Jakarta, Desapenari.id – PT Kereta Api Indonesia (KAI) akhirnya mengambil tindakan drastis! Perusahaan pelat merah itu menargetkan penutupan 40 pelintasan liar di Daerah Operasi (DAOP) I. Langkah ini diambil sebagai respons langsung atas maraknya kasus kecelakaan beruntun di jalur rel yang merenggut nyawa.
“Namun, untuk keseluruhan wilayah DAOP 1, kami membidik 40 titik pelintasan liar,” ungkap Hendrady selaku Deputy II DAOP 1 dengan tegas saat ditemui di lokasi penutupan, Kamis (15/5/2026). Target ini, lanjutnya, menjadi prioritas utama KAI demi keselamatan bersama.
KRITERIA TEGAS! PELINTASAN SEMPIT DAN TANPA PENJAGA RESMI LANGSUNG DI-EKSEKUSI MATI
Pihak KAI secara selektif hanya akan menutup pelintasan liar yang lebarnya kurang dari dua meter dan tidak memiliki penjagaan resmi. Manajemen KAI menilai kedua faktor inilah yang paling sering memicu celaka. Dengan kata lain, pelintasan yang tidak memenuhi standar keselamatan itu harus segera dihilangkan.
KACAU! KENDARAAN NGEBUT DI PELINTASAN LIAR, KERETA TAK BISA MENGELAK
KAI menggencarkan operasi penutupan besar-besaran ini karena frekuensi kecelakaan yang melibatkan kendaraan bermotor dengan kereta api kian mengkhawatirkan. Setelah menyelidiki akar masalah, KAI menemukan fakta memilukan: kecelakaan itu umumnya terjadi saat kendaraan nekat melintas di jalur liar, sementara masinis sama sekali tidak punya ruang untuk menghindar. Kondisi ini benar-benar mengerikan!
SATU-SATUNYA JALAN KELUAR: TUTUP PERMANEN SEBAGAI UPAYA TERAKHIR
Oleh karena itu, setelah melalui berbagai pertimbangan matang, KAI memutuskan bahwa solusi paling efektif hanyalah menutup secara permanen seluruh pelintasan-pelintasan liar yang membahayakan. Tidak ada opsi lain selain eksekusi mati total terhadap titik-titik rawan tersebut. Langkah ini disebut sebagai jalan keluar terakhir yang tak terhindarkan.
EKSEKUSI HARI INI! PELINTASAN DI TEBET RESMI DITUTUP BETON TEBAL
Salah satu pelintasan yang sudah ditutup secara permanen pada hari ini berlokasi persis di RT 05, RW 12, Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan. Warga setempat menyaksikan langsung proses penutupan yang berlangsung tanpa kompromi. Suasana di lokasi pun terlihat sedikit tegang namun lega karena keselamatan akhirnya diutamakan.
FAKTA MENCENGANGKAN! SEPANJANG STASIUN TEBET-CAWANG, ADA LIMA PELINTASAN MAUT
Di sepanjang jalur dari Stasiun Tebet hingga Cawang, tim KAI menemukan setidaknya lima pelintasan liar berbahaya. Kelima titik ini sudah masuk dalam catatan hitam KAI karena kerap memicu insiden. Masyarakat setempat pun sebenarnya sudah resah dengan kondisi tersebut, namun belum ada tindakan nyata hingga kini.
TARGET 2026: BARU SATU TITIK DULU, SISANYA MENUNGGU KEPUTUSAN PEMDA
KAI menegaskan bahwa semua pelintasan liar tersebut akan ditutup secara permanen secara bertahap. Namun, untuk target sepanjang tahun 2026 ini, baru satu titik yang dieksekusi terlebih dahulu sebagai proyek percontohan.
“Program dari KAI untuk tahun ini baru satu titik di sini (Tebet) yang kami tutup. Meskipun total ada lima pelintasan liar, kami belum tahu apakah pemerintah daerah nantinya akan membantu menutup sisanya atau tidak,” sambung Hendrady dengan nada penuh harap. Ia berharap Pemda DKI segera bergerak cepat.
LAPORAN LANGSUNG DARI LOKASI: BANTALAN REL BETON DIPASANG VERTIKAL, MOTOR PUN TAK BERDAYA
Saat tim media melakukan pengamatan di lokasi, terlihat jelas bahwa penutupan pelintasan liar di Tebet menggunakan tiga bantalan rel berbahan beton super kuat. Bantalan-bantalan itu dipasang secara vertikal hingga mencapai ketinggian dua meter. Pemasangannya pun dilakukan dengan sangat rapat dan presisi.
Para pekerja dengan sigap memasang beton-beton tersebut secara berhimpitan dengan jarak hanya sekitar 30 sentimeter. Kondisi ini membuat pelintasan tersebut hampir mustahil untuk dilintasi, baik oleh sepeda motor maupun pejalan kaki. Bahkan celah sempit untuk menjangkau pun tidak tersisa!
PROSEDUR PENUTUPAN MASIH BERLANGSUNG SAAT BERITA INI DITAYANGKAN
Hingga berita ini ditulis dan dipublikasikan, proses penutupan permanen pelintasan kereta liar di lokasi Tebet masih terus berlangsung tanpa henti. Tim dari KAI tampak bekerja keras menyelesaikan pemasangan penghalang beton tersebut. Beberapa petugas keamanan juga dikerahkan untuk mengamankan area dari warga yang mungkin mencoba menerobos.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

