Desapenari.id – Siapa sangka, raksasa kompetisi teratas Liga Inggris, Manchester United, baru saja mengambil manuver finansial yang sangat nekat dan mengejutkan publik sepak bola dunia. Bahkan, manajemen klub berjuluk Setan Merah ini resmi mencairkan suntikan dana pinjaman segar bernilai fantastis, yakni mencapai 90 juta poundsterling atau setara Rp 2,1 triliun, tepat sejak tanggal 30 Juni yang lalu.
Ternyata, jajaran tertinggi manajemen Manchester United langsung mengonfirmasi kebijakan berisiko tinggi tersebut bersamaan dengan peluncuran data resmi pengeluaran klub. Oleh karena itu, publik kini mengetahui bahwa klub telah membelanjakan dana raksasa sebesar 191,7 juta poundsterling—atau setara Rp 4,5 triliun—hanya demi memborong deretan amunisi pemain baru pada jendela bursa transfer musim panas tahun ini.
Tak bisa dimungkiri, pengurus Setan Merah menjalankan aktivitas perburuan pemain secara luar biasa masif demi menjaga gengsi serta daya saing tim di ketatnya persaingan Premier League musim ini. Bahkan, langkah agresif tersebut menunjukkan betapa besarnya ambisi serta tekanan finansial yang tengah menghinggapi jajaran manajemen klub saat ini.
Secara lebih rinci, tim pengakap Manchester United sukses mengamankan tanda tangan gelandang muda Andrey Santos dari sesama klub rival Chelsea pada tanggal 13 Juli. Selanjutnya, pihak klub juga meresmikan kedatangan gelandang berpengalaman Youri Tielemans dari Aston Villa pada 14 Juli, sebelum akhirnya mereka merampungkan kepindahan Carlos Baleba dari Brighton pada tanggal 25 Agustus lalu.
Akan tetapi, total belanja fantastis yang digelontorkan oleh pimpinan Manchester United tersebut rupanya masih menyisakan teka-teki finansial yang sangat membingungkan para pengamat sepak bola. Pasalnya, rincian pengeluaran uang klub tidak sepenuhnya sesuai dengan hitungan kasar pasar transfer.
Jika kita mencermati dokumen dan pernyataan resmi klub saat merilis pengumuman transfer ketiga bintang baru tersebut, manajemen sebenarnya hanya mencatatkan angka 153 juta poundsterling atau sekitar Rp 3,6 triliun. Alhasil, muncul selisih angka yang cukup lebar jika kita membandingkannya dengan total dana pengeluaran awal.
Dampaknya, hingga detik ini publik belum mengetahui secara pasti ke mana aliran sisa uang jumbo tersebut dialokasikan oleh jajaran direksi. Oleh sebab itu, sejumlah jurnalis keuangan kini terus mendesak dan meminta klarifikasi resmi dari manajemen klub guna menjelaskan misteri selisih dana tersebut.
Misteri Suntikan Pinjaman Tambahan Man United
Apalagi, kenyataan pahit mengenai penarikan utang tambahan senilai Rp 2,1 triliun ini akhirnya terkuak secara gamblang melalui dokumen finansial terperinci. Ternyata, pihak klub menyerahkan laporan keuangan mendalam tersebut langsung kepada Bursa Efek New York (NYSE) pada hari Kamis.
Bukan cuma itu, penyampaian dokumen resmi tersebut merupakan langkah susulan setelah manajemen merilis pembukuan keuangan periode musim 2025-2026 yang tercatat per tanggal 30 Juni pada hari Rabu sebelumnya.
Menariknya, berkas finansial tersebut memperlihatkan fakta mencengangkan bahwa total beban utang Manchester United masih bertengger secara mengerikan di atas angka 1 miliar poundsterling (sekitar Rp 23,7 triliun). Padahal, konglomerat Sir Jim Ratcliffe telah menerapkan kebijakan efisiensi serta penghematan anggaran yang sangat ketat semenjak ia resmi mengambil alih porsi kepemilikan minoritas klub pada tahun 2024 lalu.
Selain itu, perwakilan klub juga mengonfirmasi secara terbuka bahwa mereka telah mengeksekusi tiga kali penarikan modal tambahan yang memanfaatkan fasilitas kredit bergulir (revolving credit facility) milik klub.
Secara kronologis, pimpinan klub menarik pinjaman tunai tersebut pada tanggal 29 Juli, 31 Juli, serta 28 Agustus, sehingga akumulasi suntikan modal darurat itu menyentuh angka 120 juta poundsterling atau setara Rp 2,8 triliun.
Meskipun begitu, tim keuangan Setan Merah setidaknya sempat menyetorkan pembayaran untuk melunasi sebagian utang tersebut sebesar 30 juta poundsterling (sekitar Rp 710,9 miliar) pada tanggal 21 September.
Gunung Tunggakan Cicilan Transfer Pemain
Akibatnya, rangkaian transaksi dan kebijakan finansial yang terlampau agresif ini memicu lonjakan total utang Manchester United hingga menembus angka mengerikan sebesar 1,15 miliar poundsterling atau setara Rp 27,2 triliun.
Secara mendalam, jika kita membedah kewajiban finansial tersebut, angka triliunan itu mencakup utang historis peninggalan era lalu yang kini menyentuh 578 juta poundsterling (sekitar Rp 13,6 triliun), sisa pinjaman kredit bergulir sebesar 200 juta poundsterling (sekitar Rp 4,7 triliun), serta tanggungan cicilan transfer pemain yang belum terbayar sebesar 375 juta poundsterling (sekitar Rp 8,8 triliun).
Kendati demikian, khusus untuk pos tanggungan belanja pemain, data internal memperlihatkan adanya penurunan beban sebesar 72 juta poundsterling (sekitar Rp 1,7 triliun) jika dibandingkan dengan catatan periode sebelumnya.
Pasalnya, sewaktu manajemen merilis publikasi laporan keuangan musim 2024-2025, beban cicilan transfer pemain yang menunggak dan belum sempat terlunasi sempat membengkak hingga menyentuh angka 447 juta poundsterling (sekitar Rp 10,5 triliun).
Biarpun angka tersebut mulai mengalami penyusutan, jumlah beban finansial yang harus ditanggung oleh kas klub tetap tergolong sangat raksasa dan sangat memberatkan struktur keuangan tim.
Bahkan, tagihan cicilan sebesar 104,8 juta poundsterling (sekitar Rp 2,4 triliun) dari total kewajiban transfer itu akan langsung jatuh tempo dalam tenggat waktu satu sampai dua tahun mendatang.
Sementara itu, tagihan lain senilai 51,9 juta poundsterling (sekitar Rp 1,2 triliun) memiliki jangka waktu pelunasan antara dua hingga lima tahun, sedangkan sisa tagihan utama lainnya wajib dilunasi sepenuhnya oleh klub dalam kurun waktu 12 bulan ke depan.
Akhirnya, menyikapi skema pelunasan utang yang tergolong rumit ini, manajemen Manchester United memberikan penegasan resmi bahwa seluruh kewajiban pembayaran transfer pemain baru akan diselesaikan secara bertahap dalam jangka waktu lima tahun ke depan.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

