SUMENEP, Desapenari.id – Hingga kini, siapa dalang di balik pembakaran sekitar 29 sepeda motor di kawasan Gunung Eteng, perbatasan Desa Tembayangan dan Desa Jukong-Jukong, Kecamatan Kangayan, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, masih menjadi teka-teki besar. Sebab, meski sudah sebulan berlalu, pihak kepolisian belum juga mampu mengungkap penyebab pasti kebakaran yang menghanguskan puluhan kendaraan milik warga tersebut. Tentu saja, situasi ini membuat resah banyak pihak, terutama para korban yang berharap keadilan segera datang.
Peristiwa nahas itu sendiri terjadi pada Kamis, 20 Agustus 2026, sekitar pukul 18.00 WIB. Kebakaran tersebut langsung mencatatkan sejarah kelam sebagai kejadian pertama yang menghanguskan kendaraan warga dalam jumlah besar di kawasan tersebut. Maka dari itu, warga pun mendesak polisi agar segera mengungkap penyebab sekaligus pihak yang bertanggung jawab atas musibah ini.
Salah satu warga Desa Jukong-Jukong, Muhlis, dengan tegas mendesak Polisi segera mengungkap penyebab sekaligus pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Menurut dia, kebakaran itu telah menimbulkan kerugian bagi banyak warga yang kendaraannya ikut terbakar. “Kami berharap segera ada hasil, penyelidikan Polisi. Ini sudah merugikan banyak warga,” kata Muhlis, Rabu (9/9/2026). Jadi, bukan hanya sekadar kehilangan harta benda, warga juga merasa terancam karena pelaku masih berkeliaran bebas.
Lebih lanjut, Muhlis mengatakan, di tengah masyarakat juga beredar dugaan bahwa kebakaran tersebut bukan terjadi secara tidak sengaja. Dugaan itu muncul setelah petugas menemukan botol yang diduga bekas wadah bensin tidak jauh dari lokasi kendaraan terbakar. Alhasil, Muhlis meyakini, kebakaran tersebut memiliki unsur kesengajaan. Namun, dugaan itu hingga kini belum dapat dibuktikan. “Masyarakat yakin ada unsur kesengajaan. Tidak mungkin selain itu,” ujarnya. Dengan demikian, tekanan publik pun semakin menguat agar aparat penegak hukum segera bergerak cepat.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kasi Humas Polres Sumenep, Ipda Ach Putrawardana, mengatakan bahwa Polsek Kangayan masih melakukan penyelidikan terkait kebakaran tersebut. Penyelidikan dilakukan bersama Unit Identifikasi Satreskrim Polresta Sumenep. Polisi juga telah meminta keterangan sejumlah saksi dan dua pemilik kendaraan yang terbakar. “Informasi terakhir terkait kebakaran di Kecamatan Kangayan, Polsek Kangayan sampai saat ini masih melakukan penyelidikan,” kata Ardan. Meski begitu, pernyataan ini justru semakin membuat warga bertanya-tanya, kapan kasus ini akan terang benderang?
Menurut dia, penyelidikan belum menghasilkan kesimpulan mengenai penyebab kebakaran. Polisi masih mengumpulkan keterangan dan barang bukti dari lokasi kejadian. “Hasil penyelidikan sementara masih belum bisa menyimpulkan penyebab kejadian tersebut,” ujarnya. Padahal, waktu terus berjalan dan warga semakin tidak sabar menunggu titik terang.
Meski demikian, Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti dari tempat kejadian perkara. Barang bukti tersebut berupa satu unit sepeda motor Honda Verza dalam kondisi terbakar dan satu unit Honda Beat Street yang juga terbakar. Kedua kendaraan itu diamankan untuk mendukung proses penyelidikan. “Juga masih mendalami keterangan para saksi dan pemilik kendaraan, untuk mengetahui rangkaian kejadian sebelum kebakaran terjadi,” katanya. Oleh karena itu, publik berharap barang bukti ini bisa menjadi kunci pembuka tabir misteri.
Sebelumnya, sepeda motor milik warga hangus terbakar saat diparkir di kawasan Gunung Eteng, perbatasan Desa Tembayangan dan Desa Jukong-Jukong, Kecamatan Kangayan, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Warga Tembayangan, Adi, menjelaskan bahwa kawasan tersebut selama ini digunakan warga dari sejumlah desa sebagai lokasi parkir sepeda motor. Kendaraan ditinggalkan karena warga harus menuju lahan pertanian dan sebagian menginap di lokasi tersebut. Menurut Adi, kebakaran itu merupakan kejadian pertama di lokasi parkir tersebut. Sebelumnya, warga tidak pernah mengalami kejadian serupa. Maka dari itu, wajar jika warga sangat terkejut dan curiga.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

