Desapenari.id – Bayangkan saja, suasana tenang di sebuah rumah tiba-tiba berubah mencekam oleh kedatangan orang-orang tak dikenal! Inilah yang benar-benar dialami oleh sebuah keluarga di Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur. Aksi premanisme dan perusakan brutal baru-baru ini menyasar rumah mereka, menciptakan trauma mendalam. Pemilik rumah, Yazid Mutaqin, dengan jelas mengungkapkan betapa pada Jumat (29/1/2026) lalu, sebanyak enam orang yang diduga preman begitu saja memasuki rumahnya dan melakukan aksi pengrusakan. Untuk memahami kronologi mengerikannya, mari kita simak kesaksian sang korban.
Pertama-tama, para preman ini menyatroni rumah Yazid dengan cara yang sangat kasar, yaitu merusak gembok pagar rumahnya. Yang membuat bulu kudu berdiri, aksi jahat ini ternyata disaksikan langsung oleh seorang tukang yang sedang bekerja di lantai tiga rumah. “Di dalam rumah ada tukang di lantai tiga lagi rapi-rapi. Jadi ada saksi melihat, dia melihat pintu didobrak-dobrak, terus disiram (air) semuanya, dan itu ada tukang melihat,” papar Yazid Mutaqin saat ditemui pada Minggu (1/2/2026). Setelah berhasil masuk, aksi vandalisme mereka justru semakin menjadi-jadi.
Tidak berhenti di situ, begitu menginjakkan kaki di pekarangan, para preman tersebut langsung merusak mobil yang terparkir di sana. Lebih parah lagi, mereka dengan sengaja merusak beberapa kamera CCTV, seolah berusaha menghapus jejak kejahatan mereka. Namun, kekejaman mereka ternyata tidak hanya berfokus pada benda mati. Bahkan, istri dan anak-anak Yazid pun menjadi sasaran intimidasi verbal yang menakutkan, meskipun untungnya tidak ada yang sampai terluka secara fisik. “Cuma dia (pelaku) teriak-teriak aja, membentak-bentak. Anak saya enggak berani melawan, lari. Yang satu anak saya jatuh dari lantai karena itu basah dan dia ketakutan,” tutur Yazid dengan suara bergetar. Selanjutnya, teror mereka berlanjut dengan aksi yang jauh lebih berbahaya.
Selain mengobrak-abrik, para pelaku tak dikenal itu dengan sadis menyiram sejumlah barang elektronik hingga meteran listrik menggunakan air. Yazid menegaskan, “Ini sudah pengrusakan, dan ini sudah patut diduga ada upaya untuk pembunuhan karena semua disiram, dari meteran listrik sampai elektronik. Baik kulkas, semua elektronik yang ada di dalam rumah lantai satu disiram sama dia. Kalau itu terjadi korsleting, itu akan memicu kebakaran.” Setelah melakukan serangkaian aksi brutal tersebut, para pelaku akhirnya meninggalkan rumah Yazid. Sampai saat ini, motif penyerangan yang sebenarnya masih diselidiki. Akan tetapi, Yazid memiliki dugaan kuat bahwa kejadian mengerikan ini berkaitan dengan proyek yang pernah ia kerjakan beberapa waktu lalu.
Menyikapi teror ini, Yazid dan keluarganya tidak tinggal diam. Sebagai langkah konkrit untuk menuntut keadilan, mereka berencana melaporkan peristiwa ini kepada pihak berwajib. “Selanjutnya saya akan berangkat sama keluarga berlima, anak istri, ke Polres untuk buat laporan polisi soal peristiwa penyerangan ini,” tegas Yazid. Insiden ini jelas menjadi catatan kelam keamanan di ibu kota dan harus segera ditindaklanjuti secara hukum.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

