DENPASAR, Desapenari.id – Kabar mengejutkan datang dari Pulau Dewata! Pertamina Patra Niaga dengan tegas memastikan bahwa pasokan Pertalite di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang tersebar di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, Bali, kini sudah kembali normal. Sebelumnya, heboh! Ratusan kendaraan terpaksa mengantre panjang hingga keluar area SPBU karena pasokan Pertalite mendadak menipis. Kejadian memalukan ini terjadi pada Kamis (27/8/2026), dan paling parah terjadi di SPBU kawasan Jalan Imam Bonjol, Denpasar, serta Nusa Dua, Badung. Pengendara kelabakan, roda ekonomi pun sempat tersendat!
“Kami paham betul betapa kesalnya masyarakat karena harus berdesak-desakan mengantre BBM di sejumlah SPBU di Denpasar dan Badung,” tutur Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, saat memberikan pernyataan resmi pada Rabu (2/9/2026). Pertamina pun langsung bergerak cepat menyelidiki akar masalah dan mencari solusi paling jitu untuk mengatasi kemarahan publik.
Setelah ditelusuri secara mendalam, ternyata kelangkaan mengejutkan ini dipicu oleh penyesuaian jadwal sandar kapal di dua titik vital, yaitu Integrated Terminal (IT) Manggis dan Fuel Terminal (FT) Sanggaran. Bukan cuma itu, FT Sanggaran juga kebetulan sedang menjalani proses pemeliharaan dan perawatan sarana serta fasilitas yang cukup panjang. Nah, kondisi darurat ini otomatis membuat kapasitas penerimaan dan penyaluran BBM dari terminal untuk sementara waktu menjadi terbatas. Dengan kata lain, pasokan ke SPBU-SPBU kesayangan kita pun ikut tersendat! “Kondisi memprihatinkan ini terjadi murni karena adanya keterlambatan pasokan yang langsung berdampak pada ketersediaan Pertalite di beberapa SPBU,” imbuh Ahad dengan nada meyakinkan.
Pertamina Gaspol! Tambah Pasokan Pertalite Bali
Daripada cuma diam dan pasrah, Pertamina langsung mengambil langkah berani dengan mengalihkan sebagian pasokan Pertalite melalui IT Manggis. Tidak berhenti di situ, perusahaan pelat merah ini juga mengatur ulang distribusi ke seluruh SPBU berdasarkan tingkat kebutuhan dan prioritas wilayah yang paling kritis. Berkat percepatan sandar kapal dan penyesuaian distribusi yang dilakukan secara masif, pasokan kini perlahan kembali normal dan mulai mengalir lancar.
Data terbaru dari Pertamina menunjukkan performa gemilang! Pada 27 Agustus 2026, Pertamina berhasil menyalurkan sekitar 2.300 kiloliter (KL) Pertalite ke Pulau Bali. Jumlah ini bahkan melampaui rata-rata kebutuhan harian Pertalite di SPBU Bali yang hanya mencapai 2.109 KL, atau sekitar 109 persen dari kebutuhan normal. Pertamina tidak mau berpuas diri, penyaluran pun kembali ditingkatkan keesokan harinya, pada 28 Agustus 2026, menjadi 2.479 KL. Wow! Pasokan segar ini terdiri dari 424 KL yang berasal dari FT Sanggaran dan 2.055 KL dari IT Manggis. Dengan jumlah sebesar itu, penyaluran Pertalite menembus angka 117 persen dari rata-rata kebutuhan harian masyarakat Bali. Sebuah lonjakan yang luar biasa!
Ahad menegaskan, distribusi Pertalite saat ini terus dioptimalkan tanpa henti, terutama ke SPBU-SPBU yang memang memiliki tingkat kebutuhan super tinggi dan strategis. “Alhamdulillah, saat ini pasokan sudah kami pulihkan 100 persen dan distribusi terus kami optimalkan agar kebutuhan masyarakat yang begitu vital dapat terpenuhi dengan maksimal. Kami juga memberikan prioritas utama pengiriman ke SPBU yang berada di wilayah dengan kebutuhan tinggi,” seru Ahad penuh semangat.
Tidak hanya fokus pada penambahan pasokan, Pertamina juga terus melakukan pemantauan stok secara super ketat dari terminal hingga ke setiap SPBU. Semua dilakukan demi memastikan pasokan benar-benar sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan. Ahad menambahkan bahwa wilayah Denpasar dan Badung menjadi sorotan utama karena kedua daerah tersebut memiliki mobilitas masyarakat yang sangat tinggi dan aktivitas pariwisata yang luar biasa padat. Jadi, ketersediaan BBM di dua kawasan ini memang tidak boleh sampai kendor sedikit pun.
Dengan kondisi yang kini sudah pulih total, masyarakat diimbau untuk tidak panik dan tetap membeli BBM sesuai kebutuhan. Pertamina berjanji akan terus menjaga stabilitas pasokan agar kejadian serupa tidak terulang lagi di masa depan. Pemerintah dan pihak terkait pun mengapresiasi langkah cepat Pertamina yang sigap menangani krisis ini.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

