Desapenari.id – Ratusan warga yang tinggal menetap di kawasan Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah mendadak dibuat heboh luar biasa pasca diteror musibah keracunan makanan secara masal yang diduga kuat berasal dari olahan es buah segar pencuci mulut.
Berdasarkan rincian data resmi yang dirilis secara terbuka oleh pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang pada hari Rabu (15/10/2026) per jam 20.47 WIB, kejadian mengerikan ini mencatat angka total korban yang amat fantastis, yaitu mencapai 167 orang yang mendadak ambruk secara bersamaan. Alhasil, sebanyak 98 korban di antaranya dilarikan secara darurat oleh tim medis menuju tiga rumah sakit rujukan utama di wilayah Kabupaten Magelang biar mereka bisa dapet perawatan medis intensif secepatnya.
Ketiga fasilitas kesehatan besar yang mendadak sibuk luar biasa nampung puluhan pasien terduga keracunan ini mencakup Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muntilan, RSUD Merah Putih, serta RSUD Bukit Menoreh yang langsung mengerahkan seluruh tim dokter dan perawat terbaik mereka demi menyelamatkan nyawa para korban.
Namun, di tengah kepanikan warga desa yang makin meluas akibat tragedi maut ini, fakta super membingungkan justru terungkap karena si penjual es buah itu ternyata ikut ambruk terbaring lemas akibat melahap bahan dagangannya sendiri sebelum mulai berjualan di kios.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Magelang Komisaris Laode Arwansyah ngasih konfirmasi resmi mengenai fakta mengejutkan tersebut lewat pesan singkat pada Kamis (15/10/2026), di mana beliau menegaskan kalau si penjual emang ikut menjadi korban terkapar, sementara total pegawai kios lain yang ikut ketiban apes sampai sekarang masih terus didata oleh jajaran kepolisian.
Usut punya usut, racun tersembunyi yang bikin gempar masyarakat sekecamatan ini rupanya berasal dari sebuah kios sup buah langganan warga yang berlokasi sangat strategis di area Desa Sidowangi, Kecamatan Kajoran.
Dipasang garis polisi
Pas tim kepolisian mendatangi lokasi kios es buah yang dicurigai itu pada hari Rabu sore, tempat usaha milik pelaku usaha tersebut rupanya udah tutup rapat tanpa ada aktivitas transaksi sama sekali. Bahkan, garis kuning polisi dipasang oleh petugas menyilang erat di area pintu depan toko biar nggak ada orang luar yang berani menerobos masuk ke area TKP.
Kompol Laode kemudian menerangkan kalau jajaran kepolisian sengaja memasang garis polisi di toko tersebut demi mengamankan seluruh area tempat kejadian perkara, alhasil tim penyidik bisa menggelar proses olah TKP secara fokus tanpa terganggu intervensi dari warga sekitar.
Meskipun situasi lapangan udah sangat gawat dan memicu ketakutan warga, pihak kepolisian sampai saat ini masih belum berani mengambil tindakan gegabah buat memastikan apakah ada indikasi pelanggaran pidana atau unsur kesengajaan di balik insiden massal yang mengerikan ini.
Lantas, Kompol Laode pun menambahkan kalau jajaran kepolisian emang belum bisa menyimpulkan status hukum kasus keracunan ini secara terburu-buru, sebab mereka masih harus mendalami keterangan lengkap dari para saksi kunci dan menunggu hasil analisis laboratorium terhadap sampel makanan tersebut.
Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang Lies Pramudiyanti sampai detik ini masih belum memberikan jawaban atau respon konfirmasi resmi waktu awak media berusaha menghubungi beliau buat meminta pembaruan data korban paling gres hari ini.
Padahal pada hari Rabu sebelumnya, Lies sempat membeberkan keterangan resmi kalau ratusan korban mendadak merasakan gelombang gejala intoksikasi makanan yang sangat menyiksa tubuh, mulai dari pusing berat yang bikin kepala berputar, mual muntah tiada henti, sampai serangan diare parah.
Petugas Dinkes sudah ambil sampel
Lies selanjutnya mengungkapkan kalau jajaran petugas Dinkes langsung bergerak sangat cepat mengambil sampel cairan muntahan dari para korban beserta sisa olahan es buah maut itu biar bisa diuji secara menyeluruh oleh para ahli di Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kemalangan nasib ini juga menimpa seorang guru yang mengajar di Sekolah Dasar Negeri Sutopati 5 Kajoran bernama Minto Widodo, yang mana beliau mendadak merasakan kepalanya berputar hebat serta perutnya mulas bukan main pas hari Rabu pagi, padahal beliau baru aja menyantap es buah tersebut pada Selasa (13/10/2026) siang.
Minto yang lagi terbaring lemas di Puskesmas Kajoran 1 pada hari Rabu menceritakan kalau sajian es buah maut itu dibeli oleh rekan kerjanya di kawasan Sidowangi buat hidangan konsumsi rapat penting bersama jajaran guru dari SD Negeri 2 Kajoran.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

