Desapenari.id – Tim gabungan Kepolisian Resor Sukoharjo berhasil meringkus pelaku pengrusakan sekaligus pembakaran tempat usaha Mi dan Babi Tepi Sawah yang berlokasi di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, pada Senin (19/10/2026) malam. Selain menyita perhatian publik lokal, aksi penggerebekan yang berlangsung pada larut malam tersebut berjalan sangat menegangkan karena polisi harus bertaruh nyawa di lapangan. Alhasil, pengungkapan kasus kriminal ini langsung menyedot perhatian luas masyarakat Sukoharjo dan sekitarnya.
Aparat kepolisian menyergap terduga pelaku berinisial AS ketika yang bersangkutan sedang bersembunyi di dalam sebuah rumah kontrakan di kawasan Desa Purbayan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo. Tak hanya bergerak secara cepat, tim opsnal juga sudah merancang strategi penyergapan dengan sangat rapi sejak sore hari demi meminimalkan potensi risiko kaburnya pelaku. Namun, situasi di lokasi persembunyian ternyata berkembang jauh lebih liar daripada perkiraan awal tim penyidik di lapangan.
Saat anggota kepolisian hendak merangsek masuk untuk mengamankan lokasi, terduga pelaku justru melancarkan serangan balasan yang sangat membabi buta tanpa ragu sedikit pun. Selain tidak menunjukkan niat untuk menyerahkan diri secara kooperatif, pelaku malah langsung mengamuk dan mencoba melukai para petugas yang berada di barisan depan. Alhasil, bentrokan fisik yang sengit di pintu masuk rumah kontrakan tersebut tidak terelakkan lagi.
“Dari pelaku tersebut pada saat melakukan penindakan ada perlawanan antara lain menembakkan anak panah. Kemudian juga ada sempat perlawanan ketika mau masuk ke rumahnya ada menendang motor petugas,” ujar Kapolda Jawa Tengah Irjen Roy Hardi Siahaan saat memberikan keterangan resminya kepada para wartawan, Selasa (20/10/2026). Selain memaparkan kronologi awal, Kapolda juga menegaskan bahwa tindakan pelaku sangat membahayakan keselamatan jiwa personel kepolisian yang bertugas di lokasi kejadian.
Suasana penggerebekan di permukiman warga tersebut mendadak berubah menjadi sangat mencekam ketika deretan suara tembakan senjata api terdengar beberapa kali menggelegar di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Tak hanya menimbulkan kepanikan warga sekitar, rentetan tembakan tersebut terpaksa meletus lantaran pelaku nekat melancarkan perlawanan sengit menggunakan busur panah serta berbagai macam senjata tajam. Akibatnya, area sekitar kontrakan langsung diisolasi secara ketat oleh jajaran kepolisian.
Tak cuma melepaskan tembakan anak panah ke arah barisan petugas dari jarak dekat, pelaku juga secara brutal mengayunkan senjata tajam jenis parang dan samurai untuk menyerang polisi. Padahal, petugas di lapangan sudah berulang kali memberikan peringatan keras agar pelaku segera meletakkan senjatanya dan menyerah secara baik-baik. Namun, pelaku justru semakin kalap dan terus merangsek maju mengincar badan para personel kepolisian.
“Kita lakukan tindakan tegas karena memang ada barang bukti berupa samurai atau parang yang dilakukan bahkan mencoba membacok atau menyerang petugas. Iya. Bahkan ada juga busur panah yang ditembakkan ke kita,” ungkap Kapolda Jateng Irjen Roy Hardi Siahaan secara gamblang terkait alasan di balik tindakan keras jajarannya. Selain itu, pimpinan kepolisian daerah tersebut menjelaskan bahwa tindakan terukur tersebut murni bertujuan untuk melindungi nyawa anggota di lapangan dari ancaman mematikan.
Akibat gempuran serangan senjata tajam yang sangat mendadak dan brutal dari pelaku tersebut, beberapa personel kepolisian dilaporkan mengalami luka-luka akibat sabetan senjata tajam. Selain terkena sabetan parang, beberapa petugas bahkan sempat tersungkur jatuh ke tanah saat berupaya menghindar dari kejaran dan tebasan senjata tajam pelaku. Alhasil, pertumpahan darah di lokasi penggerebekan pun tak dapat terhindarkan lagi.
“Satu dua orang anggota kita terluka. Gara-gara bekas sabetan kemudian jatuh, karena disabet parang atau dicoba diserang petugas kita,” terangnya lebih lanjut sembari menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang menimpa para personel di lapangan. Kendati demikian, Kapolda memastikan bahwa seluruh anggota yang mengalami luka-luka langsung mendapatkan penanganan medis secara cepat dan intensif oleh tim medis.
Melihat ancaman mematikan yang kian memuncak dan membahayakan keselamatan jiwa, personel kepolisian akhirnya terpaksa melayangkan tindakan tegas terukur langsung ke arah tubuh pelaku. Langkah drastis tersebut terpaksa diambil oleh tim penyergap demi melumpuhkan amukan pelaku yang sudah sangat tidak terkendali. Alhasil, pelaku akhirnya berhasil diringkus dan dijatuhkan oleh petugas seketika itu juga.
“(Pelaku AS) sudah bisa dinyatakan baik, karena sudah dilakukan tindakan oleh pihak dokter,” jelas Irjen Roy Hardi Siahaan saat memperbarui informasi mengenai kondisi kesehatan terkini dari terduga pelaku. Selain itu, pihak kepolisian menegaskan bahwa pelaku saat ini berada dalam pengawasan ketat aparat keamanan di rumah sakit guna memastikan proses hukum dapat terus berjalan tanpa hambatan.
Keberhasilan penggerebekan kontrakan yang dihuni oleh AS ini sebenarnya berawal dari langkah panjang jajaran kepolisian yang gencar melakukan serangkaian penyelidikan mendalam pasca-aksi pembakaran dan pengrusakan warung Mi dan Babi Tepi Sawah pada 12 September lalu. Tak butuh waktu lama bagi penyidik untuk mengumpulkan potongan petunjuk, menginterogasi para saksi kunci, serta mendalami berbagai bukti faktual di lapangan. Dengan demikian, benang merah kejahatan ini berhasil terkuak secara terang benderang.
“Sejauh ini yang kita sudah amankan satu orang. Hasil olah TKP, kemudian ada beberapa alat bukti yang dijadikan acuan oleh penyidik Polres Sukoharjo, sehingga mendapatkan satu gambaran ada pelaku yang dicurigai yang saat ini dilakukan penindakan oleh kita sendiri,” terangnya memungkas penjelasan mengenai perkembangan penanganan kasus pengrusakan tersebut. Selain itu, penyidik Polres Sukoharjo terus melakukan pendalaman guna memastikan apakah ada pihak lain yang terlibat dalam aksi kriminalitas yang sempat meresahkan warga ini.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

