DEPOK, Desapenari.id – Sebuah peristiwa amat memilukan mendadak mengguncang kawasan Bojongsari, Depok, Jawa Barat, ketika seorang remaja berusia 17 tahun berinisial LAZ yang sempat menjadi korban aksi pembakaran brutal oleh nenek kandungnya sendiri akhirnya dilaporkan meninggal dunia setelah bertarung nyawa di ruang perawatan intensif rumah sakit.
Lebih lanjut, takdir berkata lain saat perjuangan panjang remaja tersebut harus resmi terhenti ketika korban menghembuskan napas terakhirnya pada hari Minggu (8/11/2026) tepat pukul 11.55 WIB, di mana kehancuran fisik yang parah ini terjadi akibat paparan luka bakar yang sangat hebat dari insiden pembakaran mengerikan pada hari Senin (26/10/2026) silam.
Sementara itu, kepastian mengenai kabar duka yang menyayat hati ini pertama kali keluar dan mendapat konfirmasi secara langsung dari pihak keluarga korban, yaitu sang tante yang bernama Anggie melalui sebuah pernyataan resmi kepada wartawan.
“LAZ memang sudah berpulang ke hadirat Yang Maha Kuasa, tepat tadi siang sekitar pukul 11.55 WIB,” ungkap Anggie saat mengirimkan sebuah pesan singkat melalui aplikasi WhatsApp pada Minggu (8/11/2026) sore dengan nada yang sangat penuh rasa kedukaan.
Bahkan, Anggie juga menceritakan sebuah fakta emosional yang bikin haru, di mana dua hari sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir, LAZ sempat secara mengejutkan membuka matanya, sadar dari masa kritis, dan berusaha keras memanggil serta mencari sosok ayah sambungnya.
“(Kemarin) dia sebenarnya sudah sempat sadar penuh, namun dalam kondisi lemah itu dia cuma terus mencari dan menanyakan keberadaan ayah sambungnya,” kenang Anggie sembari mengenang momen-momen terakhir yang amat memilukan sebelum sang keponakan pergi untuk selamanya.
Padahal sebelum momentum duka itu tiba, pihak kepolisian sejatinya sempat membawa kabar optimis pada hari Jumat (6/11/2026) lalu dengan menyampaikan bahwa tingkat kesadaran LAZ sudah mulai memperlihatkan grafik yang membaik, meskipun kondisinya saat itu memang belum benar-benar stabil.
“Kondisi fisik korban untuk sementara waktu memang sudah menunjukkan tanda-tanda membaik, namun kita harus akui bahwa tingkat kesadarannya masih sering mengalami pasang surut naik dan turun,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Depok Hendra saat ditemui wartawan secara langsung di markasnya di Depok pada Jumat (6/11/2026).
Selanjutnya, setelah seluruh prosedur medis dan pemulasaraan selesai di rumah sakit, pihak keluarga besar berencana untuk segera menyemayamkan jenazah remaja malang tersebut di rumah duka yang bertempat di kawasan Bojongsari.
Ngeri Banget! Ternyata Korban Alami Luka Bakar Serius Hingga 80 Persen
Sebelumnya, kuasa hukum yang mendampingi keluarga korban, Ishaq Maulana Ismail, sempat membeberkan fakta medis yang sangat mengejutkan bahwa tubuh LAZ sebenarnya mengalami kerusakan jaringan luka bakar yang luar biasa parah hingga mencapai angka 80 persen akibat kobaran api tersebut.
Oleh karena itu, selama menjalani serangkaian masa perawatan darurat di Rumah Sakit Fatmawati, tim medis harus menempatkan LAZ dalam ruang khusus karena kondisi kesehatannya sempat berada di titik yang sangat kritis sehingga memerlukan perhatian medis super intensif.
Selain harus berjuang keras menahan rasa sakit yang luar biasa, korban juga sempat sangat membutuhkan transfusi darah segar sebanyak 10 kantong darah bergolongan O, yang mana syukurnya berkat aksi cepat banyak pihak, seluruh kebutuhan kantong darah tersebut pada akhirnya berhasil terpenuhi secara utuh.
Lebih jauh lagi, dalam proses upaya penyelamatan nyawa tersebut, tim dokter spesialis bedah sempat melakukan tindakan operasi khusus pada area muka serta dada korban dengan tujuan utama untuk mengupas dan mengangkat sel-sel kulit mati demi mencegah infeksi mematikan.
“Mengenai rencana tindakan pencangkokan kulit (skin graft) memang belum kita jadwalkan. Tim dokter baru saja menuntaskan operasi pengangkatan jaringan kulit mati di bagian wajah dan dada hari ini supaya tidak memicu timbulnya infeksi bahaya saja. Namun untuk laporan hasil resmi operasinya sendiri masih belum keluar,” terang Ishaq secara gamblang saat memberikan konfirmasi pada Senin (2/11/2026).
Sebagaimana publik sudah ketahui dari rentetan pemberitaan sebelumnya, tragedi yang sangat mengerikan ini bermula ketika seorang nenek tua berinisial M (64) nekat secara tega membakar tubuh cucu remajanya sendiri yakni LAZ (17) di wilayah Bojongsari, Depok, Jawa Barat, pada hari Senin (26/10/2026) lalu.
Tak menyangka, amarah yang membakar dada nenek tersebut ternyata cuma berawal dari masalah yang terbilang sangat sepele, yakni kejengkelan pelaku lantaran korban tak kunjung datang untuk menjemputnya di rumah salah seorang temannya hingga memaksa nenek itu berjalan kaki cukup jauh sekitar satu kilometer.
Akibat amarah mendalam yang meluap-luap tanpa kontrol, pelaku M tanpa ragu langsung berjalan menyambangi area dapur untuk mengambil pasokan minyak tanah, lalu secara sengaja menyiramkan cairan berbahaya tersebut tepat ke bagian pakaian rok yang tengah korban kenakan.
Tanpa memikirkan risiko mematikan bagi keselamatan jiwa sang cucu, nenek tersebut kemudian secara dingin langsung menyulutkan percikan api menggunakan sebuah korek gas hingga kobaran api langsung menyambar dahsyat dan menghanguskan seluruh tubuh LAZ secara mengerikan.
Atas perbuatan yang sangat membahayakan nyawa dan tergolong sangat kejam ini, jajaran personel aparat kepolisian akhirnya bergerak cepat dan sukses menangkap pelaku M pada hari Selasa (3/11/2026) guna mempertanggungjawabkan seluruh perbuatannya di mata hukum.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

