WASHINGTON DC, Desapenari.id – Wow, Amerika Serikat benar-benar tidak main-main! Baru-baru ini, Negeri Paman Sam kembali menggemparkan dunia dengan mengirimkan kapal induk bertenaga nuklir ketiganya ke kawasan Timur Tengah yang tengah membara. Wah, kawasan ini bakal semakin panas, deh!
Nah, berdasarkan laporan yang dihimpun dari Wall Street Journal pada Selasa (31/3/2026), kapal induk canggih yang baru saja diberangkatkan itu adalah USS George HW Bush. Kapal gahar ini termasuk dalam kelas Nimitz yang terkenal buas dan ditenagai oleh reaktor nuklir. Keren, kan?
Dua Kapal Induk Sudah Siap Menanti, Kekuatan Laut AS Makin Gila-gilaan!
Yang bikin semakin merinding, kapal induk superkuat ini tidak datang sendirian. Gugus tempur elite yang mengawalnya juga ikut merapat. Mereka akan segera bergabung dengan dua kapal induk nuklir lainnya yang sudah lebih dulu berkeliaran di perairan Timur Tengah, yaitu USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R Ford. Bayangkan, tiga monster laut mematikan berkumpul di satu titik!
Menurut bocoran dari sejumlah pejabat AS yang enggan disebutkan identitasnya, penempatan tiga kapal induk sekaligus ini menandakan lonjakan kekuatan armada laut Amerika yang sangat signifikan. “Kemungkinan besar, AS akan mempertahankan tiga kapal induk di kawasan tersebut untuk waktu yang cukup lama,” ujar salah satu pejabat tersebut dengan nada penuh percaya diri.
Meskipun begitu, pihak Angkatan Laut AS memilih untuk tetap tutup mulut dan tidak mau membeberkan detail strategi militer mereka. Hmm, pasti ada yang disembunyikan, nih!
Bertolak dari Virginia, Perjalanan Panjang Menuju Laut Merah
Kabar terbaru yang dirilis melalui siaran pers Angkatan Laut AS menyebutkan bahwa USS George HW Bush telah resmi bertolak dari Pangkalan Angkatan Laut Norfolk di Virginia pada hari Selasa waktu setempat. Kapal seberat puluhan ribu ton ini diperkirakan membutuhkan waktu beberapa minggu untuk mencapai perairan Timur Tengah. Sabar, ya!
Saat ini, kekuatan laut AS di kawasan tersebut tersebar di beberapa titik strategis. USS Abraham Lincoln dilaporkan tengah asyik beroperasi di Laut Arab. Sementara itu, saudaranya, USS Gerald R Ford, saat ini sedang bersandar di pelabuhan Kroasia untuk menjalani perbaikan teknis. Jadi, sementara dua kapal sudah siaga, satu lagi sedang dalam perjalanan. Seru!
Bukan Cuma Kapal Induk, Pasukan Elit Komando Juga Turun Gunung!
Eits, jangan salah! AS tidak hanya mengandalkan kekuatan laut. Menurut laporan New York Times pada Minggu (29/3/2026), dua pejabat militer AS membocorkan bahwa beberapa ratus personel pasukan operasi khusus telah tiba di Timur Tengah. Siapa saja mereka? Jawabannya: Navy SEALs yang legendaris dan Army Rangers yang tak kalah kejam!
Pasukan-pasukan superelite ini bergabung dengan ribuan Marinir serta pasukan lintas udara yang sudah lebih dulu berjibaku di kawasan tersebut. Wah, komplit sudah!
Para pejabat yang berbicara secara anonim tersebut menyebutkan bahwa pasukan komando itu belum menerima tugas khusus. Namun, sebagai pasukan darat terlatih, mereka bisa digunakan untuk berbagai operasi strategis yang super rahasia.
Target Operasi: Selat Hormuz, Pulau Kharg, hingga Fasilitas Nuklir Iran!
Lalu, apa saja kemungkinan misi yang akan mereka jalani? Coba tebak! Beberapa skenario panas mencakup pengamanan Selat Hormuz yang saat ini praktis tertutup total akibat serangan Iran. Ada juga operasi perebutan Pulau Kharg yang sangat vital, hingga misi nekat yang menargetkan stok uranium yang diperkaya di fasilitas nuklir Isfahan. Gila, kan berani sekali?
Total Pasukan AS Tembus 50.000 Personel! Tersebar di 8 Negara
Secara keseluruhan, jumlah pasukan AS di Timur Tengah kini telah melampaui angka 50.000 personel. Wow, jumlah ini meningkat sekitar 10.000 orang dari jumlah normal! Mereka tersebar di berbagai pangkalan dan kapal di kawasan seperti Arab Saudi, Bahrain, Irak, Suriah, Yordania, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), dan Kuwait. Hampir di mana-mana ada!
Tambahan kekuatan terbaru juga mencakup sekitar 2.500 Marinir dan 2.500 pelaut yang baru saja tiba. Ditambah lagi, Kementerian Pertahanan AS atau Pentagon telah mengerahkan sekitar 2.000 pasukan dari Divisi Lintas Udara ke-82 untuk memperkuat opsi militer. Lokasi pasukan lintas udara tersebut dirahasiakan dengan sangat ketat, namun sumber menyebut mereka sudah berada dalam jarak serang terhadap Iran.
Mereka juga berpotensi dilibatkan dalam operasi darat bersama Marinir, termasuk di Pulau Kharg yang sebelumnya telah dibombardir lebih dari 90 target militer oleh pesawat tempur AS. Persiapan perang total, tampaknya, sedang berlangsung di Timur Tengah.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

