JAKARTA, Desapenari.id – Mantan Kadiv Propum Polri yang kini menyandang status warga binaan, Ferdy Sambo, mendadak kembali menjadi pusat perhatian publik. Pasalnya, foto dirinya tengah mengikuti perkuliahan program magister (S2) meledak di media sosial. Bayangkan, ia melanjutkan studi dari balik tembok Lapas Kelas IIA Cibinong, Jawa Barat!
Dari foto-foto yang tersebar luas, terlihat jelas bahwa Ferdy Sambo sedang serius menekuni bangku perkuliahan. Program studi yang ia pilih cukup mengejutkan, yaitu teologi. Pihak Lapas pun mengonfirmasi bahwa Sambo tercatat resmi sebagai mahasiswa Program Magister (S2) di Sekolah Tinggi Teologi Global Glow Indonesia (STTIGGI).
Negara Jamin Hak Pendidikan untuk Semua Narapidana, Termasuk Sambo
Ketika kabar ini mengemuka, publik pun langsung bertanya-tanya. Namun, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) dengan sigap memberikan klarifikasi. Mereka menegaskan bahwa Pasal 9 huruf C dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan sudah mengatur secara gamblang. UU tersebut menjamin bahwa semua warga binaan berhak sepenuhnya mendapatkan pendidikan.
“Undang-undang dengan tegas melindungi hak setiap narapidana untuk mendapatkan atau melanjutkan pendidikan. Ini merupakan bagian tak terpisahkan dari hak asasi warga binaan,” ungkap Kasubdit Kerja Sama Ditjen Pas, Rika Aprianti, ketika kami hubungi pada Selasa (12/5/2026).
Lebih lanjut, Rika menjelaskan bahwa Ferdy Sambo sama sekali bukan satu-satunya penerima hak istimewa ini. Banyak warga binaan lain yang juga telah lebih dulu menikmati program serupa.
Ia pun memberi contoh nyata. “Sampai saat ini, program pendidikan tinggi di dalam lapas masih berjalan aktif, misalnya di Lapas Pemuda Tangerang. Sejak tahun 2020-an, kami sudah memiliki warga binaan yang kuliah S1 di sana. Jadi, benarlah ada kampus yang berdiri di dalam lapas tersebut,” jelas Rika dengan santai namun tegas.
“Karena itu, jangan fokus hanya pada Ferdy Sambo saja, ya! Semua warga binaan tanpa kecuali mendapatkan kesempatan yang sama,” imbuhnya lagi.
Sambo Dapat Beasiswa Penuh, Kuliah Daring dari Sel Tahanan
Lantas, bagaimana dengan biaya pendidikan Sambo? Ternyata, Rika membuka fakta menarik. Ferdy Sambo tidak membayar sepeser pun! Ia menjalani program magister ini murni melalui beasiswa penuh yang diberikan oleh Sekolah Tinggi Global Glow Indonesia (STGGI).
Proses pemberian beasiswa ini ternyata cukup transparan. Rika membeberkan bahwa Lapas Cibinong memang telah menjalin kerja sama resmi dengan STGGI. Tujuan kerja sama ini mulia, yaitu memberikan program beasiswa untuk jenjang S1 dan S2 Teologi. Sasaran utamanya tentu seluruh warga binaan yang beragama Nasrani.
“Lapas Cibinong telah mengembangkan kerja sama strategis dengan Sekolah Tinggi Global Glow Indonesia. Mereka memberikan program beasiswa S1 dan S2 Teologi khusus bagi warga binaan Nasrani. Kemudian, salah satu warga binaan yang berminat dan mengikuti program tersebut adalah Ferdy Sambo,” tutur Rika menjelaskan.
Yang lebih menarik lagi, perkuliahan ini tidak mengharuskan Sambo keluar lapas. Sistem pembelajarannya dilaksanakan secara daring atau online dari dalam sel tahanan Cibinong. Pihak lapas sudah memastikan bahwa tidak ada perlakuan khusus dalam proses ini.
Rika pun menekankan, “Pihak Lapas Kelas IIA Cibinong telah menyampaikan dengan jelas bahwa pemberian hak pendidikan ini dilakukan secara terbuka, objektif, dan tanpa perlakuan khusus apa pun.”
Bukan Hiburan, Ini Strategi Negara Membina Narapidana!
Masyarakat mungkin bertanya, mengapa negara repot-repot memfasilitasi kuliah untuk narapidana? Rika menjelaskan bahwa program ini bukan sekadar hiburan atau pelarian dari hukuman. Justru, ini adalah bagian integral dari upaya pembinaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia warga binaan.
“Program ini merupakan bagian serius dari upaya pembinaan. Tujuan utamanya jelas, yaitu meningkatkan kualitas SDM warga binaan. Dengan begitu, mereka siap kembali dan mampu berkontribusi positif di tengah masyarakat nanti,” kata Rika dengan penuh keyakinan.
88 Narapidana Sudah Mengikuti Program Pendidikan di Lapas Cibinong
Akhirnya, Rika kembali mengingatkan publik. Ferdy Sambo hanyalah satu dari sekian banyak warga binaan yang haus akan ilmu pengetahuan. Saat ini, di Lapas Cibinong, semua warga binaan tanpa pandang bulu memiliki kesempatan emas untuk melanjutkan pendidikan formal.
Bahkan, program kejar paket A, B, dan C sudah berjalan dengan sukses sejak tahun 2024. Sebanyak 88 warga binaan telah antusias mengikuti program kesetaraan tersebut. Tidak berhenti di situ, kesempatan kuliah hingga jenjang perguruan tinggi pun terbuka lebar untuk mereka semua.
Dengan demikian, kisah Ferdy Sambo kuliah S2 dari balik jeruji besi ini bukanlah cerita tentang seorang artis atau mantan jenderal. Ini adalah cerita tentang bagaimana sistem pemasyarakatan Indonesia konsisten menjalankan amanat undang-undang. Setiap warga binaan, apa pun masa lalunya, tetap memiliki hak untuk mengenyam pendidikan dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

