JOMBANG, Desapenari.id – Sebuah tragedi memilukan terjadi di ruas Tol Jombang-Mojokerto (Jomo) pada Kamis (2/4/2026) malam. Bus Restu tiba-tiba terguling di Kilometer 689+500, tepatnya di wilayah Desa Kedunglosari, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Akibat kejadian ini, satu orang penumpang dilaporkan meninggal dunia dan belasan lainnya mengalami luka-luka.
Kronologi Mencekam di Tol Jomo
Lantas, bagaimana persisnya insiden nahas itu bermula? Dela Rosita, perwakilan Corporate Communications ASTRA Infra Toll Road Jombang-Mojokerto, dengan jelas mengonfirmasi bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Ia pun menjelaskan secara rinci bahwa bus yang sarat penumpang itu tiba-tiba terperosok ke median jalan hingga akhirnya terguling dalam posisi melintang. Lebih mengerikan lagi, sebagian badan bus bahkan masuk ke lajur lawan di jalur B. “Bus Restu mengalami kecelakaan tunggal dan kemudian terperosok ke median jalan dengan posisi melintang,” ujar Dela pada Kamis malam.
Dugaan Sementara: Ban Pecus Jadi Biang Kerok?
Selanjutnya, apa yang sebenarnya memicu kecelakaan maut ini? Kanit PJR Unit 3 Polda Jawa Timur, AKP Sudirman, mengungkapkan temuan awal yang cukup mengkhawatirkan. Menurutnya, bus yang saat itu mengangkut 34 orang tersebut diduga kuat mengalami pecah ban ketika tengah melaju kencang menuju arah Surabaya. Akibat kerusakan ban tersebut, bus dengan nomor polisi N 7088 UG itu langsung kehilangan kendali. Sopernya pun tak mampu menguasai laju kendaraan sehingga bus oleng ke kanan dan masuk ke median jalan.
“Bus melaju dari Madiun menuju Surabaya. Namun, saat tiba di lokasi kejadian, diduga ban bus pecah sehingga kendaraan langsung oleng ke kanan,” jelas Sudirman saat dikonfirmasi pada Jumat (3/4/2026) pagi. Peristiwa tragis ini tentu menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pengemudi bus untuk selalu memeriksa kondisi kendaraan sebelum bepergian, terutama pada malam hari.
Dampak Memilukan: Satu Tewas, Belasan Luka-luka
Lalu, berapa banyak korban yang jatuh dalam insiden ini? Insiden nahas tersebut mengakibatkan satu orang penumpang meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, belasan penumpang lainnya mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang bervariasi. Tim penyelamat segera mengevakuasi para korban dan melarikan mereka ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif. “Korban luka-luka tercatat sebanyak 11 orang, sementara korban meninggal dunia berjumlah 1 orang,” ungkap Sudirman dengan nada prihatin.
Penanganan dan Investigasi Lebih Lanjut
Meskipun demikian, pihak kepolisian tidak tinggal diam. Saat ini, aparat masih melakukan penyelidikan lebih mendalam untuk mengungkap secara pasti penyebab kecelakaan tersebut. Mereka akan memeriksa kondisi teknis bus, termasuk sistem pengereman dan kondisi ban secara menyeluruh. Selain itu, polisi juga akan memeriksa sopir bus serta sejumlah saksi mata yang berada di lokasi kejadian. Semua upaya ini dilakukan oleh kepolisian agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.
Pesan Penting untuk Keselamatan Bersama
Perlu diketahui oleh seluruh pengguna jalan bahwa kecelakaan tunggal seperti ini sebenarnya dapat dicegah. Pemeriksaan rutin terhadap kendaraan sebelum melakukan perjalanan jauh menjadi faktor krusial yang sering diabaikan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu memprioritaskan keselamatan di atas segalanya. Jangan sampai perjalanan yang seharusnya menyenangkan berubah menjadi musibah yang membawa duka mendalam.
Akhir kata, semoga para korban yang luka-luka segera diberikan kesembuhan, dan keluarga korban meninggal diberikan ketabahan. Kejadian ini dicatat oleh petugas sebagai salah satu insiden lalu lintas yang cukup tragis di Tol Jombang-Mojokerto sepanjang tahun 2026. Waspadalah selalu saat berkendara!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

