PEKANBARU, Desapenari.id – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, baru saja mengamankan dua pemuda bengal. Kenapa? Mereka dengan sengaja menakuti warga menggunakan pakaian seram berbentuk pocong! Peristiwa ini terjadi pada Senin (8/6/2026) dan sontak menghebohkan jagat maya.
Pejabat sementara (Ps) Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Kuansing, Iptu Razak, langsung buka suara soal kejadian ini. Menurutnya, kedua pelaku yang bertindak nekat itu berinisial FS (20) dan AFM (18). Iptu Razak pun mengonfirmasi langsung identitas kedua pemuda tersebut.
Siapa Sosok di Balik Kain Kafan Itu? Ternyata Warga Setempat!
Yang bikin terkejut, kedua pelaku ternyata warga Kelurahan Pasar Teluk, Kecamatan Kuantan Tengah, Kuansing. Artinya, mereka bukan orang asing, melainkan tetangga sendiri yang membuat resah kampung halaman.
“Aksi keduanya langsung kami buntuti setelah videonya viral di media sosial. Bayangkan, mereka pakai pakaian persis pocong dan sengaja menakuti warga,” ujar Razak dengan tegas melalui pesan WhatsApp, Senin.
Bermula dari Video Viral, Polisi Bergerak Cepat!
Razak kemudian membeberkan kronologi awal mula kehebohan ini. Ceritanya, dunia maya baru saja dihebohkan oleh penampakan dua pocong yang nekat mengendarai sepeda motor! Video itu tersebar luas di berbagai platform media sosial. Lokasi kejadiannya tepat di kawasan Jalan Proklamasi, Desa Koto Taluk, Kecamatan Kuantan Tengah, pada Sabtu (6/6/2026), sekitar pukul 22.00 WIB.
Tak butuh waktu lama, video itu langsung memicu ketakutan massal. Warga pun resah dan gelisah sepanjang malam karena ulah kedua ‘hantu’ jalanan tersebut.
Menyadari situasi yang semakin meresahkan, tim Satreskrim Polres Kuansing tidak tinggal diam. Mereka segera melakukan penyelidikan intensif. Hasilnya? Dua pemuda yang menjadi dalang di balik kostum pocong itu pun berhasil diringkus!
Beli Kostum Online, Ngaku Cuma Cari Hiburan!
Setelah diperiksa lebih lanjut, fakta mengejutkan lainnya terungkap. Ternyata, kedua pelaku membeli kostum pocong tersebut melalui aplikasi belanja daring pada awal Mei 2026. Mereka sudah merencanakan aksi teror ini jauh-jauh hari!
Apa alasan mereka? Keduanya mengaku dengan polos bahwa tindakan nekad itu hanya untuk mencari hiburan. Tak hanya itu, mereka juga ingin membuat konten viral di media sosial. Mereka bahkan mengaku terinspirasi dari tayangan serupa di aplikasi TikTok!
“Kami hanya iseng, Pak,” begitu kira-kira pengakuan mereka yang justru membuat polisi geleng-geleng kepala.
Bukan Sekali Dua Kali, Ternyata Sudah 10 Kali Beraksi!
Yang lebih mencengangkan lagi, aksi teror pocong ini bukan pertama kalinya mereka lakukan. Iptu Razak mengungkapkan bahwa kedua pelaku sudah 10 kali berkeliling menakuti warga! Bayangkan, sepuluh kali mereka meneror masyarakat tanpa merasa bersalah.
Jadwal mereka pun teratur. Mereka mulai beraksi setiap malam mulai pukul 20.00 hingga 23.00 WIB. Dengan mengendarai sepeda motor, mereka berdua berkeliling ke sejumlah lokasi strategis di wilayah Kuantan Tengah.
Lokasi Teror: Dari Perumnas hingga Bundaran Cerano!
Nah, di mana saja mereka biasa ‘beroperasi’? Berikut lokasi-lokasi yang menjadi sasaran teror kedua pocong tersebut:
- Kawasan Perumnas (pemukiman padat penduduk)
- Beringin Teluk (kawasan yang cukup sepi di malam hari)
- Taman Jalur (tempat warga biasa bersantai)
- Bundaran Cerano (pusat kota yang ramai)
“Bayangkan, di tempat-tempat itu mereka dengan sengaja menampakkan diri layaknya pocong sungguhan. Warga yang melintas pun spontan ketakutan dan berhamburan,” tambah Razak menggambarkan situasi mencekam yang terjadi.
Keresahan Masyarakat Memuncak, Polisi Turun Tangan!
Aksi kedua pelaku ini jelas menimbulkan keresahan dan kegaduhan luar biasa di tengah masyarakat. Tak ada yang bisa tidur nyenyak karena takut bertemu pocong di jalanan. Aktivitas malam hari pun terganggu. Bahkan, beberapa warga dilaporkan mengalami trauma ringan setelah melihat langsung ‘penampakan’ tersebut.
Polisi menilai tindakan ini sudah mengganggu ketertiban umum secara serius. Oleh karena itu, penangkapan terhadap kedua pemuda ini pun dilakukan tanpa menunggu waktu lama. Keamanan warga adalah prioritas utama.
Begini Nasib Mereka Sekarang: Minta Maaf dan Dipulangkan!
Setelah dilakukan pemeriksaan intensif, kedua pelaku akhirnya menyadari kesalahannya. Mereka pun dibuatkan surat pernyataan permohonan maaf yang ditujukan kepada seluruh masyarakat, terutama warga Kuantan Tengah yang menjadi korban ketakutan.
Dalam surat tersebut, mereka berjanji dengan sungguh-sungguh tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Keduanya pun mengaku kapok dan tidak menyangka aksi ‘iseng’ mereka bisa seheboh ini.
Polisi akhirnya memutuskan untuk memulangkan kedua pelaku kembali kepada orangtua masing-masing. Mereka diserahkan untuk mendapat pembinaan lebih lanjut di lingkungan keluarga. Tidak ada proses hukum lebih lanjut karena kedua pelaku masih tergolong muda dan ini adalah pertama kalinya mereka berurusan dengan polisi.
Pesan Tegas Polisi untuk Generasi Muda: Jangan Ikut-ikutan!
Di akhir pernyataannya, Iptu Razak menyampaikan imbauan keras kepada seluruh masyarakat, terutama generasi muda. “Kami mengimbau agar kalian bijak dalam menggunakan media sosial,” tegasnya.
Jangan sampai hanya demi mencari perhatian atau popularitas di dunia maya, kalian justru melakukan tindakan bodoh yang mengganggu keamanan, ketertiban, serta kenyamanan masyarakat. “Konten viral tidak sebanding dengan ketakutan yang kalian timbulkan pada orang lain,” tambahnya.
“Sekali lagi, gunakan media sosial dengan bijak! Jangan terinspirasi oleh hal-hal negatif yang hanya akan merugikan diri sendiri dan orang lain,” pungkas Razak mengakhiri pernyataannya.
Pelajaran Berharga: Jadilah Kreatif, Bukan Peneror!
Kasus dua pemuda pocong di Kuansing ini menjadi pelajaran penting bagi kita semua. Kreativitas untuk membuat konten media sosial memang boleh-boleh saja, asalkan tidak merugikan dan menakuti orang lain.
Jangan sampai keinginan untuk viral justru membuat kalian viral dengan cara yang salah, yaitu digelandang polisi!
Akhir kata, berhentilah meneror warga. Jika ingin terkenal, buatlah konten yang positif dan menghibur, bukan yang membuat orang lain merinding ketakutan. Karena pada akhirnya, ketenaran sesaat tidak sebanding dengan rasa bersalah yang akan menghantui seumur hidup. Sudah cukup dua pemuda ini menjadi contoh buruk. Jangan ada lagi yang mengikuti jejak mereka!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

