WASHINGTON, Desapenari.id – Dalam kejadian yang mengguncang seluruh Amerika Serikat, pihak Secret Service langsung menarik keluar Presiden Donald Trump dari acara White House Correspondents’ Dinner. Peristiwa dramatis ini terjadi setelah suara tembakan keras tiba-tiba menggema di ruang dansa Hotel Washington Hilton pada Sabtu (25/4/2026) malam waktu setempat. Bayangkan, di tengah suasana makan malam yang mewah dan penuh tawa, tiba-tiba suasana berubah menjadi neraka!
Pertama-tama, Trump pada saat itu duduk dengan tenang di atas panggung bagian depan ruangan. Selain itu, Wakil Presiden JD Vance, Ibu Negara Melania Trump, dan sejumlah anggota kabinet juga ikut menghadiri jamuan eksklusif tersebut. Namun, tanpa diduga, kepanikan langsung meledak ketika dentuman pertama terdengar.
Kemudian, agen Secret Service dengan sigap segera mengevakuasi Trump dari panggung. Hal ini dikutip langsung dari laporan The Wall Street Journal pada Minggu (26/4/2026). Mereka tidak ingin mengambil risiko sedikit pun mengingat sejarah kelam hotel tersebut.
Polisi dan Helikopter Mengerubuti Lokasi
Selanjutnya, situasi di luar hotel pun tidak kalah mencekam. Polisi secara massal langsung memadati area Hotel Washington Hilton tempat acara berlangsung. Sementara itu, di udara, helikopter-helikopter patroli berputar-putar dengan lampu sorot yang menyala terang. Pemandangan itu langsung mengingatkan banyak orang pada adegan film-film action Hollywood.
Yang lebih mengerikan lagi, konfirmasi resmi menyebutkan bahwa ada tiga suara tembakan keras yang bergema di ballroom. Jelas sekali bahwa peristiwa ini bukan sekadar suara balon meletus atau petasan.
Saksi Mata Veteran Militer: “Seorang Pria Tersungkur di Depan Saya!”
Sekarang, mari kita simak kesaksian salah satu tamu yang paling mengagetkan. Seorang tamu acara makan malam bernama Erin Thielman, yang ternyata adalah seorang veteran militer, meninggalkan ruang dansa sejenak untuk menelepon putranya. Namun, alih-alih mendengar suara putranya, ia justru mendengar tiga dentuman keras yang sangat meyakinkan sebagai suara tembakan.
Sumber terpercaya melaporkan bahwa Thielman langsung menyaksikan pemandangan mengerikan: seorang pria jatuh tersungkur tepat di depannya! Lebih shocking lagi, pria tersebut membawa sesuatu yang tampak seperti senapan dan magasin kosong. Dapat dibayangkan betapa terkejutnya seorang veteran militer yang sudah terbiasa dengan suara tembakan sekalipun.
Setelah itu, Thielman dengan cepat turun ke bawah dan melihat langsung para petugas keamanan sedang mengeluarkan pistol mereka. Mereka bersiap menghadapi ancaman lebih lanjut.
Para Tamu Berlindung di Bawah Meja
Akibat kejadian ini, para tamu yang tadinya sedang asyik menikmati hidangan langsung panik. Mereka berlindung dan berjongkok di bawah meja makan. Suasana makan malam elegan berubah total menjadi adegan survival yang mencekam. Dapat dipastikan bahwa tidak ada satu pun tamu yang masih bisa menyentuh sendok atau garpu setelah suara tembakan itu menggema di aula besar.
Acara Malam Itu Menghimpun Pejabat Tinggi AS
Untuk memberikan konteks yang lebih jelas, perlu diketahui bahwa acara ini bukanlah pesta biasa. Acara tersebut mempertemukan banyak pejabat tinggi pemerintah AS dalam satu ruangan di Washington Hilton. Para penyelenggara menekankan bahwa risiko keamanan dalam acara seperti ini sangatlah tinggi.
Selain Trump, para tamu yang hadir juga mencakup anggota-anggota penting pemerintahan. Tidak hanya itu, para jurnalis top, eksekutif bisnis, dan selebritas Hollywood juga ikut memadati ruangan tersebut. Jadi, dapat dikatakan bahwa nyaris setengah kekuasaan Amerika Serikat sedang berkumpul di satu titik saat tembakan itu meletus.
Sejarah Kelam: Kembali ke Tragedi 1981
Menariknya, ini adalah pertama kalinya Trump menghadiri acara tersebut sejak tahun 2015. Selama masa jabatan pertamanya dulu, ia memilih untuk tidak berpartisipasi sama sekali. Namun, malam ini kehadirannya justru berbuah drama yang tidak terduga.
Di atas panggung, turut duduk Trump, sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt, dan Vance. Mereka bergabung bersama anggota komite Asosiasi Koresponden Gedung Putih dan Oz Pearlman, yang bertindak sebagai pembawa acara malam itu. Perlu dicatat bahwa Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth juga hadir dalam jamuan makan malam tersebut.
Yang paling mengerikan adalah fakta sejarah: Hotel Washington Hilton bukanlah tempat asing bagi tragedi penembakan. Di lokasi yang persis sama ini, Presiden Ronald Reagan pernah ditembak pada tahun 1981. Sekarang, sejarah kelam itu hampir terulang kembali dengan target yang berbeda.
Sebagai penutup, insiden tiga tembakan ini menjadi salah satu momen paling mencekam dalam sejarah politik AS modern. Meskipun Trump berhasil dievakuasi dengan selamat (menurut laporan awal yang belum dikonfirmasi secara resmi), trauma psikologis tetap membekas bagi seluruh tamu undangan.
Kepolisian setempat hingga berita ini diturunkan masih terus melakukan penyisiran di area hotel. Motif pria bersenjata yang jatuh tersungkur itu pun masih diselidiki secara intensif. Sementara itu, dunia masih menahan napas menunggu pengumuman resmi dari Gedung Putih mengenai detail lengkap percobaan penembakan ini. Satu yang pasti, makan malam yang seharusnya penuh guyonan dan canda itu berakhir dengan luka, ketakutan, dan pertanyaan besar tentang keamanan presiden di negeri Paman Sam.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

