SURABAYA, Desapenari.id – Akhirnya petugas kepolisian berhasil membekuk ER (40), seorang asisten rumah tangga (ART) yang melarikan diri sambil membawa kabur emas batangan dan uang dolar milik majikannya di kawasan Genteng, Surabaya, Jawa Timur. Setelah sempat menjadi buronan, wanita asal Desa Manggisan, Kecamatan Tanggul, Jember ini kini sudah mendekam di balik jeruji besi. Anggota Tim Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya langsung bergerak cepat dan meringkus pelaku usai dia menggasak tabungan korbannya yang nilainya mencapai puluhan juta rupiah.
Plt Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Hadi Ismanto mengonfirmasi bahwa pihaknya berhasil menangkap tersangka ER di tempat persembunyiannya. Lokasinya ternyata sebuah rumah kos di kawasan Jalan Banyu Urip, Kecamatan Sawahan, Surabaya. “Kami tangkap tersangka ER di kosannya yang berada di kawasan Banyu Urip, Sawahan, Surabaya, tepatnya pukul 18.00 WIB, Jumat (22/5/2026),” ujar Hadi saat dihubungi awak media pada Minggu (24/5/2026).
Lebih lanjut, Hadi menjelaskan bahwa petugas melakukan serangkaian tahapan penyelidikan mendalam sebelum akhirnya menangkap pelaku. Prosesnya dimulai dari meminta keterangan saksi-saksi, kemudian menganalisis rekaman kamera CCTV, hingga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Semua langkah itu mereka lakukan secara sistematis sehingga jejak pelaku akhirnya terbaca.
MODUS BERLAGAK PENGALAMAN MELALUI FACEBOOK – SIAPA SANGKA INI HANYA JEBATAN BATU!
Berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian, ternyata ER merancang aksinya dengan modus operandi yang sangat terencana. Awalnya, pelaku dengan cerdik memanfaatkan unggahan lowongan kerja mencari ART yang dibagikan oleh korban melalui media sosial Facebook. Pelaku kemudian langsung menawarkan diri dan dengan percaya diri berlagak sebagai asisten rumah tangga yang jujur serta punya pengalaman luas. Taktik licik ini ternyata berhasil memperdaya korban hingga akhirnya sang majikan bersedia mempekerjakan pelaku.
Setelah berhasil mendapatkan kepercayaan penuh untuk bekerja dan membersihkan area dalam kamar rumah majikannya di Jalan Legundi, Genteng, Surabaya, pelaku langsung memanfaatkan situasi tersebut. Tanpa membuang waktu, dia menggasak harta benda berharga milik korban. “Tersangka mengakui bahwa dirinya telah melakukan pencurian emas dengan cara bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Pelaku mencuri emas dan uang yang disimpan di kamar korban,” kata Hadi saat memberikan keterangan resmi.
RESIDIVIS PROFESIONAL: BARU SADAR KALAU PELAKU SUDAH MENYASAR DUA KORBAN!
Sementara itu, Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP Raditya Herlambang mengungkapkan fakta yang lebih mengejutkan. Ternyata ER bukan pertama kalinya melakukan aksi kriminal semacam ini. Setelah polisi melakukan interogasi mendalam, pelaku mengaku sudah berhasil memperdaya dua orang korban di tempat yang berbeda. Bayangkan, sebelum beraksi di Kecamatan Genteng, ER tercatat pernah mencuri di rumah seorang warga berinisial T di Jalan Kedinding Lor, Kecamatan Kenjeran, Surabaya, pada Kamis (30/4/2026). Dalam aksi pertamanya itu, korban T mengalami kerugian yang mencapai Rp 26 juta!
Hingga saat ini, polisi masih terus melakukan pendalaman mengenai keberadaan barang bukti emas hasil curian dari tempat kejadian perkara terbaru. “Tersangka kami temukan di Banyu Urip, tepatnya di sebuah kos atau kontrakkan. Motifnya jelas ekonomi. Untuk masalah emas, pelaku masih belum mengaku apakah sudah dijual atau belum. Kami masih perlu melakukan pemeriksaan pendalaman lebih lanjut,” tutur Herlambang.
KORBAN BERTINDAK CERDAS: LACAK PELAKU LEWAT APLIKASI PENDETEKSI NAMA KONTAK!
Korban pencurian yang bernama Diah Lesty (32) kemudian menceritakan kronologi lengkap kecurigaannya terhadap gelagat aneh sang ART baru. Peristiwa pencurian yang menimpanya itu terjadi pada hari pertama pelaku bekerja, yaitu Senin (20/4/2026). Baru beberapa jam bekerja membersihkan rumah, pelaku dengan mendadak meminta izin keluar. Alasannya? Dia ingin menjemput anaknya yang pulang sekolah tepat pukul 10.00 WIB. Saat itu, Lesty yang sedang memomong anaknya di ruang tengah, memberikan izin tanpa rasa curiga sedikit pun. Namun, setelah ditunggu hingga berjam-jam, pelaku tidak kunjung kembali.
“Jam 10 dia tiba-tiba izin mau menjemput anaknya. Nah, setelah itu dia enggak balik lagi sampai berjam-jam,” kata Lesty dengan nada kesal saat ditemui di teras rumahnya, Rabu (20/5/2026).
Karena curiga lantaran nomor telepon dan WhatsApp pelaku mendadak tidak aktif, Lesty dengan cepat mengambil inisiatif untuk melacak identitas pelaku. Dia menggunakan aplikasi pendeteksi nama kontak yang ada di ponselnya. Bak tersambar petir di siang bolong, Lesty mendapati nomor telepon sang ART ternyata disimpan oleh orang lain dengan label “pelaku penipuan”! Begitu sadar ada yang tidak beres, dia langsung memeriksa kamar pribadinya. Betapa kagetnya Lesty ketika mendapati emas batangan seberat 10 gram dan sejumlah uang tunai mata uang dolar Amerika Serikat milik keluarganya telah raib. Total kerugian yang dialaminya diperkirakan mencapai sekitar Rp 30 juta.
“Uangnya dalam bentuk dolar sih, saya juga belum sempat hitung berapanya. Tapi yang jelas emas itu yang paling kelihatan hilang. Setelah kejadian, saya langsung cek CCTV dan langsung lapor polisi. Prosesnya juga berjalan cepat di hari itu juga,” ungkap Lesty.
SELALU PAKAI MASKER DAN KACA MATA HITAM – TANDA-TANDA YANG TERLEWATKAN!
Lesty mengakui bahwa sebenarnya ada sejumlah kejanggalan pada perangai pelaku selama proses perekrutan hingga hari pertama bekerja. Pelaku selalu berkelit dan dengan tegas enggan memberikan kartu identitas (KTP) saat diminta oleh majikan. Selain itu, ketika bekerja di dalam rumah, pelaku selalu berusaha menyembunyikan wajahnya dari pandangan penghuni rumah maupun kamera pengawas yang terpasang.
“Dia kerja pakai tertutup semua: pakai kerudung, pakai kacamata hitam, dan pakai masker selama kerja. Ternyata setelah polisi menyelidiki, pelat nomor motornya juga palsu!” beber Lesty dengan nada masih terkejut.
Terkait ciri-ciri fisik, Lesty menyebut ER memiliki postur tubuh yang cenderung tambun dan tinggi, dengan warna kulit yang agak gelap. Pelaku yang diperkirakan berusia sekitar 40 tahunan tersebut juga memiliki ciri khas yang unik, yaitu selalu mengenakan dua cincin yang terpasang bersebelahan di jemari tangan kanannya.
PESAN UNTUK MASYARAKAT: JANGAN SAMPAI JADI KORBAN BERIKUTNYA!
Belajar dari musibah yang dialaminya, Lesty dengan tulus mengimbau masyarakat luas untuk lebih waspada dan selektif saat mencari tenaga kerja atau asisten rumah tangga melalui media sosial. “Harapan saya sih buat yang sedang mencari tenaga kerja, supaya lebih hati-hati lagi dalam menyeleksi orang. Karena sekarang modus kejahatan itu sudah macam-macam dan sangat meresahkan,” pungkasnya dengan tegas.
Kisah ini menjadi pelajaran berharga bahwa tidak semua yang tampak baik di media sosial bisa langsung dipercaya. Polisi pun terus mengimbau masyarakat untuk selalu memeriksa latar belakang calon ART, meminta identitas resmi, serta tidak mudah terbuai dengan janji-janji manis atau pengalaman palsu yang diklaim oleh calon pekerja.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

