HALMAHERA UTARA, Desapenari.id – Kasus maut erupsi Gunung Dukono yang merenggut tiga nyawa pendaki sebentar lagi memasuki babak baru yang menegangkan. Polres Halmahera Utara, Maluku Utara, akhirnya bergerak cepat dan berencana menggelar perkara super penting untuk menetapkan siapa dalang di balik tragedi memilukan ini.
Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, dengan tegas mengumumkan bahwa tim penyidiknya tidak main-main. Mereka langsung menjadwalkan gelar perkara yang krusial untuk menentukan tersangka dalam waktu dekat ini. “Paling lambat hari Kamis depan, kami sudah pasti akan melakukan gelar dan menetapkan siapa yang bertanggung jawab,” ujar pria berwibawa itu dengan nada penuh keyakinan pada Senin (18/5/2026). Publik pun kini menahan napas menunggu siapa sosok yang akan dihadirkan ke meja hijau.
Bukan Sembarang Orang! Dua Pemandu Wisata Jadi Buronan Utama Polisi
Nah, ini dia yang paling dinanti! Setelah melakukan penyelidikan yang mendalam dan teliti, penyidik kini sudah mengantongi dua nama besar yang diduga kuat menjadi biang keladi dari tragedi yang menewaskan tiga jiwa tak berdosa itu. Siapa lagi kalau bukan kedua pemandu wisata lokal yang nekat membawa para korban mendaki. Keduanya berinisial RS dan JA.
Polisi pun membeberkan fakta-fakta mencengangkan berdasarkan hasil penyelidikan sementara. Mereka menemukan sederet dugaan pelanggaran berat yang dilakukan kedua pemandu tersebut. Simak baik-baik ya!
Pertama, RS dan JA ternyata nekat membuka layanan open trip tanpa mengantongi izin resmi sama sekali. Bayangkan, mereka berani mengajak puluhan orang mendaki gunung aktif tanpa restu dari pihak berwenang! Kedua, hasil pemeriksaan juga menunjukkan bahwa kedua pemandu ini diduga keras tidak memiliki sertifikat pariwisata. Lantas, dengan bekal apa mereka membawa wisatawan ke jalur maut tersebut?
Yang paling menyedihkan, polisi mengungkap bahwa keduanya sudah tahu betul kondisi Gunung Dukono sedang berada pada Status Level II atau Waspada. Namun, mereka tetap memaksakan diri membawa wisatawan naik ke atas, mengabaikan nyawa orang lain demi keuntungan pribadi. Sungguh tindakan yang sangat membahayakan dan tak bertanggung jawab!
Kilas Balik Tragedi Mengerikan yang Mengguncang Dunia Pendakian
Sebagai informasi ulang, tragedi nahas ini bermula ketika erupsi dahsyat menerjang Gunung Dukono pada Jumat (8/5/2025). Saat itu, total 20 orang pendaki sedang terjebak di puncak gunung yang sedang murka. Suasana panik dan mencekam tentu menyelimuti mereka semua.
Dari 20 orang yang terjebak, sebanyak 17 orang berhasil selamat secara ajaib. Tujuh di antaranya merupakan warga negara Singapura, sementara 10 orang lainnya adalah warga Indonesia. Sungguh keajaiban di tengah bencana!
Namun, duka mendalam tak terelakkan. Tiga orang lainnya ditemukan tewas diterjang erupsi. Mereka adalah Hen Wen Qiang Timothy dan Shahin Muhrez bin Abdul Hamid, dua warga Singapura yang penuh harapan, serta satu warga Indonesia bernama Angel Krishela Pradita. Kepergian mereka meninggalkan luka yang begitu dalam bagi keluarga dan seluruh komunitas pecinta alam. Kini, publik menunggu dengan saksama apakah RS dan JA akan segera diproses secara hukum dan mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

