Desapenari.id – Pihak PT Pertamina Patra Niaga mendadak mengambil terobosan yang teramat luar biasa berani dengan cara melipatgandakan jumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang sanggup beroperasi penuh selama 24 jam nonstop di seluruh penjuru Denpasar, Bali, dari yang semula cuma berjumlah 24 unit saja kini mendadak melonjak drastis hingga mencapai 84 unit SPBU.
Tentu saja, manuver kilat yang sangat mengejutkan publik ini sengaja dijalankan oleh manajemen Pertamina demi menyapu bersih serta mengurai antrean panjang kendaraan warga yang belakangan ini berjejal dan mengular teramat menguras kesabaran di berbagai titik jalanan Kota Denpasar hanya demi mendapatkan pasokan bahan bakar minyak (BBM).
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations and CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, secara langsung dan gamblang menjelaskan bahwa langkah penambahan jam operasional SPBU hingga larut malam ini menjadi strategi pamungkas mereka demi menganugerahkan fleksibilitas serta kemudahan pilihan waktu pengisian BBM bagi seluruh lapisan masyarakat luas.
Bahkan, Ahad menyampaikan paparan resminya melalui keterangan tertulis pada Rabu (14/10/2026) bahwa Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus senantiasa memacu seluruh mesin operasional demi mempercepat pemulihan layanan pasokan BBM di Bali, mulai dari memperkuat ketersediaan pasokan utama, mendongkrak kesiapan operasional SPBU di lapangan, hingga menyiagakan dukungan penuh dari personel ekstra serta armada angkut agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan semakin maksimal.
Padahal jika kita menengok catatan sebelumnya, wilayah Kota Denpasar hanya mengandalkan 24 SPBU saja yang sanggup melayani konsumen selama 24 jam penuh, namun berkat suntikan 60 SPBU tambahan yang baru saja dioperasikan, kini total tempat pengisian BBM yang siaga melayani masyarakat sepanjang hari resmi melesat menjadi 84 unit.
Maka dari itu, pihak Pertamina menaruh harapan sangat besar bahwa keputusan memperpanjang durasi operasional ini sanggup mengontrol serta mengurai konsentrasi antrean kendaraan secara efektif lewat penyediaan berbagai alternatif waktu bagi masyarakat yang ingin mengisi bahan bakar tanpa harus berdesak-desakan.
Langkah Tak Terduga: Pertamina Guyur Pasokan BBM Raksasa!
Selain melancarkan gebrakan berupa perpanjangan jam operasional SPBU secara masif, Pertamina juga tidak henti-hentinya melemparkan imbauan penting agar seluruh warga masyarakat senantiasa membeli BBM secara bijak selaras dengan tingkat kebutuhan harian mereka saja tanpa perlu melakukan aksi panic buying.
Nggak cuma sampai di situ, guna membuktikan komitmen pelayanan totalnya kepada publik, Pertamina juga sudah mempersiapkan gelontoran cadangan pasokan BBM ekstra yang teramat fantastis untuk wilayah Bali, yaitu mencapai total 57,9 juta liter BBM yang dipasok secara intensif sepanjang periode 14 sampai 17 Oktober 2026.
Secara lebih terperinci, guyuran pasokan raksasa tersebut terbagi menjadi 44,9 juta liter untuk jenis Pertalite serta 13 juta liter untuk jenis Pertamax, yang mana seluruh pasokan BBM ini didatangkan secara berkala dan sistematis melintasi jalur distribusi Terminal Manggis serta Terminal Sanggaran selaras dengan jadwal sandar kapal-kapal tanker pembawa BBM.
Alhasil, demi menjamin kelancaran roda distribusi BBM di jalan raya agar tidak tersendat sedikit pun, Pertamina langsung menggenjot penambahan armada mobil tangki pengangkut BBM, bahkan sampai mengambil langkah berani dengan mengalihkan sebagian unit armada tangki dari Banyuwangi langsung menyeberang ke Pulau Bali.
Di samping itu, perusahaan pelat merah ini juga tidak ragu menerjunkan deretan operator SPBU cadangan di lapangan sekaligus menjalin kerja sama strategis bersama jajaran Kodam IX/Udayana guna memperkuat sokongan personel operasional yang siap diterjunkan kapan saja.
Sejalan dengan hal tersebut, koordinasi ketat ini juga difokuskan untuk menyiapkan pengemudi mobil tangki cadangan yang serba siap, sehingga alur pengiriman BBM ke masyarakat dapat terus berjalan berkesinambungan tanpa sedikit pun mengabaikan standar keselamatan kerja serta waktu istirahat para pengemudi.
Lagipula, Ahad kembali menegaskan dalam pernyataannya bahwa proses pemulihan layanan BBM ini tidak bisa begitu saja bertumpu pada lonjakan pasokan semata, melainkan sangat bergantung pada tingkat kesiapan penuh seluruh elemen operasional, mulai dari keandalan terminal penyimpanan, ketepatan armada pengangkut, sampai pada kualitas pelayanan para petugas langsung di area SPBU.
Menariknya lagi, Pertamina juga terus memaksimalkan kehadiran layanan motoris BBM khusus untuk para pengendara sepeda motor sebagai solusi alternatif yang teramat cerdas dalam memotong antrean panjang, dengan tetap berpedoman teguh pada aturan operasional serta prosedur keselamatan kerja yang berlaku ketat.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

