya memutuskan untuk melaporkan kejadian ini secara resmi ke Mapolsek Banyudono agar segera ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku.
“Kasus pencurian ini masih dalam tahap proses penyelidikan yang intensif oleh tim kami,” tegas AKP Tri Mulyono saat memberikan keterangan pers. Ia memastikan bahwa jajarannya saat ini sedang bekerja keras mengumpulkan bukti-bukti dan petunjuk di lapangan guna mengungkap identitas pelaku serta jaringan di balik aksi pencurian tersebut.
Tidak hanya itu, dalam upaya mengungkap kasus ini secepat mungkin, pihak kepolisian dari Polsek Banyudono telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara menyeluruh pada hari yang sama. Tim identifikasi dikerahkan untuk memburu jejak, mulai dari sidik jari yang mungkin tertinggal, pola pijakan kaki pelaku, hingga memeriksa sudut-sudut ruangan yang kemungkinan menjadi jalur masuk dan keluar pelaku. Selain itu, petugas juga telah meminta keterangan secara mendalam dari sejumlah saksi yang berada di lokasi kejadian pada rentang waktu sebelum dan sesudah pencurian terjadi. Informasi dari para saksi ini sangat krusial untuk merekonstruksi kejadian dan menyusun profil pelaku.
Di sisi lain, Kapolsek Banyudono juga menyampaikan imbauan yang tegas kepada seluruh masyarakat, khususnya para pelaku usaha dan pengelola fasilitas publik di wilayah Boyolali. Ia mengingatkan agar semua pihak senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan memperketat sistem keamanan lingkungan untuk mengantisipasi terjadinya peristiwa pencurian serupa di masa mendatang.
“Jangan lengah, karena pelaku kejahatan biasanya selalu mengincar momen dan celah keamanan yang paling lemah,” pesan AKP Tri Mulyono dengan nada mengingatkan. Ia juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan kampung dan lingkungan kerjanya masing-masing.
Tak lupa, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian terdekat apabila mereka memiliki informasi atau melihat hal-hal yang mencurigakan yang dapat membantu proses pengungkapan perkara ini. Informasi sekecil apa pun dari warga sangatlah berharga dan bisa menjadi kunci utama dalam menangkap para pelaku pencurian SPPG ini.
Dengan adanya kejadian ini, tentu menjadi peringatan keras bahwa keamanan aset tidak pernah lepas dari ancaman, sekalipun itu adalah peralatan dapur yang tergolong berat sekalipun. Pihak kepolisian pun optimis bahwa dengan kerja sama yang baik antara aparat dan masyarakat, pelaku pencurian ini tidak akan berkutik dan segera terungkap. Kita semua berharap agar proses hukum berjalan cepat dan pelaku mendapatkan ganjaran setimpal atas perbuatannya yang telah merugikan program pemenuhan gizi masyarakat.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

