JAKARTA, Desapenari.id – Bayangkan, 120 kali beraksi! Tim Pemburu Begal Polda Metro Jaya baru saja membongkar habis komplotan jambret yang bikin bulu kuduk merinding. Siapa sasaran favorit mereka? Warga Negara Asing (WNA)! Salah satu korban paling memilukan datang dari Italia yang ponselnya raib di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Tim kepolisian pun bergerak cepat memburu para predator jalanan ini.
Setelah polisi menginterogasi lebih dalam, fakta mengejutkan terungkap. Komplotan ini ternyata sudah melancarkan aksi kejahatannya sebanyak 120 kali di berbagai penjuru ibu kota. Jumlah yang luar biasa besar, bukan?
Dari sekian banyak kejahatan yang mereka lakukan, para pelaku lebih memilih turis asing selain warga lokal. Mengapa? Karena mereka menganggap WNA lebih mudah ditaklukkan dan jarang melawan. Hasil pendataan polisi mencatat bahwa setidaknya ada empat WNA yang pernah menjadi korbinasi komplotan sadis ini.
“Dari 120 kasus, empat di antaranya korbannya adalah warga negara asing,” jelas Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, dengan nada tegas kepada awak media di Mapolda Metro Jaya, Senin (18/5/2026) malam. “Korban berasal dari Malaysia, Jerman, Tiongkok, dan Italia,” lanjutnya sembari menunjukkan data akurat hasil penyelidikan.
Pengakuan ini langsung didapatkan setelah penyidik rampung melakukan pemeriksaan awal terhadap tiga tersangka komplotan Bundaran HI yang baru saja diringkus. Mereka mengaku semuanya dengan enteng, seolah-olah aksi kejahatan itu sudah menjadi rutinitas harian.
Saat ini, aparat kepolisian masih terus mendalami dan mendata seluruh lokasi kejahatan mereka. Jangan heran jika dalam beberapa hari ke depan akan muncul lebih banyak nama korban baru.
“Para tersangka tadi, berdasarkan interview sementara dari tiga pelaku, mengaku sudah melakukan 120 kejadian atau 120 TKP,” ujar Iman lebih lanjut. “Kami sedang mengompulir seluruh tempat kejadian perkara yang pernah mereka lakukan,” tambahnya seraya memastikan tak satu pun lokasi kejahatan luput dari pendataan.
Bagian dari Rantai Operasi Kejahatan Jalanan yang Lebih Besar
Ternyata, tiga tersangka kasus Bundaran HI yang menyasar WNA itu hanyalah bagian kecil dari sebuah geng besar! Mereka merupakan bagian dari total delapan pelaku pencurian dengan kekerasan yang berhasil ditangkap dalam operasi senyap Tim Pemburu Begal.
Di mana saja mereka biasa beraksi? Polda Metro Jaya mengungkap bahwa kedelapan pelaku ini kerap melancarkan aksinya di titik-titik strategis Jakarta yang ramai turis. Mulai dari kawasan Patung Kuda dan Cideng (Jakarta Pusat), lalu bergerak liar ke Gandaria (Jakarta Selatan), hingga tak gentar menjangkau Kebon Jeruk (Jakarta Barat). Mereka bergerak seperti bayangan, cepat dan sulit dilacak.
Lalu, bagaimana polisi membekuk mereka? Bukan perkara mudah. Tim kepolisian akhirnya berhasil menangkap para buruh tani itu di tiga lokasi persembunyian yang berbeda. Lokasi pertama di Jakarta Barat, kedua di Jakarta Utara, dan yang terakhir di Bekasi. Tersebar, namun tetap terhubung.
Kilas Balik: Buronan Bersenjata Api yang Masih Berkeliaran
Hati-hati, jangan dulu bernapas lega! Meski delapan pelaku sudah diamankan, cerita ini masih menyisakan ketegangan. Tim Pemburu Begal masih terus memburu lima pelaku lain yang masih buron. Mereka disebut-sebut lebih berbahaya.
Yang paling mengkhawatirkan, salah satu buronan tersebut ternyata merupakan bagian dari komplotan Bundaran HI dan diduga nekat membawa senjata api. Kabar ini pastinya membuat seluruh warga Jakarta, terutama wisatawan asing, harus ekstra waspada.
“Salah satunya dari komplotan Bundaran HI masih satu orang yang kami lakukan pengejaran,” kata Iman dengan suara mantap. “Indikasinya, yang bersangkutan menggunakan senjata api, dan saat ini tim masih melakukan pengejaran terhadap pemegang senjata api tersebut,” tegasnya. Masyarakat pun diimbau untuk segera melapor jika melihat gerak-gerik mencurigakan.
Aksi Heroik di Lapangan: Tembak Kaki Demi Selamatkan Warga
Proses penangkapan delapan tersangka sebelumnya pun tidaklah mulus. Saat petugas menggerebek lokasi persembunyian, situasi nyaris kacau. Para pelaku yang sudah memiliki hati kejam itu mencoba melawan dan melarikan diri seperti tikus kena air panas.
Tanpa pikir panjang, petugas terpaksa melepaskan tembakan timah panas ke arah kaki para tersangka. Suara letusan terdengar memekakkan telinga, tapi itu adalah keputusan yang tak terelakkan. Mengapa? Karena polisi lebih mementingkan keselamatan publik di atas segalanya.
Iman pun menegaskan bahwa tindakan pelumpuhan ini dilakukan demi keamanan publik, namun dengan tetap memperhatikan aspek kemanusiaan. Mereka tak serta-merta menembak bagian vital, melainkan kaki, demi melumpuhkan tanpa merenggut nyawa.
“Karena di antara para pelaku ada yang mencoba melakukan perlawanan dan melarikan diri, kami mengambil tindakan tegas dan terukur,” tutur Iman dengan nada profesional.
“Tindakan tegas dan terukur ini kami lakukan dalam rangka melindungi keselamatan masyarakat Jakarta lainnya,” lanjutnya. “Kami tetap berpegang teguh pada hak asasi manusia terhadap mereka,” tegas Iman lagi. Prinsip kemanusiaan tetap dijunjung, meski dalam situasi genting sekalipun.
Hukuman Setimpal untuk Pelaku Kejahatan Jalanan
Kini, saatnya mempertanggungjawabkan perbuatan. Atas semua kejahatan keji yang mereka lakukan, kedelapan tersangka yang sudah tertangkap langsung dijerat pasal berlapis-lapis. Jangan bayangkan hukuman ringan!
Mereka dijerat dengan Pasal 365, 368, 170, dan 335 KUHP. Empat pasal sekaligus! Pasal 365 tentang Pencurian dengan Kekerasan yang mengancam hukuman maksimal 12 tahun penjara. Pasal 368 tentang Pemerasan. Lalu Pasal 170 tentang Pengeroyokan. Dan jangan lupa Pasal 335 tentang Perbuatan Tidak Menyenangkan. Kombinasi pasal ini memastikan mereka akan merasakan dinginnya jeruji besi dalam waktu yang sangat lama.
Polisi pun mengimbau masyarakat dan wisatawan asing untuk tetap tenang namun waspada. Jangan lengah saat berjalan di kawasan ramai. Segera laporkan ke pihak berwenang jika melihat hal mencurigakan. Bersama, kita bisa mengusir predator jalanan dari ibu kota tercinta!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

