Desapenari.id – Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) akhirnya menjatuhkan hukuman kepada seorang pemain Timnas U17 Qatar setelah terbukti melakukan tindak kekerasan terhadap pemain Timnas U17 Indonesia. Bayangkan, aksi brutal itu terjadi di hadapan ribuan penonton!
Detik-Detik Mencekam Saat Pemain Qatar Memukul Bek Timnas Indonesia
Insiden mengerikan tersebut terjadi ketika Timnas U17 Indonesia berhadapan dengan Qatar dalam lanjutan matchday 2 Grup B Piala Asia U17 2025-2026. Pada saat pertandingan berlangsung panas, tiba-tiba pemain lawan melakukan tindakan di luar nalar sportivitas.
Ketika pertandingan Timnas U17 Indonesia melawan Qatar digelar di Lapangan A Stadion King Abdullah Sport Center, Jeddah pada Sabtu (9/5/2026) malam WIB, skor akhir pun mencatatkan 0-2 untuk keunggulan Qatar. Namun, kemenangan Qatar ternoda oleh ulah tidak terpuji salah satu pemainnya.
Wasit Tak Tinggal Diam, Kartu Merah Langsung Dikeluarkan!
Yang bikin heboh, penyerang Timnas U17 Qatar bernama Amrmohamed Ezzat mendapat kartu merah langsung dari wasit Veronika Bernatskaia pada menit ke-90+5. Wasit asal Georgia itu tidak memberikan toleransi sedikit pun!
Setelah menyaksikan rekaman ulang pertandingan, terlihat jelas bagaimana Amrmohamed Ezzat dengan sengaja memukul punggung bek Timnas U17 Indonesia, Farik Rizqi. Tindakan biadab ini sontak membuat seluruh official Indonesia memprotes keras.
AFC Bertindak! Pasal 47 Kode Disiplin Diterapkan
AFC kemudian menilai aksi tersebut sebagai pelanggaran serius berdasarkan Pasal 47 Kode Disiplin dan Etika AFC. Organisasi sepak bola tertinggi di Asia itu menyebutkan bahwa “pelanggaran serius yang dapat dihukum dengan pengusiran Pasal 47, Kode Disiplin dan Etika AFC.” Tidak berhenti di situ, pernyataan AFC juga menegaskan bahwa “terdakwa dikeluarkan oleh wasit karena tindakan kekerasan.” Sanksi pun langsung diumumkan.
Skorsing Dua Pertandingan! Karir Pemain Qatar Terancam
Akibat pemukulan yang dilakukan Amrmohamed Ezzat, AFC langsung menjatuhkan hukuman larangan bermain sebanyak dua pertandingan. Wah, ini benar-benar pukulan telak bagi pemain muda Qatar tersebut!
Kedua pertandingan yang dimaksud adalah laga melawan China ditambah satu laga pada edisi berikutnya. Mengingat perjalanan Qatar di Piala Asia U17 2026 sudah berakhir, maka sisa skorsing akan terbawa ke turnamen selanjutnya. AFC secara resmi menyatakan bahwa “Amrmohamed Ezzat (AFC/185256/QAT) diskors selama dua (2) pertandingan, yang termasuk satu (1) pertandingan skorsing otomatis yang timbul dari pengusirannya dalam pertandingan Qatar vs. Indonesia pada 9 Mei 2026.”
Selanjutnya, “satu (1) pertandingan skorsing akan dijalani dalam pertandingan Piala Asia U17 AFC 2026 antara China PR vs. Qatar pada 12 Mei 2026.” Kemudian “sisa satu (1) pertandingan skorsing akan dibawa ke tahun berikutnya sesuai dengan Pasal 38.2.2 Kode Disiplin dan Etika AFC.” Dengan demikian, hukuman ini benar-benar memberikan efek jera.
Hukuman Tambahan: Kantong Pemain Qatar Dibobol!
Bukan hanya skorsing, AFC juga memberi hukuman tambahan yang lumayan menguras kantong. Pemain nakal itu didenda sebesar 600 dolar AS atau setara Rp10,4 juta! Sekali lagi, AFC menyatakan bahwa “Amrmohamed Ezzat (AFC/185256/QAT) diperintahkan untuk membayar denda sebesar USD600/- sesuai dengan Pasal 3.1.2 Surat Edaran No. 7 Piala Asia U17 AFC 2026.”
Pembayaran denda pun diwajibkan dalam waktu 30 hari sejak putusan ini dikeluarkan. AFC mempertegas bahwa “denda tersebut harus dibayarkan dalam waktu 30 hari sejak tanggal keputusan ini dikomunikasikan sesuai dengan Pasal 11.3 Kode Disiplin dan Etika AFC.” Tegas sekali, bukan?
Nasib Sama-Sama Gagal, Tapi Qatar Tetap Beruntung!
Sama seperti Timnas U17 Indonesia, Timnas U17 Qatar juga dipastikan gagal lolos ke babak perempat final Piala Asia U17 2026. Mereka finis di peringkat ketiga Grup B dengan raihan poin yang tidak cukup. Namun, ada satu perbedaan besar yang patut disayangkan.
Berbeda dengan Timnas U17 Indonesia yang harus mengakhiri perjalanan di Piala Asia tanpa tiket ke Piala Dunia, Qatar tetap lolos ke Piala Dunia U17 2026 dengan status tuan rumah. Sungguh ironis, tim yang pemainnya melakukan tindakan kekerasan justru masih berhak tampil di pentas dunia!
Pelajaran Berharga untuk Sepak Bola Asia
Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa AFC tidak akan mentolerir tindakan kekerasan di lapangan hijau. Hukuman skorsing dan denda yang dijatuhkan membuktikan bahwa integritas olahraga tetap menjadi prioritas utama. Wasit pun berhak diapresiasi karena tidak ragu mengeluarkan kartu merah langsung.
Semoga kejadian ini tidak terulang lagi di masa mendatang. Sepak bola haruslah menjadi ajang persaingan sehat, bukan ajang balas dendam atau tindak kekerasan. Pemain Indonesia yang menjadi korban pun patut diberikan apresiasi karena tetap tenang dan tidak terprovokasi.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

