MALANG, Desapenari.id – Polresta Malang Kota sekarang lagi panas-panasnya memeriksa sejumlah distributor alat kesehatan (alkes) dan rumah sakit. Ibarat detektif, mereka buru-buru menelusuri asal-usul limbah medis yang dengan nakalnya berserakan di saluran Irigasi kawasan perumahan di Kecamatan Kedungkandang. Bayangkan, sampah berbahaya itu ditemukan persis di lingkungan warga!
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana, dengan tegas mengungkapkan bahwa proses penyelidikan berjalan melalui tim gabungan bentukan bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Lalu, apa tugas tim tersebut? Wah, mereka disuruh mengorek sumber limbah medis yang bikin resah warga beberapa waktu lalu.
“Kami bentuk tim bersama Pemkot Malang untuk mengintai sumber temuan limbah medis ini. Prosesnya masih on progress, kok,” ujar Putu Kholis dengan nada serius, Selasa (26/5/2026).
Sampai saat ini, jangan bayangkan kasus ini mandek. Justru sebaliknya, penyidik terus mendalami hasil pemeriksaan berbagai pihak terkait. Mereka juga rajin mengumpulkan temuan penyelidikan demi membongkar dalang pintar di balik pembuangan limbah tersebut. Penasaran, kan?
Kasatreskrim Polresta Malang Kota, AKP Rahmad Aji Prabowo, menambahkan bahwa penyelidikan mulai menemukan titik terang. Kok bisa? Tentu saja setelah polisi gencar melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak.
“Kami sudah menginterogasi beberapa distributor alat kesehatan dan rumah sakit. Tinggal menunggu hasil pendalaman dari yang kami periksa itu, apakah nanti mulai mengerucut lagi atau malah melebar,” jelas Aji dengan hati-hati.
Meski begitu, Aji mengingatkan bahwa penyidik tetap berjalan di atas rel kehati-hatian. Mereka tidak mau asal bunuh diri dalam mengambil kesimpulan hukum. Logikanya, kalau sampai salah, bisa runyam jadinya.
“Ada perkembangan, tetapi kami harus memastikan semuanya berdasarkan bukti kukuh dan keterangan yang valid,” tegasnya.
Selain memeriksa sederet pihak, polisi juga menjalin koordinasi erat dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang. Mereka bersama-sama menelusuri jalur distribusi alat kesehatan dan kemungkinan alur pembuangan limbah medis tersebut. Jadi, jangan heran kalau rantai pasok ikut digeledah.
Hingga kini, kepolisian masih belum berani memastikan apakah kasus ini bakal naik ke ranah pidana. Penyidik masih asyik mengumpulkan berbagai keterangan dan bukti lapangan sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya. Semua butuh proses, kan?
“Nanti kita lihat dulu hasil penyelidikan. Kita kumpulkan semua barang bukti di lapangan. Karena membuang sampah saja sudah salah, apalagi ini limbah medis. Jangan sampai kita mencermai lingkungan,” pungkas Aji dengan nada penuh pesan moral.
Seperti yang sudah ramai diberitakan sebelumnya, warga di Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, menemukan limbah medis (B3) berserakan dengan mengerikan di saluran irigasi pada Rabu, 13 Mei 2026. Temuan itu sontak langsung ditangani oleh pihak terkait karena dikhawatirkan membahayakan lingkungan dan masyarakat sekitar. Seram, ya?
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

